Loading...

DIPERTANHUT PEMALANG BERSAMA BABINSA LAKUKAN MONEV GAPOKTAN

DIPERTANHUT PEMALANG BERSAMA BABINSA LAKUKAN MONEV GAPOKTAN
Sebanyak 220 gapoktan se Kabupaten Pemalang telah menerima dana PUAP sejak tahun 2008 sampai 2014. Perkembangan dana PUAP yang dikelola oleh gapoktan ada yang mendapat predikat baik sekali , baik, sedang dan jelek. Bagi gapoktan yang berpredikat sedang dan jelek dengan kriteria tidak sehat dilihat dari solvabilitas rentabiltas, akuntabiltas serta kolektibilitas serta tidak terlaksannya RAT menjadi obyek kegaiatan monev.Issu dana Gapoktan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pengambilannnya di Kantor POS menjadi issu yang paling banyak dijumpai dan menjadi masalah utama pada kemacetan pinjaman dana PUAP. Issu ini sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal pencairan, namun mungkin karena sewaktu menjelang pencairan proses sosialisasi kurang matang kemudian juga adanya provokator sehingga issu ini menjadi subur berkembang di masyarakat. Mengantisipasi berlarut-larutnya kemacetan dana PUAP dan ketidak mampuan gapoktan melaksanakan RAT, maka Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang selaku penanggungjawan pembinaan Gapoktan PUAP di Kabupaten Pemalang menggandeng Babinsa untuk bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Kagiatan monev bekerjasama dengan Babinsa dilakukan mulai pada akhir Februari 2015 pada seluruh Gapoktan Penerima PUAP se Kabupaten Pemalang tahun 2008 s.d 2013 terutama bagi gapoktan yang sudah lebih satu tahun menerima dana PUAP tapi belum melaksnakan RAT dan gapoktan yang tidak sehat. . Awal kegiatan dimulai dari Kecamatan Taman kemudian Kecamatan Bantarbolang dan diteruskan kecamatan lain sehingga semua gapoktan diharapkan mampu melaksanakan RAT. Menurut Koordinator KJF Dipertanhut Kab. Pemalang yang juga sekrtetaris Tim Teknis PUAP Kabupaten Pemalang Sri Hardjanto" kerjasama monev Gapoktan PUAP bersama dengan Babinsa bukan untuk menakut-nakuti akan tetapi sebagai wujud kerjasama TNI dengan aparat pertanian dalam rangka pembinaan kelompok tani dan gapoktan untuk mempercepat terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan karena dana tersebut dapat dipinjamkan kepada petani untuk membeli sarana produksi pertanian sehingga harapannnya produksi dan produktivitas meningkat" katanya di sela-sela kegiatan monev Gapoktan.Dinas pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang dalam melaksanakan monev membentuk Tim Monev sebanyak 3 (tiga) tim terdiri dari para penyuluh di KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang yang juga tergabung sebagai anggota Tim Teknis PUAP kabupaten. Materi monev difokuskan pada (1) adminitrasi keuangan (2) penyaluran dan pengembalian dana (3) partisipasi anggota berupa simpanan-simpanan (4) pengembangan usaha gapoktan (5) perintisan LKM.Kegiatan Monev dengan Babinsa merupakan tindak lanjut realisasi Perjanjian Kerjasama antara Bupati Pemalang dengan Kodim 0711 Pemalang pada bulan Februari 2015 serta sebagai realisasi dari Kerjasama Menteri pertanian dan Panglima TNI.Hasil kegiatan monev bersama Babinsa dapat dirasakan manfaatnya yaitu (1) desa memberikan perhatian yang khusus dan serius menghadirkan pengurus gapoktan (2) pengurus gapoktan dan LKM hadir lengkap yang biasanya sulit ditemui kalau hanya dilakukan oleh Petugas monev dari Tim teknis PUAP (3) benang kusut penyebab kemacetan dan tunggakan pinjaman lebih mudah teruraiPembinaan pada pengurus gapoktan memang harus telaten, sabar dan pelan-pelan. Proses pembinaan, pengawalan dan pendampingan memakan waktu yang panjang , tidak bisa dalam kurun waktu tiga tahun gapoktan menjadi baik dan mampu membentuk LKM semua. Sumber daya manusia yang sangat heterogen dan intervensi negative dari luar ditambah issu hibah seperti BLT menjadi kendala tersendiri dalam memajukan Gapoktan.Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang).