Loading...

DIRJEN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KEMENTAN, ADAKAN EVALUASI PELAKSANAAN UPSUS SIWAB DI KABUPATEN TABANAN BALI

DIRJEN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KEMENTAN, ADAKAN  EVALUASI  PELAKSANAAN UPSUS SIWAB DI KABUPATEN TABANAN BALI
Upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan masyarakat telah dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan. Salah satu program yang gencar dilaksanakan Kementerian Pertanian saat ini disamping Upsus Pajalebabe (Padi, Jagung, kedelai, bawang merah dan aneka cabai), juga adanya Upaya Khusus SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) yang pelaksanaannya dimulai pada tahun 2017. SIWAB ini merupakan kegiatan khusus untuk percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting secara berkelanjutan, melalui strategi optimalisasi pelaksanaan inseminasi dalam rangka mengoptimalkan fungsi reproduksi ternak betina. Dengan upaya khusus ini sapi/kerbau betina produktif milik peternak dipastikan dikawinkan, baik melalui inseminasi buatan oleh Inseminator maupun kawin secara alami. Oleh karena itu pelaksanaan program ini menggunakan pendekatan yang lebih banyak mengikutsertakan peran aktif masyarakat dalam menunjang sasaran program SIWAB. Program ini dilakukan mengingat kebutuhan akan daging baik berupa daging sapi maupun kerbau sampai saat ini pemenuhan kebutuhan masyarakat masih mendatangkan dari luar negeri. Karena produksi didalam negeri belum mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena populasi ternak sapi dan kerbau masih kurang, serta faktor lainnya yang berdampak pada kurang optimalnya peningkatan populasi dan produksi ternak tersebut. Sebagaimana diketahui kedua komoditi ternak ini merupakan sumber pangan hewani yang paling dominan dibutuhkan di dalam negeri, yang berfungsi sebagai sumber zat gizi, utamanya protein dan lemak, selain pangan hewani dari telur dan susu. Untuk mengawal perkembangan kinerja Upsus Siwab telah diterbitkan landasan pelaksanaan kegiatan berupa peraturan dan keputusan Menteri Pertanian, yang masing-masing mengatur percepatan peningkatan populasi ternak ruminansia besar; kelompok kerja upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting, kesekretariatan kelompok kerja Upsus Siwab, dan tim supervisi upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting, organisasi pelaksana, dan kesekretariatan pokja Upsus Siwab. Dari hasil evaluasi pada 4 kabupaten yang ada di Bali yaitu Kabupaten Tabanan, Negara, Badung dan Kota Denpasar, ternyata pelaksanaan program SIWAB ini belum memperoleh hasil sesuai sasaran. Dimana dari petugas /Inseminator pada laporan terakhir masih ada laporan pelaksanaan inseminator masih nol. Oleh karena itu Dirjen mengharapkan agar petugas inseminator lebih aktif lagi berupaya untuk meningkatkan kinerjanya agar target yang telah ditetapkan bisa terlaksana dengan baik. Bahkan dari arahan Dirjen tidak segan-segan menyampaikan bila ada petugas inseminator yang kurang aktif, dimana laporannya masih terus nol, maka bisa diusulkan untuk diganti, dengan petugas yang mempunyai kinerja yang lebih baik, karena pemerintah telah mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk memberikan pelatihan khususnya pada petugas inseminator. Namun bila ada petugas yang telah berhasil dan memiliki kinerja yang baik, Dirjen akan memberikan penghargaan sesuai dengan hasil kinerjanya. Kesusksesan dari pelaksanaan Upsus SIWAB ini sangat tergantung dari para petugas inseminator, karena inseminator dikatakannya sebagai ujung tombak dari program SIWAB ini. Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang tentunya banyak terjadi dilapangan, Dirjen mengharapkan agar bekerjasama dengan baik pada semua pihak yang terkait, khususnya dengan para penyuluh yang ada di lapangan, agar membuat suatu setrategi yang ampuh untuk memberi pemahaman, pengertian maksud dan tujuan pelaksanaan program SIWAB ini. Diharapkan pula pelaksanaan Upsus SIWAB ini agar terorganisir dengan baik, dengan membuat ketentuan-ketentuan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan dan tingkat lapangan, dengan melakukan kerjasama dan koordinasi dengan baik. Sebab apapun kegiatan akan dapat terlaksana dengan baik, bila kita lakukan kerjasama dan koordinasi. Sehingga kunci sukses pelaksanaan kegiatan Upsus SIWAB ini sejauhmana kita mau bekerjasama dan mau berkoordinasi dengan baik, serta kita mau melaksanakan tugas –tugas dengan baik secara tulus iklas, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita, maka Tuhan Yang Maha Esa pasti akan merestui dan memberi kemudahan-kemudahan. Sementara dari petugas IB untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan memudahkan dalam komunikasi agar petugas dilengkapi dengan HP android. ( I Made Widiada, PP.Madya, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Bali).