Loading...

Distokia Pada Sapi

Distokia Pada Sapi
Distokia adalah suatu gangguan dari suatu proses kelahiran atau partus, yang manadalam stadium pertama dan stadium kedua dari partus itu keluarnya fetus menjadi lebih lamadan sulit, sehingga menjadi tidak mungkin kembali bagi induk untuk mengeluarkan fetuskecuali dengan pertolongan manusia. Pada umumnya kejadian distokia lebih sering terjadi pada sapi perah disbanding sapi potongKasus distokia umumnya terjadi pada induk yang baru pertama kali beranak, induk yang masakebuntingannya jauh melebihi waktu normal, induk yang terlalu cepat dikawinkan, hewan yangkurang bergerak, kelahiran kembar dan penyakit pada rahim. Distokia dapat disebabkan olehfaktor induk dan faktor anak (fetus) Aspek induk yang dapat mengakibatkan distokia diantaranyakegagalan untuk mengeluarkan fetus akibat gangguan pada rahim yaitu rahim sobek, luka atauterputar, gangguan pada abdomen (rongga perut) yang mengakibatkan ketidakmampuan untukmerejan, tersumbatnya jalan kelahiran, dan ukuran panggul yang tidak memadai. Aspek fetus yang dapat mengakibatkan distokia diantaranya defisiensi hormon (ACTH/cortisol) ukuran fetus yang terlalu besar, kelainan posisi fetus dalam rahim serta kematian fetus dalam rahim. Ukuran fetus yang terlalu besar dipengaruhi oleh berbagai faktor yang yaitu keturunan, faktor pejantanyang terlalu besar sedangkan induk kecil, lama kebuntingan, jenis kelamin fetus yaitu fetus jantan cenderung lebih besar, kebuntingan kembar. Faktor nutrisi induk juga berperan, yakni pemberian pakan terlalu banyak dapat meningkatkan berat badan fetus dan timbunan lemakdalam rongga panggul yang dapat menurunkan efektifitas perejanan.a. Gejala Distokia Dua gejala distokia adalah perpanjangan periode kelahiran (di atas 8 jam) dan fetus terbukti tidak berada pada orientasi yang tepat untuk kelahiran normal (3,5 jam). Jika sapi tidak dilahirkan pada waktu yang spesifik atau fetus malpresentasi, bantuan dokter hewan sangat diperlukan.0alpresentasi diindikasikan oleh perpanjangan labor atau sapi tidak keluar dalam waktu yang telah dijelaskan di atas. Beberapa malpresentasi dapat diatasi sendiri dengan menolak sapi ke belakang dan dia akan berorientasi sendiri. Jika terdapat keraguan untuk memperbaiki malpresentasi, pemanggilan dokter hewan sangat diperlukan.Mengidentifikasi batas pasti dimana kelahiran normal berhenti dan distokia terjaditidaklah mudah. Walaupun keseluruhan durasi kelahiran sangat bervariasi, harus ada tanda-tanda kemajuan yang terus-menerus selama pengeluaran fetus. Kelahiran mungkin menjadimelambat pada keturunan-keturunan tertentu, seperti pada Charolais, atau jika anak sapirelatif besar. Anak sapi dapat bertahan hingga 8 jam selama tahap kedua kelahiran tetapiwaktu pengeluaran biasanya lebih pendek. Penyimpangan dari kondisi normal yang tampak atau diduga ada harus diperiksa. Indikasi dari terjadinya distokia meliputi:• Tahap pertama kelahiran yang lama dan tidak progresif • Sapi berdiri dengan postur abnormal selama tahap pertama kelahiran. Pada kasus torsiuterus sapi dapat berdiri dengan punggung menurun dalam postur saw horse'.• Pengejanan kuat selama 30 menit tanpa munculnya anak sapi• Kegagalan anak sapi untuk dikeluarkan dalam waktu 2 jam setelah amnion tampak pada vulvab. Pencegahan DistokiaBeberapa tindakan atau cara yang dapat dilakukan sebagai usaha pencegahan distokia yaitu berikan pakan yang cukup pada sapi dara yang akan melahirkan selama 24 bulan sehingga sapi'sapi berada dalam kondisi tubuh yang baik untuk melahirkan tetapi tidak overconditioned, area kelahiran harus bersih, kering dan mempunyai ventilasi baik, obsevasi kelahiran secara seksama, berikan waktu yang cukup pada sapi untuk menyiapkan kelahiran sendiri, lakukan prosedursanitasi yang ketat ketika pemeriksaan dilakukan, mengetahui limit waktu untuk memanggil bantuan dokter hewan ketika kesulitan terjadi dan sebelum sapi menjadi lemah, berikan perawatan neo'natal yang baik, dan seleksi induk untuk sapi dara dengan kelahiran yang normal. c. Faktor Penyebab Distokia1). Umur, berat badan, ukuran pelvis induk : insiden distokia yang tinggi terjadi padasapi dara, yang dikawinkan sewaktu muda, dan pada kelahiran pertama sapi,namun hal ini dapat hilang seiring bertambah besarnya induk. Diameter pelvis danarea pelvis juga meningkat seiring pertumbuhan dari berat badan induk. Jarak eksternal diantara tuber coxae juga harus lebih besar dari 40 cm sebelum sapi daradikawinkan 2).Lama kebuntingan : hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada beberapa rascontinental (Bos taurus) menunjukkan waktu kebuntingan lebih lama, sampaihampir 290 hari dibandingkan waktu normal sapi yakni 283 hari. Pada sapi yang bunting lebih lama juga dapat meningkatkan berat anak sapi rata-rata 0,5 kg per hari dan panjang tulang fetus juga meningkat. 3).Sekitar 80% seluruh sapi yang melahirkan fetus mati mempunyai anatomi reproduksi yangnormal. Kebanyakan dari sapi - sapi tersebut mati karena perlukaan yang dihasilkan dari kesulitanatau hambatan melahirkan. Faktor - faktor yang berkontribusi terhadap problem ini digolongkankedalam tiga kategori yaitu efek fetus, efek induk, dan posisi saat kelahiran. Ir. Amirudin Aidin BengSumber : • //www.scribd.com/doc/184910782/Distokia• Kelviano Muqit. LAPORAN TUGAS TUTORIAL BLOK 15 UP 5RUMINANSIA IDISTOKIA PADA SAPI.2011