Loading...

DOSIS PENGGUNAAN PUPUK PETANI DI DESA KEBON BIMO BERLEBIHAN

DOSIS PENGGUNAAN PUPUK PETANI DI DESA KEBON BIMO BERLEBIHAN
DOSIS PENGGUNAAN PUPUK PETANI DI DESA KEBON BIMO BERLEBIHAN(pertemuan Kelompok Tani Bimo Tani) Hal itu terlihat ketika pertemuan kelompok tani Bimo Tani 3, Desa Kebon Bimo, Kecamatan Boyolali. Kegiatan pertemuan kelompok tani dilaksanakan sebulan sekali yaitu pada tanggal 25 Januari 2015. Pertemuan bertempat di rumah Dwi Ari. Pertemuan dilaksanakan siang hari yaitu pukul 13.00 s.d 15.00. Hadir dalam pertemuan tersebut Djanadi selaku penyuluh pendamping Desa Kebon Bimo. Pada sesi diskusi petani menyampaikan tentang permasalahan mulai menurunnya kesuburan tanah. Bahwa tanaman yang mereka tanam tidak dapat hijaau dan subur. "Kami biasanya melakukan pemupukan dengan urea 2 kali sudah cukup, tapi sekarang pemupukan dilaksanakan 3 kali bahkan ada yang 4 kali" pak Purwanto. Pemupukan yang berlebihan menyebabkan biaya produksi meningkat sehingga keuntungan menjadi kecil. Dampak lain adalah petani merasa kesuburan tanah mulai menurun. Hal ini ditandai dengan warna tanaman yang tidak hijau dan hasil panen yang juga menurun. Menanggapi persoalan tersebut mas Djanadi menyampaikan " memang benar penggunaan pupuk urea yang berlebihan akan menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Untuk itu petani diharapkan menerapkan pemupukan berimbang". Selain menerapkan pemupukan berimbang juga menggunakan pupuk organic untuk mengembalikan keseburan tanah. "memang dampaknya tidak cepat kita rasakan namun penggunaan pupuk organic akan kita rasakan dalam jangka panjang" Petani di Kelompok Bimo Tani 3 ini memiliki pola tanam padi jagung palawija. Saat memasuki musim hujan ini petani menanam padi. Hal ini untuk mensukseskan program pemerintah swasembada pangan. (Djanadi )