komoditas ubi kayu merupakan salah satu sektor penting bagi perekonomian penduduk indonesia, berdasarkan data luas lahan ubi kayu yang ada di desa negara bumi kecamatan sungkai tengah sebanyak 430 ha, dan keragaman ekosistem, peluang pengembangkan budidaya berbagai tanaman sangat besar dan sampai saat ini sektor pertanian belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan keluarga petani.dalam perekonomian nasional khusus untuk ubi kayu terus menurun karna dianggap bukan komoditas unggulan /prioritas sehingga kurang mendapat dukungan investasi baik dari sisi penelitian dan pengembangan penyuluhan, pengadaan sarana dan prasarana. serta dalam pengaturan dan pelayanan akibatnya produktifitas kurang meningkat secara nyata. budidaya ubi kayu tidak hanya bermanfaat untuk pemanfaatan lahan terutama lahan kering dan margin ( tingkat kesuburan dan kecukupan air kurang) tetapi kegiatan budidaya yang berhasil akan mendorong terwujudnya program ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan. persoalan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya ubi kayu adalah tingginya biaya produksi, terutama dalam biaya pemeliharaan ubi kayu , melalui pemberian herbisida herbisida kontak dan pra tumbuh dapat mengurangi biaya penyiangan . metode penyiangan waktu mengerjakan tanah sebaiknya pada waktu musim panas di mana keadaan tanah tidak becek atau berair, agar struktur tanah tidak rusak . tujuan pengolahan tanah adalah agar tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar dan umbi berkembang dengan baik. setelah ditanam 2 – 3 hari, untuk menguranggi biaya penyiangan secara manual. maka disinilah kita perlu jeli untuk bisa mengetahui caranya bagaimana agar biaya penyiangan bisa di pangkas maka inilah caranya: lakukan penyemprotan dengan mengunakan herbisida kontak yang gunanya untuk menekan / membasmi perkembangan gulma pra tumbuh. mengunakan pembeku yang gunanya untuk mematikan bijian rumput yang akan tumbuh, sehingga tidak jadi tumbuh. ukuran / takaran penyemprotan herbisida kontak 80 cc pembeku 100 cc / bila bubuk 6 sendok makan ketiga bahan tersebut dilarutkan dalam 15 liter air setelah 1 bulan dilakukan pemupukkan setelah 4 bulan barulah gulma tumbuh, ini juga tidak akan banyak di sinilah kita melakukan penyemprotan lagi dengan herbisida sistemik pada perlakuan inilah kita dapat menekan biaya penyiangan bisa di pangkas 50 – 60 % dari biaya penyiangan secara manual. baru kita lakukan pemupukkan kedua bila penyiangan manual biayanya rp 4.200.000,- ( 2 x penyiangan ) / ha dengan herbisida herbisida kontak 5 liter x 70.000 = 350.000 pembeku 1 kg x 150.000 = 150.000 jumlah = 500.000 upah nyemprot 3 org = 300.000 total = 950.000 / i kali penyiangan 2 kali penyiangan = 1.900.000,- demikianlah pemaparan cara menguranggi biaya penyiangan, semoga bisa menginpirasi pelaku budidaya ubi kayu dan sedikitnya bisa menekan biaya pembeliharaan sekian trimakasih. (lilik aryani, sp)