Loading...

DITENGAH WABAH , PANEN JAGUNG MELIMPAH

DITENGAH WABAH , PANEN JAGUNG MELIMPAH
DITENGAH WABAH , PANEN JAGUNG MELIMPAH Disusun oleh : Agung Lili Saputra, SST Penyuluh Pertanian Pertama di Dinas Pertanian Kabupaten Serang Pada hari kamis 26 Maret 2020 sebagian petani jagung hibrida di Kecamatan anyar melaksanakan kegiatan panen. Panen jagung tahap pertama ini berlokasi di Desa Cikoneng yang di kelola oleh Kelompoktani Kubang Pendeuy. Petani melaksanakan panen di lokasi tersebut dengan luas tanaanm jagung kurang lebih 30 Ha. Jagung yang dipanen tahap pertama ini merupakan benih bantuan pemerintah yang ditanam pada bulan Desember 2019 sampai dengan Januari 2020. Penanaman tersebut tergolong terlambat dari jadwal tanam semula yaitu Oktober 2019. Ini disebabkan mundurnya musim hujan yang terjadi di Kecamatan Anyar. Menurut Sarnata dan Bambang selaku petani menyatakan bahwa panen musim ini jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Walaupun pada masa awal penanaman sempat terjadi serangan ulat grayak jenis baru yaitu Spdoptera Prugifera. Namun berkat kesigapan petani, penyuluh dan POPT yang rutin melakukan pengamatan, serangan tersebut dapat dikendalikan. Jagung yang ditanam musim ini di wilayah Kecamatan Anyar ada tiga varietas yaitu BISI 2, BISI 18, dan BISI 226. Berdasarkan pengalaman menanam jagung selama ini jenis tersebut sangat toleran terhadap kekeringan, bijinya besar, dan produksi tinggi. Pemilihan jagung yang tahan kekeringan di dasarkan pada kondisi lahan yaitu lahan kering tegalan dan kebun dimana sumber air sangat tergantung pada air hujan. Sehingga penanaman di musim pertama ( Oktober – Januari ) dan tanam kedua ( Maret – April ) sudah menjadi jadwal tetap petani di Kecamatan Anyar. Di Kecamatan Anyar terdapat tiga desa yang menjadi sentra penanaman jagung hibrida, yaitu Cikoneng, Banjarsari, dan Bandulu. Semua petani di daerah tersebut menanam jagung di lahan kering seperti , tegalan dan kebun. Produktivitas di masing- masing tempat juga bervariasi. Berdasarkan hasil pengukuran provitas jagung bersama BPS pada hari yang sama diperoleh hasil ubinan yang cukup tinggi. Ubinan pada hari kamis 26 Maret 2020 dilaksanakan oleh Agung Lili Saputra,SST selaku penyuluh wilbin, dibantu Mustangin PPL wilbin Banjarsari Bersama matri statistik Bapak Indrat dan pihak BPTP melalui on Line. Dari hasil ubinan 2,5 m2 diperoleh angka provitas 9,8 ton pipilan basah per Ha ( KA 30% ) setelah itu di konversikan menjadi 7,8 ton pipilan kering per Ha (KA 14%). Kadar air 14 % merupakan standart jagung pipilan yang di terima oleh konsumen baik pabrik pakan maupun perusahaan peternakan. Proses panen jagung hibrida di Kecamatan Anyar saat ini sudah menggunakan mesin baik saat memetik tongkol maupun memipilnya. Saat panen dengan cuaca seperti ini yang masih terdapat curah hujan menjadi permasalahan bagi petani. Seperti yang diungkapkan oleh Sarnata dan Bambang yang merasakan kesulitan saat mengeringkan jagung pipil. Maklum saja pengeringan jagung yang dilakukan petani di Kecamatan Anyar masih dilakukan dengan bantuan sinar matahari. Mereka berharap mesin pengering atau Drayer yang sudah mereka usulkan kepada pihak Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian bisa direalisasikan secepatnya, mengingat produksi jagung sudah semakin banyak dikarenakan bertambahnya luas lahan dan petani yang menanam semenjak terbukanya pasar saat ini. Berpegang pada data ubinan panen sebanyak 9,8 ton/ ha maka total produksi panen di lahan yang dikelola saat ini mencapai 294 ton yang harus dikeringkan sesegera mungkin agar petani tidak mengalami kerugian, karena masih terdapat 45 ha lagi jagung yang akan dipanen di Kecamatan Anyar Melihat semangat dan senyum petani dengan kondisi panen yang ada, kami dari Balai Penyuluhan Pertanian Anyar yang disuport rekan rekan Dinas Pertania Kabupaten Serang Optimis produksi jagung kedepan akan terus meningkat walaupun di tengah merebaknya wabah virus Covid 19 dimana-mana.