Hari Krida Pertanian atau yang lebih dikenal sebagai HKP lahir pertama kali di Balai Latihan Cihea Cianjur 44 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 21 Juni 1972. Pada sat itu para Kontak Tani se Indonesia berkumpul untuk bermusyawarah membangun pertanian di masa yang akan datang. Salah satu hasil musyawarah tersebut adalah menetapkan kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) selama satu bulan dari tanggal 21 Juni sampai 21 Juli setiap tahunnya.Hari krida ini bermakna pertemuan petani atas jerih payah selama menekuni kegiatan usahataninya, rasa syukur atas berkah hasil panen yang melimpah, memperoleh tabungan untuk kegiatan usahatani berikutnya dan persahabatan diantarapara petani. Pada Bulan Juni pun dianggap masa istirahatnya petani,sehingga ada waktu luang untuk saling berbagi informasi.Seperti pada tahun-tahun sebelumnya HKP Tahun 2016 ini diselenggarakan di Kabupaten Karawang tepatnya di Kampung Budaya Desa Wadas Kecamatan Teluk Jambe Timur dari tanggal 1 Juni 2016 sampai 4 Juni 2016. Kabupaten Indramayu mengirimkan kontingan sebanak 41 orang KTNA termasuk pendamping.Pada acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Ketua PKK Jawa Barat, Perwakilan dari Badan Penyuluhan dan Suberdaya Manusia Pertanian, Para Kepala OPD Tingkat Jawa Barat, Ketua Kelompok KTNA Jawa Barat dan Bupati Karawang. Dalam sambutannya Ibu Ketua PKK, penduduk Jawa Barat terbesar secara nasional hampir seper lima penduduk Indonesia ada di Jawa Barat. Begitu pula dengan prestasi-prestasi yang didapat Jawa Barat. Penduduk yang besar ini tentunya memerlukan pangan yang besar pula, karena pangan merupakan kebutuhan . Pangan merupakan kebutuhan dasar walaupun negara-negara mereka merupakan negara abesar tetap pangan sangat dibutuhkan.HKP merupakan wujud syukur petani kepada KhaolikNya atas keberhasilan dalam usahatanina. Kita selalu terus menerus meningkatkan produksi. Jangan sampai terjadi tikus mati di lumbung padi, jangan sampai terjadi gizi buruk, Padahal di sekitar kita banyak pangan alternatif seperti ubi kayu, ubi jalar, ganyong, gadung dan lain-lainnya. HKP bukan hanya untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani tetapi juga untuk ketahanan pangan keluarga. Jangan sampai bapak petani anak-anaknya tidak sekolah. Anak-anaknya harus lebih pinter, harus lebih cerdas dari orang tuanya u8ntuk membangun pertanian. Sekarang ini produk-produk pertanian Indonesia semakin terdesak oleh produk pertanian dari luar negeri. Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa HKP merupakan hari keceriaan bagi petani, hari kegembiraan bagi petani atas hasil pertanian yang telah diperolehnya. Jawa Barat merupakan penghasil beras terbesar di Indonesia. Hampir 4 juta ton beras per tahun dihasilkan petani Jawa Barat. Belum lagi pada saat ini ada 9.000 ha tanaman padi ke tiga kalinya di Kabupaten Indramayu. Produksi hasil pertanian yang tinggi diharapkan dapat pula meningkatkan kesejahteraan para petaninya. Kopi di Jawa Barat tercatat nomor 1 dan 2 sedunia, dengan pamor ini telah mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi yang ada di Kabupaten Garut. Namun di lain pihak kita masih terkendalai dengan harga daging sapi yang relatif tinggi, padahal daging kambing / domba cukup banyak. Oleh karena itu kita jangan hanya memilih daging sapi tetapi mengkonsumsi daging yang ada saja. Kegiatan HKP ini yang diselengarakan di Kampung Budaya meliputi rembug KTNA Jawa Barat, Temu Profesi Penyuluh Pertanian, karya wisata, dan 12 lomba keterampilan petani yaitu : asah terampil, inovasi teknologi, kupas kelapa, menaksir berat kambing, menentukan jenis kelamin itik, bongkar pasang traktor, okulasi mangga, dan baca puisi stand up komedi. Kabupaten Indramayu mengirimkan Ketua Kelompoktani sebanyak 41 orang termasuk pendamping kabupaten dan mengikuti semua lomba.Kontingen Kabupaten Indramayu settiap kegiatan HKP selalu mengikuti semua jenis lomba, namun hasilnya masih belum memuaskan. Seolah-olah kontingen Kabupaten Indramayu anak bawang yang asal ikut. Namun perbaikan-perbaikan selalu terus menerus dilakukan dan pada HKP Tahun 2016 ini dari 12 lomba yang diikuti kontingen Kabupaten Indramayu, Alhamdulillah dua lomba melaju kefinal yaitu lomba asah terampil dan menentukan jenis kelamin itik. Peserta kita di lomba asah terampil masih belum hoki karena menempati urutan ke empat dari lima peserta. Peserta Kabupaten lain ternyata lebih siap lagi dari kita. Sedangkan lomba menentukan jenis kelamin itik, peserta Kabupaten Indramayu menempati peringkat pertama. Emas pertama bagi kontingen Indramayu setelah satu dasa warsa kegiatan HKP selalu nihil. Walaupun belum semua lomba kita menempati peringkat pertama, tapi semangat juang yang telah diperlihatkan kontingen Kabupaten Indramayu patut dibanggakan. Semoga ke depan kita semua harus berlatih, berlatih dan berlatih terus sebelum HKP diselenggarakan. Hanya dengan persiapan yang matang keberhasilan akan kita raih dengan sempurna. Selamat kepada pak Kaedi yang telah mengangkat pamor Kabupaten Indramayu di tingkat Jawa Barat. Terima kasih kepada semua kontingen Kabupaten Indramayu yang telah memperlihatkan tanggungjawabnya, memperlihatkan kegigihannya pantang menyerah dalam mengikuti jenis kegiatan yang dilombakan. Mari kita raih kesuksesan yang lebih besar di HKP yang akan datang bukan saja satu atau dua emas bahkan lebih dari dua emas sehingga Kabupaten Indramayu memperoleh juara umum (Edi Harnadi)