EKSISTENSI KELOMPOKTANI JAYA UTAMA II KABUPATEN BOJONEGORO, DITENGAH PADEMI CORONA (COVID-19),
Di tengah badai virus corona (covid-19) sedang mewabah di bumi nusantara, Kelompoktani Jaya Utama II yang berdomisili di desa Trucuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro JawaTimur telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung penyedian pangan melalui panen padi. Dengan menggunakan varitasImpari 32 dengan luas lahan 0.5 hektar yang dimiliki oleh Listiyo budi bisa panen dengan provitas 8 ton per hektar dengan harga GKS 4400/kg combine. Kondisi ini sangat membanggakan karena kegiatan pertanian khususnya di kelompok tani Jaya Utama II tetap berjalan di tengah pademi virus corona (covid -19). Mengapa hal ini bias terjadi, karena lahan pertanian umumnya berada di zona hijau dimana sinar matahari di lahan pertanian berlimpah. Sinar matahari (ultraviolet) inilah yang membuatcovid-19 tidakaktif. Dengan demikian usahatani mereka tetap eksis, tentunya ini akan sangat mendukung salah satu tujuan pembangunan pertanian khususnya dalam menyedikan pangan bagi 267 jutapenduduk di Indonesia. Berkat bimbingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan Ibu Wamik yang bertugas di wilayah kerjanya dan dikordinir oleh Ibu Sri Sumi Setyorini, SP selaku Kordinator Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro, kelompoktani Jaya Utama II ini tetapbekerja di lahan pertanian dengan penuh semangat dengan jaga jarak (social distance). Hal ini dibuktikan dengan optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian khususnya combine bantuan dari Kementerian Pertanian untuk panen padi. Ada beberapa manfaat penggunaan alat ini, selain waktunya cepat, lebih efisien dan tidak banyak tenaga kerja pemanen yang digunakan, juga sekaligus meghindari dan pencegahan penularan virus corona (covid-19). Kondisi ini tentunya sejalan dengan imbauhan Menteri Pertanian RI Syarul Yasin Limpo agar SDM pertanian untuk tetap bekerja di lahan pertanian dengan semangat dan melaksanakan seruan pemerintah dalam pencegahan penularan virus corona (covid-19). Kondisi ini diperkuat oleh Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, agar para penyuluh untuk mendorong petani tetap produktif dalam upaya penyediaan pangan dan memanfaatkan jejaring KOSTRATANI/KOSTRADA/KOSTRAWIL/KOSTRATANAS melalui AWR, AOR. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung kinerja petani penggarap dan buruh tani untuk tetap bekerja di sawah dan penguatan BPP sebagai Kostratani di tingkat kecamatan. Oleh Sri Sumi-Penyuluh Kab.Bojonegoro