Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian terus menggenjot produk unggulan pertanian Lumajang, kali ini Dinas Pertanian menggelar Workshop Strategi Pemasaran Produk Unggulan di Orchid Grand Hotel dan Studi Lapang di Gapoktan Mitra Arjuna Kota Batu 9-11 Agustus 2018. Acara ini menggandeng stakeholder pertanian Lumajang, Petugas Penyuluh Lapang (PPL), Kelompok Tani sekaligus Petani berpotensi. Bersama BPTP Jawa Timur, PT. Agro Gemilang, OKKPD Jawa Timur, Gapoktan untuk bersinergi dalam alih transfer teknologi dan informasi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk unggulan. Kepala Dinas Pertanian Ir. Imam Suryadi MSi dalam sambutannya mengatakan kita wajib bersyukur karena hampir diseluruh wilayah Kabupaten Lumajang memiliki potensi untuk diolah menjadi lahan pertanian, perkebunan serta peternakan mengingat tanahnya subur, potensi alam dan cuaca yang mendukung. Usaha untuk meningkatkan produksi telah berhasil dilakukan oleh Pemerintah, namun penanganan pascapanen yang belum optimal. Hal ini yang menyebabkan harga produk pertanian kita cenderung rendah dan seringkali dikeluhkan petani disaat produk pertanian melimpah harga produk petani turun akibat kompilasi panen raya, "Tuturnya". Dalam penjelasannya, setiap transaksi jual-beli hasil pertanian pasti terdapat suatu supply-demand, harga dan kuantitas akan produksi pertanian yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Permintaan dan penawaran dalam produksi pertanian akan saling bertemu dan membentuk harga. Untuk mengatasi harga produk pertanian disaat turun. Ada hal yang harus dilakukan, dalam proses berbudidaya pertanian kita harus selalu berkelompok, kemudian kita harus melakukan pengolahan pasca panen dengan tepat. Lebih lanjut, saya contohkan ketika saya berada di Jepang untuk belajar tentang pertanian "kita diajarkan proses pertanian maju dan tepat guna, mulai dari budidaya yang baik, ramah lingkungan, proses panen yang efisien menggunakan alat modern serta penangan produk hasil pertanian menjadi produk olahan dengan penanganan optimal, packing yang tepat, sekaligus cara menjualnya". Melalui workshop ini kami terus mendorong petani Lumajang agar mampu melaksanakan konsep agribisnis dengan tepat, mulai pengelolaan aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pasca panen, proses pengolahan produk pertanian, hingga pemasarannya. Petani kita harus mengolah bahan baku menjadi bahan olahan pangan "Tegasnya". Hal senada juga di sampaikan oleh ketua pelaksana Ir. Donny Ananto, MP bahwasanya gelar workshop ini bertujuan untuk membuka wawasan petani, untuk mengolah sekaligus petani mampu dan memasarkan produk pertanian. Petani sebagai produsen tidak hanya berfokus pada proses budidaya saja, namun harus bisa untuk mengolah hasil produksi pertaniannya agar berusaha tani lebih menguntungkan. Iapun menegaskan Dinas Pertanian terus mengembangkan kawasan unggulan holtikultura beserta kawasan Agribisnisnya serta Pengembangan Kawasan Peternakan sebagai kawasan yang diperuntukan untuk kegiatan peternakan kecil yang dilakukan secara terpadu dengan tujuan perubahan dalam pola konsumsi dan peningkatan dalam kesadaran gizi masyarakat sekaligus mendukung suksesnya UPSUS SIWAB di Lumajang. Lebih lanjut Kawasan Organik Perkebunan merupakan salah satu program yang sudah dijalankan, Dinas Pertanian berkomitmen membangkitkan kembali kejayaan komoditi perkebunan apakah itu tembakau, tebu, kelapa, Sektor Tanaman Pangan juga terus didorong untuk meningkatkan hasil produksinya melalui UPSUS Pajale serta pengajuan sertifikasi organik untuk padi maupun ketan, seperti yang sudah diintruksikan Bapak Kepala Dinas guna mensejahterakan petani kita "Pungkasnya". Pemaparan program strategis Pertanian juga disampaikan oleh Kabid Perkebunan Budi Santoso SP, Kabid Penyuluhan dan Informasi Pertanian Ir. Annur Farid, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Muhammad Syamsuddin. Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini BPTP Jawa Timur Ir. Kasmiyati MSi, PT. Agro Gemilang Arie Endratmoko, OKPPD Jawa Timur serta Ketua Gapoktan Mitra Arjuna Kota Batu Ir. Luki Budiarti. Workshop berlangsung dua hari, di hari pertama kegiatan berlangsung sangat menarik. Banyak interaktif yang dilakukan peserta dengan narasumber Ir. Luki Budiyanti ketua Gapoktan Mitra Arjuna yang dihadirkan. Luki Budiarti mengungkapkan, Lumajang sudah sepatutnya bangga karena punya beberapa produk unggulan pertanian seperti pisang mas kirana, salak Pronojiwo yang sudah sangat dikenal. Dalam pengolahan hasil pertanian perlu dilakukan untuk mengubah bahan pangan menjadi beraneka ragam bentuk, memperpanjang daya simpan, dan menambah nilai,"ungkapnya". Hal itu sudah dilakukan oleh Gapoktan Mitra Arjuna, dengan mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian hortikultura, mengembangkan cluster kentang, kemitraan usaha cabe dan produksi hortikultura, pengembangan usaha jamur tiram serta pengembangan usaha bunga potong dan tanaman hias. "Kami juga melakukan pengembangan usaha pengolahan hortikultura dengan produknya sari apel celup, sari buah, jamu beras kencur, kunyit asam, dan beragam keripik buah dengan merk 'Djoenggo'. Selain inovasi dan integrasi, sinergitas antar instansi pemerintah guna mendukung produk olahan hortikultura sangat diperlukan, "Kalau Gapoktan itu sebagai tubuh, pemerintah sebagai suplemen/vitamin yang dapat membuat tubuh menjadi sehat," ujar Luki. (Diperta-Ay.Ay)