Dinas Tph Sulteng Gelar Bimtek Bawang Merah Asal Biji (tss)
Bawang Merah merupakan komoditas bernilai tinggi yang sangat penting peranannnya bagi perekonomian Indonesia. Sebagai bahan bumbu masakan rumahtangga maupun bahan baku industry makanan yang utama, fluktuasi supply bawang merah dapat mempengaruhi tingkat inflasi. Oleh karena itu pemerintah berusaha meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah melalui program-prongam percepatan produksi antara lain program pengembangan kawasan bawang merah yang menggunakan benih mawang merah asal biji True Seed of Shallot (TSS). Namun demikian sebagai inovasi teknologi yang baru maka diperlukan media diseminasi yang tepat dan efektif guna penyebarluasan informasi teknologi TSS salah satunya adalah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek). Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Produksi Hortikultura melaksanakan Bimbingan Teknis GAP Bawang Merah yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas dan petani dalam melakukan budidaya bawang merah yang berasal dari biji (TSS). Kegiatan Bimtek dilaksanakan pada tanggal 2 – 3 Desember 2019 bertempat di Pondok Sekar II dengan pemateri utama adalah Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian yang dilanjutkan dengan kunjungan di lapangan pada hari berikutnya guna memperdalam pemahaman peserta Bimtek. Peserta Bimtek terdiri dari petani bawang merah pelaksana program pengembangan kawasan bawang merah dan penyuluh pendamping dari Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi dan Kota Palu serta petugas UPT Perbenihan dan petugas UPT Mutu Sertifikasi benih berjumlah 20 orang. Pada pertemuan ini, peneliti BPTP Ir. Saidah, MP menyampaikan materi terkait dengan penggunaan benih bawang merah asal biji/TSS yang dapat menjadi alternative sumber benih selain benih yang berasal dari umbi. Teknologi TSS dikembangkan berdasarkan keunggulan yang dimiliki antara lain meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah, meningkatkan kualitas bawang merah yang dihasilkan, menekan biaya kebutuhan benih, menurunkan tingkat serangan patogen tular tanah serta menjamin ketersediaan benih sepanjang Tahun. Dalam GAP, cara pelaksanaan budidaya tanaman menggunakan inovasi teknologi maju yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga produk aman dikonsumsi dan keuntungan ekonomi dapat tercapai. Melalui kegiatan ini diberikan bimbingan bagaimana melaksanakan persemaian yang tepat dengan mempraktekan langsung, sehingga dapat melewati titik kritis dengan aman dan dapat berproduksi optimal. Jayalah Pertanian Indonesia. (Sumber : Kegiatan Bimtek GAP bawang merah TSS) Penulis : Ir. Deecy Junitha Kemur, MSi ( PP. Madya pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Su;teng)