Loading...

Dukungan Pemerintah Antisipasi Alih Fungsi Lahan Sawah

Dukungan Pemerintah Antisipasi Alih Fungsi Lahan Sawah
Peningkatan Produksi padi yang terus di gadang-gadang selama dua tahun terakhir ini di Kabupaten Penajam Paser Utara dan di level nasional sebagai program prioritas pemerintah dengan Program Upaya Khusus (Upsus) guna mengembalikan predikat Indonesia sebagai negara agraris yang mampu berswasembada pangan seperti yang pernah di rah sebelumnya terus menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Namun bukan berarti program upsus swasembada pangan nasional di Penajam Paser Utara berjalan dengan mulus dan tanpa rintangan. Permasalahan pertama yang cukup berat dihadapi para petani di Penajam Paser Utara adalah permasalahan air. Secara umum sawah yang ada di Kabupaten penajam paser utara belum menggunakan sistem irigasi, selama ini para petani yang ada hanya memanfaatkan curah hujan sebagai sumber air untuk mengairi sawah mereka, sehingga produksi hanya dapat di lakukan satu kali dalam satu tahun, hal tersebut menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat petani padi sawah yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara Secara Umum. Terlebih dalam hampir dua tahun terakhir ini Kabupaten Penajam Paser Utara menghadapi Iklim yang tak menentu dengan Kemarau serta hujan yang sangat kurang sehingga produksi padi menurun drastis, perencanaan pembangunan irigasi oleh pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mulai santer di canangkan. Dari permasalahan tersebut sebagian besar lahan sawah di Kabupaten Penajam Paser Utara terancam beralih fungsi menjadi lahan perkebunan. Bantuan demi bantuan bagi sarana produksi maupun alat dan mesin pertanian terus di gelontorkan dari APBD II APBD I maupun APBN. Alat mesin pertanian (Alsintan) ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian padi sawah dalam proses panen, di mana setiap kali panen yang bersamaan kita sangat kekurangan tenaga kerja dan akibat terlambat panen mengurangi mutu padi yang dihasilkan. Diharapkan dengan bantuan alsintan ini panen yang dihasilkan bisa sesuai mutu, nilai jual juga bagus dan meningkatkan kesejahteraan para petani. Di PPU ada 1300 traktor tangan dengan luas tanam 10.000 ha dengan perbandingan Satu traktor untuk 10 ha. seharusnya tidak ada keluhan lagi soal pengelohan lahan. Kemudian brigade panen sejumlah 58 unit sehingga diharapkan petani ketika panen tidak lagi menggunakan sabit. melalui dukungan penuh dari pemerintah kepada petani sawah diharapkan tidak ada lagi alih fungsi lahan sawah menjadi laha perkebunan. Asisten II Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Ir. H. Ahmad Usman, M.AP dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Penajam Paser Utara sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat. Bantuan ini bisa ada karena PPU mempunyai potensi lahan yang luas dan para petani konsisten menanam padi. Harapan disampaikan kepada para penerima bantuan dapat menggunakan alat ini dengan semestinya. menjaga dan merawat agar penggunaan alat ini dapat bertahan lama. Bantuan Alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara dari pemerintah pusat sejumlah 22 unit Combine Harvester diserahkan di halaman gudang alsintan Kantor Ketahanan Pangan di Petung, pada hari Rabu 21 Desember 2016. Secara simbolis bantuan alsintan diserahkan Bupati Kabupaten PPU yang diwakilli oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Usman. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Joko DF, Kepala Ketahanan Pangan Surito, dan Perwakilan Dandim 0913 PPU. Admin Cyber Extension Kab. Penajam Paser UtaraSuriyadi, A.MdSuriyadisinaja@yahoo.co.id