Loading...

EDUKASI PERTANIAN

EDUKASI PERTANIAN
kelompok Shinta Mina Pilahan Rejowinangun Kotagede Yang tergabung dalam kelompok Kampung Wisata Agro berdiri telah lama awalnya berkiprah dalam komoditas pertanian secara luas dimana masyarakat semua bergerak ikut dalam kegiatan meramaikan kelompok dengan keahlihanya masing masing,kelompok ini sebagian besar atau semuanya dianggotai oleh ibu ibu dengan tingkat pengetahuan dan umur yang relatip tua. KWT Shinta Mina sejak tahun 2013 namanya sudah mulai terkenal seiring dengan program pemerintah yakni lomba APN tingkat kelurahan dimana KWT Shinta Mina menjadi ikon dan berbarengan dengan dapat program KRPL seperti gayung bersambut ,kelompok ini sebagai penopang keberhasilan APN,kelanjutan dari kegiatan ini kunjungan demi kunjungan silih berganti dari seluruh penjuru Indonesia hal ini melihat dari viral yang ada masuk website Kelurahan Rejowinangun, kunjungan kalau dikalkulasi rata rata setiap bulan 5 kali dengan jumlah rombongan maksimal 200 orang dan sedikitnya 15 orang,tentunya dengan padatnya jadual kunjungan ini memberikan dampak positip bagi kelompok salah satunya ada nilai tambah untuk kelompok yang berupa finansiil. Paket paket kunjungan di kelompok Shinta Mina ditetapkan ada beberapa pilihan antara lain kunjungan dengan paket snack minum @ Rp.7.500 paket makan minum dibandrol @ Rp.15.000/orang kalau hanya kunjungan saja tanpa makan minum kasih kas Rp.200.000. daftar ini kami tawarkan terlebih dahulu untuk tamu yang akan datang. Kelompok tani Shinta Mina menjual pengetahuan untuk masyarakat luas dan tempat magang bagi siapapun yang menghendakinya tentunya dengan kesepakatan bersama,akhir akhir ini yang sering kunjungan adalah anak anak sekolah mulai TK sampai perguruan tinggi,dimana materi yang kami sampaikan tentu berbeda ,kalau tingkat taman kanak kanak hanya memperkenalkan berbagai jenis tanaman dan penjelasanya sambail praktek,untuk tingkat SD SMP.SMA kami tawarkan pada sekolah mau model apa yang dikehendakinya biasanya biasanya menanam dari penjelasan media tanam memindahkan bibit kepolybag sampai merawat dan menyiram,dan untuk tingkat SMA dan Mahasiswa adalah yang terutama prospek tanaman sayuran serta hambatan hama dan penyakit yang ada,perlu diketahui sekarang zonasi edukasi semacam ini di Kota Yogyakarta mulai tumbuh banyak sehingga masyarakat banyak pilihan untuk menggunakan tempat kegiatan tersebut Seiring dengan program kampung wisata Agro semua kelompok yang tergabung didalamnya ikut menopang untuk mensukseskan keberadaan kampung agro dengan menjaul destinasi tempat selvi yang dulu edukasi sekarang ditambah hal ini mengingat permintaan masyarakat destinasi merupakan program dimana kelompok tidak menjual produk tapi menjual tempat untuk aktifitas masyarakat kalau kami menjual produk sayur tentu tidak akan dapat mengimbangi produk sayur dari luar kota,yang kami jual adalah bibit sayur kalau ada yang beli sayur biasanya dengan potnya atau polybag tentunya dengan kemasan atau bungkusan yang menarik perhatian baik tanamanyamaupun wadahnya. Pemasukan kelompok kami adalah dari edukasi dan menjaul tanaman sayur dengan bekerjasama dengan kelompok produsen sayur disekitarnya sebagai penyangga manakala kami kekurangan,kerjasama ini kami rintis untuk menghidupkan kelompok yang tidak dapat menjual produknya dengan adanya program ini mereka akan terbantu,komunikasi serta keterbukaan dan kepercayaan merupakan modal utama guna keberhasilan program tersebut. Sekali lagi mari kita berinivasi kelompok tani kota dengan cara memasarkan lewat viral medsos tentunya harus didukung dengan sumberdaya yang ada baik perangkat kerasnya maupun perangkat lunak,dipahamkan pada kelompok bahwa kedepan kelompok kota akan dibawa pertanian perkotaan dengan berbagai destinasi unggulan masing masing