Loading...

DPW Perhiptani Provinsi Jawa Barat Gelar Kegiatan Jambore Penyuluh Pertanian

DPW Perhiptani Provinsi Jawa Barat Gelar Kegiatan Jambore Penyuluh Pertanian
Mengusung tema, Semangat Kebersamaan dan jiwa korsa penyuluh pertanian mendorong motivasi kerja dalam mendukung keberhasilan Swasembada kemandirian dan kedaulatan pangan. Ribuan Penyuluh Pertanian se Jawa Barat ikuti Jambore Penyuluh Pertanian yang digelar oleh Dewan Pengurus Wilayah Perhiptani Jawa Barat, di Kampus SMK-PN (SPP-SPMA) Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu-Kamis (15-16/11/2017). Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Ir. Hendy Jatnika, MM menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan jambore penyuluh pertanian tahun 2017 yang diprakarsai oleh DPW Perhiptani Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/11/2017). Dalam sambutannya, mengatakan bahwa penyuluh pertanian sebagai mitra sejajar pelaku utama yang mempunyai peran strategis dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan, papan dan bahan industri, memperluas lapangan kerja dan lapangan usaha dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya petani pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan serta yang berjalan saat ini yaitu sektor tanaman pangan UPSUS PAJALE yang meliputi komoditi padi, jagung dan kedele dan UPSUS bawang merah dan cabe (BABE) serta peternakan adalah UPSUS sapi indukan wajib buntung (SIWAB). Ketua panitia Yoyo Sutaryo, SPKP dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan tersebut adalah memberikan Informasi teknologi pertanian yang nantinya di jadikan acuan dalam melaksanakan tugas pegawalan dan pendampingan poktan di masing- masing wilayah kerjanya, sebagai bahan evaluasi dan penggalian gagasan yang dapat dijadikan pembanding dalam penyelenggaran penyuluhan dan untuk mensosialisasikan Program Pemerintah. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan acara dialog interaktif yang diikuti oleh 1.001 penyuluh pertanian yang terdiri dari penyuluh PNS, THL TBPP dan THL TBPPD. Hadir dalam acara tersebut selaku narasumber, antara lain Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Ir. Fat'han A Rasyid, M.Ag; Ir. Mulyono Machmur, MS Ketua Dewan Pembina DPP Perhiptani; Hj. Rosmah Dewi Asmarani, S.H., M.AP. Kepala Bagian Dokumentasi Hukum, Pembinaan dan Pengawasan Produk Hukum. Ir. Sukmaya, M.Si sebagai Koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPW Perhiptani Jawa Barat memandu acara dialog interaktif tersebut. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Ir. Fat'han A Rasyid, M.Ag mengatakan Jambore Penyuluh Pertanian di Provinsi Jawa Barat menjadi ajang motivasi untuk optimalisasi kinerja penyuluh. Menurutnya, Indonesia kini krisis penyuluh pertanian. Sebab, dari 75 ribu desa se-Indonesia, hanya ditopang 51 penyuluh pertanian. "Masih kurang 36 ribu penyuluh pertanian, sebab idealnya satu desa terdapat satu penyuluh". Ir. Mulyono Machmur, MS Ketua Dewan Pembina DPP Perhiptani mengatakan bahwa penyuluh pertanian merupakan tugas pokok salah satu metode pemberdayaan dan pembelajaran bagi petani dengan sistem pendidikan non formal yang terus kita bangun, pengaturan sistem penyuluhan meliputi pengembangan SDM dan peningkatan nilai sosial serta SDM yang maju dan tangguh yang akhirnya dapat memberikan kontribusi yang besar serta nilai tambah pada pembangunan di sektor pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan di Provinsi Jawa Barat. "Diharapkan peranan penyuluhan yang tanggap terhadap persoalan ditingkat lapangan, untuk itu fungsi penyuluh dapat dimaksimalkan efektif, efesien, terpadu dan terkoordonasi", tambahnya. Hj. Rosmah Dewi Asmarani, S.H., M.AP. Kepala Bagian Dokumentasi Hukum, Pembinaan dan Pengawasan Produk Hukum mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan kembali menata kelembagaan penyuluhan pertanian provinsi/ kabupaten/ kota sesuai Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri tanggal 8 Nopember 2017 Nomor 520/9340/OTDA tentang pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang penyediaan aparaturnya menjadi kewenangan pemerintah pusat serta penguatan fungsi penyuluh pertanian dan penyuluh kehutanan. Selain dialog interaktif, kegiatan jambore penyuluh juga dimeriahkan berbagai acara perlombaan antar penyuluh kabupaten/kota antara lain lomba praktek menyuluh, lomba kreativitas agro inovasi teknologi, lomba roleplay komedian suka duka penyuluh, lomba senam, pentas seni dan renungan malam. Ketua DPW Perhiptani Provinsi Jawa Barat Ir. H. Arifin, MSi dalam acara penutupan jambore pada hari Kamis (16/11/2017), menyampaikan bahwa program pembangunan pertanian dapat dicapai artinya, penyelenggaraan penyuluhan pertanian merupakan barisan terdepan dalam menggerakan pelaku utama dan pelaku usaha disektor pertanian, perkebunan dan peternakan di Provinsi Jawa Barat. (Roby Prayoga)