Loading...

DINAS TPH SULTENG LAKSANAKAN RAPAT EVALUASI TANAMAN PANGAN TAHUN 2019

DINAS TPH SULTENG LAKSANAKAN RAPAT EVALUASI TANAMAN PANGAN  TAHUN 2019
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Rapat Evaluasi Program kegiatan Tanaman Pangan Tahun 2019 dan Penyusunan Sasaran Produksi Tanaman Pangan Tahun 2020 pada tanggal 10 Desember 2019 di Hotel Citra Mulia, Palu. Pertemuan tersebut dipandu langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Trie Iriany Lamakampali, MM. Dalam paparannya, disampaikan bahwa pencapaian LTT PAJALA (Padi, Jagung, kedelai) di tahun 2019 tidak lebih baik dibanding tahun 2018 untuk komoditi Padi (259.967 Ha) dan Kedelai (7.518 Ha), sedangkan pencapaian LTT Jagung mengalami peningkatan di tahun 2019 (127.284 Ha). Lanjut disampaikan oleh Kadis TPH Sulteng bahwa di tahun 2019 untuk pencapaian LTT yang melampaui target dari 13 kabupaten kota yaitu untuk komoditas padi, kabupaten Banggai, Donggala, dan Tolitoli, komoditas jagung yang melampaui target yaitu Kabupaten Banggai, Buol, Parigi Moutong dan Tojo Una-Una. Namun kita tidak boleh terlena akan pencapaian tersebut karena yang terpenting adalah bagaimana upaya kita untuk Bulan Desember ini Sulawesi Tengah harus bisa mencapai target LTT untuk tanaman padi seluas 41.082 Ha dan jagung seluas 15.210 Ha". Sedangkan untuk komoditas Kedelai tidak ada yang mencapai target, dimana baru 21,75 % yang tercapai dari target 35.689 Ha. Hal-hal yang menjadi kendala dalam pencapaian LTT secara umum antara lain pengaruh bencana alam tahun 2018 lalu yang mengakibatkan berkurangnya 7.000an Ha lahan potensial sawah di Kabupaten Sigi, cuaca ekstrim sejak juni 2019 sehingga terjadi kekeringan berkepanjangan, perbaikan irigasi yang terdampak bencana seperti Irigasi Gumbasa, serta kurangnya ketersediaan benih. Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Peneliti Senior BBSDLP, Dr. Muhrizal Sarwani yang sebelumnya merupakan Penanggung jawab Upsus PAJALA Korwil Sulteng saat menjabat sebagai Direktur Pupuk. Dalam penyampaiannya disampaikan bahwa luas baku sawah mengalami penambahan 300.000 Ha. Hal lain bahwa program utama Kementan RI saat ini adalah KOSTRATANI (Komando Strategi Pembangunan Pertanian), dimana salahsatu tujuannya agar terdapat 1 single data yang dijadikan sebagai rujukan. Dan semua pihak perlu mendukung program tersebut. Pada kesempatan tersebut, beliau sekaligus pamit dan menyampaikan bahwa Penanggung jawab Korwil Sulteng yang baru adalah Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Ir.Bustanul Arifin Caya M.DM. Pertemuan diikuti oleh Bidang tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Sulteng, BPTP Sulawesi Tengah, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP)/tim pembina UPSUS Sulawesi Tengah, Dandim 1306 Donggala Kota Palu, Eselon 3 dan Eselon 4 lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sulteng serta Penyuluh Pertanian Prov. Sulteng/Anggota Korwil UPSUS Pajala Sulteng. Pada kesempatan tersebut, tim BBSDLP membagikan beberapa perangkat uji deteksi hara yaitu (1) PUTS-Perangkat Uji Tanah Sawah, alat untuk deteksi real time status hara P, hara K, pH, dan karbon organik di lahan sawah. Kemudian ditetapka rekomendasi pemupukan; (2) PUTK-Perangkat Uji Tanah Kering, alat untuk deteksi realtime status hara P, hara K, pH dan karbon organik di lahan kering. Kemudian ditetapkan rekomendasi pemupukan; dan (3) PUP-Perangkat Uji Pupuk, alat untuk deteksi keaslian pupuk mineral. Alat ini bisa membedakan pupuk asli atau palsu. Untuk pengoperasian alat-alat tersebut, dilakukan pelatihan singkat cara penggunaannya berupa pengujian sampel tanah menggunakan perangkat uji tanah sawah, dan dibagikan kepada BPTP Sulteng, Balai Diklat Pertanian Sulteng, serta Dinas Kabupaten/Kota sesuai luasan sawah dan lahan kering. Penulis : Sitti Musdalifah Tompo (PP. Pertama pada Dinas TPH Sulteng)