Hampir setiap tahun Provinsi Jawa Barat melalui Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan selalu mengadakan Temu Teknis Penyuluh Tingkat Provinsi. Bila tahun-tahun sebelumnya temu teknis ini hanya diwakili oleh beberapa Penyuluh saja, namun tahun sekarang Tahun 2016 pertemuan teknis diikuti oleh enam ribu Penyuluh se Provinsi Jawa Barat.Pertemuan teknis ini diselenggarakan di sasana budaya Sabilulungan komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung pada tanggal 25 Agustus 2016. Thema Pertemuan Teknis ini adalah Penyuluh Ngajihi Ngarojong Jabar Kahiji (Penyuluh Bersatu Mendukung Jabar Kesatu). Dalam laporannya Sekretaris Bakorluh Provinsi Jawa Barat mengemukakan bahwa tujuan dilaksanakannya pertemuan ini antara lain mensinergikan program pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Selain itu mengharapkan melalui pertemuan ini para Penyuluh sebanyak 6.000 orang mampu memotivasi petani untuk dapat meningkatkan produksi pertanian, perikanan dan kehutanan. Pertemuan teknis ini dihadiri oleh Kodam Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, Bupat Bandung, Bupati Tasikmalaya dan SKPD tingkat Provinsi Jawa Barat serta utusan dari Provinsi Jawa Timur yang ingin menyaksikan pertemuan seluruh Penyuluh se Provinsi. . Bupati Bandung Bapak Dadang Naser dalam sambutannya menyatakan bahwa Kabupaten Bandung masih mempunyai lahan pertanian sekitar 176.000 ha dengan jumlah Penyuluh sebanyak 81 orang dan jumlah desa 281, sehingga sangat membutuhkan Penyuluh. Produksi pertanian secara nasional banyak yang berasal dari impor seperti beras, jagung, kedele semuanya dari luar termasuk garam pun dari India. Kita harus instrospeksi apa kekurangannya, sehingga kita dapat memperbaiki kekurangan tersebut untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi impor bahkan stop impor. Kita harus evaluasi manajemen secara keseluruhan untuk bagaimana mensejahterakan petani sebagai pelaku usaha. Untuk mensejahterakan petani salah satunya adalah bagaimana manajemen pola tanam, jangan sampai semua petani menanan komoditas yang sama. Kalau seperti ini dilakukan terus menerus petani tidak akan memperoleh pendapatan yang optimal, karena sudah pasti harga komoditas tersebut akan anjlok. Untuk itu perlu pengaturan pola tanam yang baik. Bila berkaca pada pembanunan pertanian di Amerika Serikat, setiap komoditas sudah ditentukan luasannya hal ini untuk menjaga harga ditingkat petani yang layak dan menguntungkan. Sehingga bila terjadi kelebihan luas tanam komoditas tertentu, maka sangsinya dihancurkan atau dibakar dan petani tidak mendapat klaim. Untuk membangun pertanian, perikanan dan kehutanan yang tangguh peran penyuluh sangat strategis dalam pembangunan tersebut. Kabupaten Bandung pun merupakan penymbang terbesar komoditas sayuran termasuk kopi yang sudah diketahui oleh konsumen di luar negeri. Bapak Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat dalam pengarahannya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Pahlawan Pangan para Penyuluh baik PNS, THL dan Swadaya, karena kerja kerasnya yang tanpa pamrih telah mengantarkan Gubernur Jawa Barat meraih tiga kali penghargaan tingkat nasional di bidang pangan dan pertanian. Dalam bidang pertanian Provinsi Jawa Barat selalu terbesar di Nasional, hanya pada tahun kemarin Jawa Barat dibawah Provinsi Jawa Timur, hal ini terjadi akibat kekeringan yang melanda secara nasional. Namun alhamdulillah pada tahun sekarang Tahun 2016 berdasarkan ARAM (Angka Ramalan) dari BPS Jawa Barat berada diurutan pertama lagi. Ini semua berkat kerja keras para pahlawan pangan, para penyuluh.Potensi Pertanian di Jawa Barat akan dikembangkan secara lebih spesifik lagi, seperti palawija dikembangkan di Jawa Barat bagian tengah, sayuran di Jawa Barat Selatan, sedangkan padi di pantai utara seperti Kabupaten Indramayu, Subang dan Karawang. Kabupaten Indramayu saat ini merupakan penghasil pangan (beras) terbesar di Jawa Barat. Demikian pula dengan komoditi perikanan dan kehutanan, untuk komoditas kehutanan Jawa Barat sudah mempunyai komoditas unggulan nasional selain teh juga kopi. Komoditas ini sudah mengalahkan kopi yang dihasilkan dari negera-negara lain. Enam jenis kopi dari sebelas jenis kopi di dunia diantaranya dihasilkan dari Jawa Barat tepatnya dari Kabupaten Bandung. Pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan harus seimbang, jangan sampai kita membangun tapi merusak lingkungan. Oleh karena itu para penyuluh harus terus menerus memotivasi petani untuk menjaga lingkungan. Pada daerah yang berbukit jangan menanan sayuran diatas kemiringan 30 %, hal ini sangat merugikan dan dapat membahayakan terjadinya longsor. Petani diajak untuk menanam kopi dan sekaligus menjadi program reboisasi. Untuk menunjang program kopinisasi ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan bibit kopi gratis sebanyak 5 juta pohon untuk petani. Demikian juga pembangunan Daerah Aliran Sungai harus diutamakan agar air sungai tetap bersih dan tidak menimbulkan banjir. Bagi perusahaan yang langsung membuang limbah ke sungai tidak segan-segan untuk diperkarakan secara hukum, karena sudah mencemari lingkungan dan merusak air baku untuk masyarakat yang berada di hilir. Disamping kopi yang sudah mendunia, Jawa barat pun punya 5 andalan komoditas/teknologi yang mempunyai prospek dimasa yang akan datang. Kelima komoditas tersebut yaitu Pengendalian lalat bibit pada buah mangga gedong gincu, Pengendalian Busuk Daun pada tanaman kentang, Tepung Teh hijau, Ayam Sentul dan Sapi Pasundan. Teknologi atau komoditas tersebut harus terus disuluhkan oleh para Penyuluh agar semua masyarakat Jawa Barat dapat menerapkan dan memelihara ternak unggulan tersebut. Pembangunan Ketahanan Pangan selamanya masih menjadi perhatian, karena lahan pertanian yang ada semakin sempit, jumlah penduduk semakin bertambah, maka pangan yang dibutuhkan pun semakin banyak. Ketahanan pangan tercukupi bila kebutuhan petani dan nelayan terpenuhi. Pembangunan secara keseluruhan harus mampu menurunkan tingkat kemiskinan, harus mampu menurunkan tingkat pengangguran, harus mampu melestarikan lingkungan dan harus mampu mensejahterakan masyarakat. Keberhasilan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan tergantung pada 4 faktor yaitu : pengairan, pupuk, benih dan penyuluh. Dari keempat faktor tersebut penyuluh yang paling penting menurut para petani. Setelah semua Penyuluh THL memperoleh bantuan uang muka sepeda motor, maka pada Tahun 2017 Penyuluh Swadaya direncanakan memperoleh hal yang sama. Disamping itu disampaikan pula bahwa Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam untuk mendorong terbentuknya kelembagaan penyuluhan termasuk mendorong para THL menjadi PNS. Gubernur telah menyurati Mentan dan Menpan RB agar THL baik pusat maupun provinsi untuk diangka tmenjadi PNS. Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Barat memberikan hadiah penilaian para Penyuluh terbaik PNS, THL dan Swadaya dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan. Diantara penerima penghargaan tersebut adalah Awaludin, SP Penyuluh THL terbaik I Jawa Barat bahkan terbaik I Nasional. Selain itu para penyuluh mengharapkan Bapak Gubernur Jawa Barat untuk mengakomodasi kelembagaan penyuluhan pertanian karena Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistim Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan belum dibatalkan. (Edi Harnadi)