Dalam rangka fasilitasi pemasaran hasil pertanian, melalui seksi kelembagaan, Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengajak para pengurus Gapoktan mengunjungi salah satu pabrik pengolahan beras terbesar di Jawa Timur. PT. Sari Tani Group atau yang lebih populer dengan beras Raja Tawon di Mojosari Mojokerto menjadi tujuan karena tempatnya yang terjangkau dan berpeluang ditindaklanjuti sendiri oleh Gapoktan di Jombang. Adapun Gapoktan yang mengikuti kegiatan studi lapang antara lain : Gapoktan Barongsawahan Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Gapoktan Sumbergondang Kecamatan Kabuh, Gapoktan Balongsari Kecamatan Megaluh, Gapoktan Pucangro Dan Gapoktan Sukoiber Kecamatan Gudo, Gapoktan Mentoro Kecamatan Sumobito, Gapoktan Sugihwaras Kecamatan Ngoro dan Gapoktan Sukorejo Kecamatan Perak.Pimpinan PT. Sari Tani Ir. H Hadi Sulistiyo memaparkan sekilas sejarah a perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 70 an dan kini telah menjadi pabrik pengolahan beras yang sangat terkenal. Awal mulanya hanya sekedar jasa selep biasa dengan nama UD Sari Tani yang didirikan oleh Bapak Zahid Nur Sahid yaitu ayah dari Ir. Hadi Sulistiyo. Menyadari perlunya inovasi agar mampu bersaing di pasar, pada tahun 1991 anak ke enam dari tujuh bersaudara itu mulai memproses dan mengemas beras dan dipasarkan dengan merk Raja Tawon. Tahun 1994 Raja Tawon mulai mendapat paten dari Pemerintah. Untuk mendapatkan bahan baku, PT. Sari Tani memperoleh barang dari berbagai daerah antara lain Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Ngawi, Kediri, Lamongan bahkan sampai ke jawa Tengah. Untuk itu PT. Sinar Mas memiliki jaringan suplier di masing-masing daerah yang memasok bahan baku dalam bentuk beras. " kami memilih mengambil sendiri beras ke petani. Dengan begitu kami bisa meminimalisir kejadian yang bisa mengecewakan petani. Misalnya beras sudah terlanjur dikirim kesini ternyata tidak sesuai akhirnya harus kembali. Tentunya petani akan kecewa karena berasnya kembali dan kehilangan biaya transport. Tapi kalau kami sendiri yang mengambil ke petani. Kita pastikan beras yang kita ambil sudah sesuai dengan standart yang kita butuhkan. Misalnya kadar air maksimal 14,5 % beras tidak remek karena telat Jemur " katanya menjelaskan prosedur penerimaan beras.Untuk mengambil beras bahan baku Hadi sudah mempercayakan kepada orang-orang nya yang berjumlah sebelas orang tersebar di berbagai daerah. Kepada orang-orang inilah para petani akan berhubungan termasuk pembayarannya. 'Pimpinan Raja tawon memberikan penjelasan secara mendetail tentang kualitas beras yang diterima, termasuk harga, sistem pembayaran termasuk siapa-siapa saja yang bisa dihubungi. Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas beras yang dipasarkan, PT. Sari Tani mulai menerapkan prosedur penerimaan beras secara lebih ketat. "Kedepan kita sudah tidak bisa lagi menerima beras yang dikemas dengan karung bekas wadah pupuk, " kata Hadi Sulistiyo. Para pengurus Gapoktan sangat antusias mengikuti paparan dari Raja tawon yang disampaikan dengan sangat terbuka termasuk nomor HP dari semua tim pembelian yang ada di daerah. Pertemuan antara Pengurus Gapoktan PT. Sari Tani Group semakin akrab karena seluruh keluarga dari PT. Sari Tani anak, isteri Ir. H Hadi Sulistiyo ikut menerima dan mempersiapkan acara. Setelah tanya jawab dan ramah tamah bersama keluarga besar PT. Sari Tani. Pimpinan Sari Tani bersama keluarga mengajak para pengurus Gapoktan untuk melihat langsung prosesing beras. Mulai penerimaan bahan baku, penyortiran, pembersihan sampai pada pengemasan. Lingkungan pabrik yang bersih dan tertata rapi tidak membuat para peserta bosan. Semua alat prosesing beroperasi serba otomatis. Semuanya dijelaskan secara mendetail. Para peserta terlihat puas mengikuti seluruh rangkaian kegiatan karena adanya peluang kerjasama pemasaran dengan prosedur yang mudah, standart jelas dan harga yang juga menjanjikan."Masuk," komentar H Asmui ketika ditanya hasil penjelasan pimpinan Sari Tani. "nanti bisa kita upayakan kalau sudah mulai panen. Saya kira harganya cukup menjanjikan apalagi berasnya diambil di tempat, " kata salah satu peserta dari Gapoktan Sugihwaras, Ngoro menanggapi hasil kunjungan ke Sari Tani. Penulis : Tim Buletin Kab. Jombang ( Ir. Bambang PHS, Akhmad Jani M, Sp, Welly Puspito N, SP)