E – Tani Dini (edukasi pertanian dini) Dinas Pertanian Keahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta menciptakan Inovasi yang akan menjadi Unggulan, Adapun Inovasi tersebut adalah E – Tani Dini (edukasi pertanian dini E- Tani Dini adalah : Konsep kegiatan pertanian perkotaan dengan model pembelajaran anak sekolah (Outing Class) tentang budidaya tanaman pertanian. Dilaksanakan dengan kerja sama antara Dispertan KP dan P dengan sekolah, baik PAUD, TK maupun Sekolah Dasar. Latar Belakang E – Tani Dini Permasalahan : Surakarta merupakan kota padat penduduk dg luas 44 KM2.Lahan pertanian terbatas ± 90 ha. Sektor pertanian bukan sebagai mata pencaharian . Potensi : Ada kelompok tani tanaman pangan sebanyak 7 kelompok.Ada kelompok tani yang memanfaatkan lahan sempit dengan budidaya sayur & pengolahan hasilnya sebanyak 40 kelompok . Tindak Lanjut : Sejak 2014 Dinas Pertanian mengembangkan pertanian perkotaan di lahan sempit dengan sistem vertikulturdan potisasi.Bantuan tanaman dan prasarana ke sekolah Adiwiyata.Pada th 2017 digagas kerjasama dg sekolah untuk mendukung sekolah hijau yg ditindak lanjuti dengan MOU .Tahun 2018 akan dikembangkan lagi dg pemanfaatan lahan Dinas sebagai tempat edukasi mini Apa Inovasinya ?? : Melaksanakan kegiatan pertanian yang sasaran nya bukan petani tetapi anak didik sekolah sesuai dengan kondisi di perkotaan.Dengan pelaksanaaan E – Tani Dini sekolah menjadi lebih berwawasan lingkungan dan anak didik dapat menghargai proses dalam mendapatkan makanan yang bergizi Tahap Persiapan: Kerjasama (MOU) dbuat antara Kepala Sekolah dengan Kepala Dispertan, KP dan P Sosialisasi ke sekolah à berminat à mengajukan permohonan ke Dinas Pemangku Kepentingan : Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan : Kepala Dinas Sekretaris Dinas Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kasie Produksi, Perlindungan dan Penyuluhan Kasie Pengolahan, Pemasaran, Sarana dan Prasarana Staf bidang Penyuluh Sekolah : Kepala Sekolah, Guru dan Murid Implementasi Inovasi : Sebelum 2017 à hanya memberikan bantuan tanaman & sarananya ke sekolah à kurang berkelanjutan à tidak ada yang memelihara & anak didik tidak dilibatkan Tahun 2017 à memberikan bantuan sekaligus pembelajaran ke anak didik à anak-anak terlibat dalam pemeliharaan à anak-anak peduli dan mencintai lingkungan Manfaat Inovasi Bagi Dinas : Mengembangkan program pertanian tidak hanya ke petani tetapi juga ke anak sekolah dalam membentuk karakter untuk lebih peduli dalam mendukung ketersediaan pangan yang sehat dan bergizi Bagi Sasaran : Menjadikan sekolah berwawasan lingkungan dan anak didik yang lebih mengenal budidaya pertanian di kota yang mungkin jarang ditemui Keberlanjutan Inovasi : Inovasi akan berlanjut dengan menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah sehingga dapat dilaksanakan pembelajaran baik sekolah maupun di dinas apabila sarana dan prasarana edukasi sudah tersedia di tahun 2018 Kendala dan Solusi : Kendala : Keterbatasan dana untuk bahan percontohan di sekolah dan Solusinya adalah Penggalangan dana Dampak Sekolah-sekolah di Kota Surakarta menjadi berwawasan lingkungan Pertanian perkotaan lebih berkembang di semua lini masyarakat dan Harapanya adalah : E – Tani Dini berhasil dan semua sekolah yang ada di Surakarta memanfaatkan kerjasama dengan Dispertan KP dan P .Dapat menjadi percontohan di Kota kota lain .