Penyuluhan kali ini dilakukan secara non formal, Kegiatan ini di lakukan agar lebih dekat dengan petani dan lebih mengerti keadaan dilapang yang sebenarnya. Seorang penyuluh harus mempunyai strategi penyuluhan dalam menyalurkan informasi teknologi pertanian kepada para pelaku utama. Metode yang tepat adalah dengan berdiskusi langsung dengan para petani dengan cara non formal atau terjun langsung ke masyarakat, sawah, atau lahan dimana para petani bekerja setiap harinya. Sehingga penyuluhannya sangat tepat sasaran. Di desa binaan ini biasanya para petani sawah waktu aktifitas kerjanya mulai pagi hari sudah dimulai dan mulai istirahat antara jam 9 dan jam 10, lalu dilanjut kerja sampai siang kadang ada juga sampai sore. Sehingga waktu luang atau waktu istirahat itu bisa kita manfatkan untuk melakukan penyuluhan secara non formal, sehingga tidak monoton atau tidak bosan. Didalam penyuluhan ini sangat rileks karena dilakukan sambil berdiskusi kecil tentang kelah kesuh mereka, juga dengan disertai canda tawa sehingga apa yang kita inginkan atau apa yang menjadi bahan penyuluhan kita bisa terserap dan bisa dipahami oleh para petani. Kegiatan seperti ini lebih mendekatkan kita atau penyuluh dekat dengan para petani sehingga tidak ada jarak atau tidak ada petani yang menjauh jika ada penyuluh. Karena kita harus mengerti kondisi dan suasanya saat kita mengadakan penyuluhan. Dalam pemilihan materi penyuluhan juga sebaiknya kita sinkronkan dengan masalah yang sedang dihadapi oleh para petani. ini akan membantu petani sehingga mereka merasa terbantu dengan keberadaan penyuluh di desa. Ini dikenal dengan anjangsana, sehingga dapat mempercepat proses penyampaian informasi teknologi pada bidang pertanian. PPL / THL-TBD BONDOWOSO ERNA KURNIASIH, SP DESA PONCOGATI, KEC CURAHDAMI, KAB BONDOWOSO BPP CONGKRONG