Loading...

EMPAT VARIETAS UNGGUL UBIKAYU UNTUK PANGAN

EMPAT VARIETAS UNGGUL UBIKAYU UNTUK PANGAN
Ubikayu (Manihot esculenta) atau dikenal juga dengan sebutan singkong, merupakan salah satu sumber pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas tanaman penghasil sumber bahan pangan karbohidrat. Sebagian masyarakat Indonesia secara turun temurun telah mengenal beberapa jenis umbi-umbian sebagai sumber pangan pokok yang dapat dijadikan pengganti beras. Masayarakat di Desa Cirendeu, Cimahi Jawa Barat misalnya, sejak tahun 1924 warga di desa tersebut menjadikan ubikayu sebagai makanan pokoknya.Pemanfaatan ubikayu sebagai sumber pangan dapat menjadi pilihan untuk mengurangi konsumsi beras. Dalam pemanfaatannya, selain sumber pangan, ubikayu juga merupakan salah satu bahan baku berbagai industri (bahkan sebagai bahan baku bahan bakar motor). Untuk memenuhi kebutuhan ubikayu sebagai bahan pangan, penting memperhatikan jenis atau varietas ubikayu yang paling sesuai sebagai bahan pangan. Beberapa kriteria varietas ubikayu untuk bahan pangan, khususnya yang dikonsumsi secara langsung, diantaranya memiliki rasa yang enak, pulen, serta kandungan asam sianida (HCN) rendah. Berdasarkan tingkat kandungan asam sianida, ubikayu dikelompokkan menjadi dua, yaitu ubikayu manis dengan kandungan HCN kurang dari 40 miligram per kilogramnya, dan ubikayu pahit dengan kandungan HCN lebih dari 40 miligram per kilogramnya. Kandungan asam sianida yang tinggi dapat menyebabkan keracunan, baik bagi manusia maupun bagi hewan. Ubikayu jenis ini sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi segar. Dalam memilih suatu varietas ubikayu, selain pertimbangan rasa dan kandungan HCN, juga penting memperhatikan umur panen, hasil yang dapat diperoleh, serta ketahanan terhadap serangan hama penyakit tertentu. Berikut ini empat (4) varietas unggul ubikayu yang telah dilepas Kementerian Pertanian yang sesuai untuk bahan pangan, yaitu: Adira 1, Malang 1, Malang 2, dan Darul Hidayah. Berikut sifat-sifat yang dimiliki keempat vairetas tersebut. Adira 1Varietas Adira 1 mulai dilepas Kementerian Pertanian pada tahun 1978. Varietas ini dapat dipanen pada umur 7-10 bulan setelah tanam. Varietas Adira dapat menghasilkan 22 ton umbi untuk setiap hektarnya. Varietas ini memiliki kadar pati yang cukup tinggi, yaitu mencapai 45% dari bobot, dengan kadar asam sianida cukup rendah, yaitu 27,5 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas Adira1 tidak pahit, sangat sesuai untuk pangan. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap serangan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), serta memiliki ketahanan terhadap serangan bakteri hawar daun, penyakit layu Pseudomonas solanacearum dan Xantomonas manihotis. Malang 1Ubikayu varietas Malang 1 dilepas sejak tahun 1992. Varietas inidapat dipanen pada umur 9-10 bulan setelah tanam, dengan hasil umbi yang bisa diperoleh mencapai 36,5 ton per hektarnya. Varietas Malang 1 memiliki kadar pati sekitar 32-36%, dengan kadar asam sianida kurang dari 40 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas Malang 1 tidak pahit, sangat sesuai untuk pangan. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap serangan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), serta toleran terhadap penyakit bercak daun (Cercospora sp.). Varietas Malang 1 ini memiliki adaptasi yang cukup luas. Malang 2Varietas Malang 2 dilepas pada tahun 1992. Umbi varietas ini dapat dipanen pada saat tanaman berumur 8-10 bulan, dengan hasil yang dapat diperoleh mancapai 31,5 ton per hektarnya. Vaietas Malang 2 memiliki kandungan pati 32-36%, dan handungan HCN kurang dari 40% miligram per kilogram.Memiliki sifat relatif sama dengan varietas Malang 1, umbi ubikayu varietas Malang 2 tidak pahit, sangat sesuai untuk pangan. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap serangan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), serta toleran terhadap penyakit bercak daun (Cercospora sp.). Darul HidayahVarietas Darul Hidaya dilepas pada tahun 1998. Umbi varietas ini dapat dipanen pada saat tanaman berumur 8-12 bulan. Umbi yang diperoleh varietas ini paling tinggi disbanding tiga varietas lainnya, yaitu mencapai 102,1 ton per hektar. Kadar pati yang terkandung dalam umbi ubikayu varietas Darul Hidaya berkisar 25-31%, dengan kandungan HCN kurang dari 40 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas Darul Hidayah tidak pahit, sangat sesuai untuk pangan. Rasa rebusan umbi varietas ini kenyal seperti ketan, serta baik untuk pembuatan keripik. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap serangan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), serta agak peka busuk jamur (Fusarium sp.). Sumber: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. 2013. Varietas Unggul Ubikayu Untuk Bahan Pangan dan Bahan Industri. Tersedia di: http://pangan.litbang.deptan.go.id/test.php?folder=files&filename=6VUBUbikayuuntukPangandanindustri&ext=pdf Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianEmail: ume_humaedah@yahoo.com