Penggoli (27/11/2019)- Konsumsi sayur-sayuran dalam setiap rumah tangga sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi setiap anggota rumah tangga tersebut. Para emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Kelurahan Penggoli menyadari hal tersebut sehingga melakukan usaha budidaya sayuran di pekarangannya masing-masing.Sayur-sayuran merupakan tumbuhan yang dapat dibudidayakan berbentuk daun, batang, buah dan biji yang memiliki banyak manfaat penting bagi tubuh manusia karena memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik serta dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran merupakan sumber penting dari banyak nutrisi termasuk di dalamnya potasium, asam polat, serat makanan, vitamin A, vitamin E, dan vitamin C. Manfaat lain dari banyak konsumsi sayur-sayuran dapat melindungi tubuh dari beberapa penyakit kronis semacam kanker, jantung dan stroke.Kegiatan budidaya sayur-sayuran yang dilakukan oleh emak-emak di KWT Mekar Sari disamping karena ingin dikonsumsi atas kesadaran manfaatnya yang telah diketahui setelah mendapatkan informasi dari sosialisasi yang dilaksanakan oleh puskesmas pontap sebagai wilayah binaan. Hal lain adalah kegiatan budidaya sayuran dilakukan karena para emak-emak merasa bahwa dengan menanam sayur-sayuran di pekarangannya, mereka tidak membeli lagi sayur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Menurut ibu Darti Nurlang-ketua KWT Mekar Sari Kelurahan Penggoli Kecamatan Wara Utara, “ Setelah menanam sayur di pekarangannya, biaya untuk membeli sayur sebanyak Rp. 10.000 – 15.000 per hari tidak lagi dikeluarkan. Dengan demikian dapat menghemat pengeluaran keuangan yang dilakukan selama ini”. Apalagi setelah mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari penyuluh pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Palopo serta Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, para emak-emak ini semakin bersemangat untuk melakukan penanaman sayur-sayuran.Kegiatan budidaya sayur-sayuran dilakukan oleh para emak-emak KWT Mekar Sari dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Bagi yang memiliki lahan dilakukan dengan penanaman sayuran di lahan tersebut, tapi bagi yang tidak memiliki lahan atau hanya lahan sempit melakukan penanaman dengan mengunakan media polybag atau kantong-kantong bekas (minyak kelapa dan produk pangan lainnya) dan pot. Berbagai macam jenis sayuran yang dibudidayakan oleh para emak-emak KWT Mekar Sari antara lain kangkung, bayam, terong, tomat, cabe, sawi, seledri, daun bawang dan daun kacang. Cara budidaya sayuran yang dilakukan para emak-emak ini tanpa menggunakan bahan-bahan input yang berasal dari bahan-bahan kimia tapi menggunakan bahan-bahan organik berupa kompos dan pupuk kandang serta pestisida nabati. Sehingga produk sayuran yang dihasilkan dapat dikategorikan sayur organik. Pemanfaatan pekarangan dengan melakukan budidaya sayur-sayuran sangat perlu diapresiasi utamanya bagi masyarakat yang bermukim di wilayah perkotaan dalam upaya ketahanan pangan rumah tangga. Dengan demikian para rumah tangga terpenuhi kebutuhan gizi anggota keluarganya dan pada akhirnya masyarakat tidak kekurangan gizi atau terjadi stunting.(Penulis : ANDI DETTIARISI, SP_ PENYULUH PERTANIAN MADYA BPP WARA UTARA)