Loading...

Dinas pertanian kabupaten Barito Timur bekerjasama dengan PT. pupuk Petrokimia Gresik

Dinas pertanian kabupaten Barito Timur bekerjasama dengan PT. pupuk Petrokimia Gresik
Dinas pertanian kabupaten Barito Timur bekerjasama dengan PT. pupuk Petrokimia Gresik dalam pembuatan demplot jagung SMK pertanian lingkup kabupaten Barito Timur, yakni meliputi SMK RAREN BATUAH, SMK MATARAH dan SMK PAKU KABUPATEN BARITO TIMUR Demplot jagung dipilih sebagai kegiatan pelatihan penanaman dan pemanenan tanaman serta pelatihan menghindari dan mengobati hama yang bertujuan supaya pelajar SMK PERTANIAN memiliki keterampilan bertani yang memadai dan keterampilan yang memadai untuk mengobati penyakit dalam pertanian. Demplot jagung adalah lahan percontohan yang digunakan untuk melakukan pelatihan penanaman jagung mulai dari melakukan pengolahan tanah, pengolahan pupuk, pemupukan awal, penanaman benih hingga pemanenan dan pemasaran bersama. Demplot jagung ini dilaksanakan di 3 sekolah dampingan, yaitu SMK PAKU, SMK RAREN BATUAH dan SMK MATARAH. Point kegiatan pembagian peran untuk pembuatan demplot di SMK ini meliputi pupuk, pembuatan jadwal bersama, dan penyuluhan tentang pestisida dalam jaringan tanaman; (2) Pembuatan pupuk bokasi (pupuk organik); (3) Pengolahan lahan, ; (4) Pemupukan dasar/hambur pupuk, jarak tanam, pemupukan dan pestisida nabati; (5) pengamatan tanaman terkait agro ekosistem, dan analisis usaha tani; (6) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), pemupukan kedua (pemupukan selektif)-pupuk yang didapat dari dinas pertanian, dan penyiangan tanaman (untuk memperkuat penetrasi), (7) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), penyuluhan tentang manfaat dan cara penggunaan BWD (Bagan Warna Daun) dan jaringan tanaman; (8) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), kegiatan pengendalian gulma, rantai, dan jaring-jaring makanan; (9) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), penyuluhan dan pengamatan terkait energi dalam pertanian dan fase pembuahan; (10) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), pengenalan hama penyakit dan musuh alami, dan pengoleksian hama (peserta membawa botol); (11) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), pemangkasan daun bawah, dan penentuan tepat saat panen; (12) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), identifikasi keadaan buah jagung; (13) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), penanganan pasca panen, dan pemangkasan daun atas; (14) Pengamatan tanaman (agro ekosistem), pengupasan menunggu interval, dan agrobisnis tanaman jagung (pemasaran). Semoga dengan adanya kegiatan DEMPLOT jagung di SMK PERTANIAN di lingkup kabupaten Barito Timur ini dapat menarik minat pemuda terhadap sektor pertanian PEWARTA LUKMANUL CHAKIM PP. MUDA BARTIM KALTENG