Sabun telah dikenal sebagai pembersih. Semula sabun dibuat dengan menggunakan lemak sapi yang diberi pewangi. Perkembangan lebih lanjut teknologi dapat menemukan beberapa senyawa kimia yang dapat digunakan sabun. Sabun mampu mengangkat lemak di pakaian untuk sehingga pakaian bersih dari noda. Dibalik manfaatnya sebagai pembersih sabun juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida. Terutama kemampuannya masuk kedalam lapisan lemak, beberapa hewan hama mempunyai lapisan kulit yang bersisik dan mengandung minyak agar air tidak masuk kedalam tubuhnya. Penggunaan sabun akan mengangkat lemak ini dan memasukkan air kedalam tubuh hama. Kemampuan mengangkatlemak inilah yang dimanfaatkan dalam pestisida emulsi sabun. Diharapkan dengan menggunakan sabun, lapisan kulit terluar hama akan mengalami iritasi dan terbuka. Bila kulit terbuka otomatis sabun dapat memasukkan bahan yang dapat merusak hama dari luar. Penggunaan sabun sebagai petisida adalah sebagai racun kontak. Artinya pestisida sabun hanya bekerja dengan menyemprotkan dan mengenai tubuh hama. Bila tidak menyentuh tubuh maka tidak efektif lagi.Dalam pembuatan pestisida emulsi sabun, biasanya kita memanfaatkan minyak tanah. Minyak tanah dapat meracuni hama dengan menimbulkan iritasi di kulit, menggangu syaraf hama. Berbeda dengan sabun, minyak tanah dapat meracuni dari bau, sehingga tanpa terkena langsung namun masih membaui minyak tanah, hama akan mengalami gangguan syaraf. Sebenarnya kita dapat menggunakan minyak selain minyak tanah, dapat menggunakan minyak goreng bekas dengan cara disaring dulu. Pencampuran minyak dan sabun diharapkan dapat mengendalikan hama terutama kutu yang kulitnya hanya dilapisi oleh kutikula tipis. Kutu putih yang biasanya menyerang berbagai tanaman lebih cepat terkendali daripada walang yang mempunyai lapisan kulita yang lebih tebal. Pemanfaatan pestisdia sabun ini efektif dilakukan pagi atau sore hari, tidak disarankan pada siang hari, dikarenakan pada siang hariu stomata tanaman terbuka, dikhawatirkan larutan ini masuk kedalam jaringan tanaman sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.Karena sifatnya adalah merusak kulit dan mempenngaruhi ketahanan hama terhadap cairan dari luar, maka pestisida emulsi sabun ini dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan hama apa yang mau dikendalikan. Dibawah ini akan kami sampaikan beberapa cara pembuatan emulsi sabun. Namun yang perlu dimengerti agar mengikuti langkah-langkah dalam membuat emulsi sabun dasar dulu sebelum penguatan.Cara Pembuatan Emulsi SabunAlat dan Bahan : Ember, pengaduk, air 8 liter, sabun colek 1 kg, minyak tanah 1 liter. Usahakan ember bersih. Cara Pembuatan :1. pertama-tama masukkan sabun colek kedalam ember. 2. Setelah itu diaduk agar sabun lebih lembut, tidak ada sabun yang membentuk bongkahan, menyatu dan lembut seperti jenang. 3. Sabil terus diaduk-aduk minyak dimasukkan sedikit demi sedikit. Setiap memasukkan minyak diaduk agar minyak menyatu dengan sabun. Proses pengadukan ini harus hati-hati. Usahakan agar minyak menyatu dulu sebelum memberi minyak lagi. 4. Setelah semua minyak dapat dilarutkan dalam sabun colek maka mulai pemberian air. Pemberian air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Usahakan membentuk larutan yang menyatu, pembentukan busa menjadi pertanda pencampuran air dan sabun yang belum menyatu dengan minyak. 5. Semakin sedikit busa yang timbul semakin baik. Bila sudah membentuk larutan putih masukkan kewadah dan tutup rapat. Diamkan selama palingtidak tiga hari. Penggunaan 5 cc per liter air atau 50 cc per 10 liter air. Penguatan Emulsi Sabun dengan Cemceman TembakauAgar pestisida buatan kita lebih kuat racunnya terhadap hama, pemberian tambahan ceceman tembakau adalah salah satu upaya tersebut. Caranya adalah masukkan `1 kg tembakau dalam 20 liter air diamkan 3 hari. Ambil airnya dan simpan diwadah tertentu. Sementara itu tembakau diberi air lagi 20 liter. Dilakukan 3 - 4 kali sehingga dari 1 kg dapat didapatkan air cemceman berkisar 80 liter air cemceman. 5 liter air cemceman ditambah 5 liter air non PDAM.Tembakau mengandung nikotin sebagai racun yang menggangu susunan syaraf serangga.Penguatan Emulsi Sabun dengan Daun MimbaDaun MImba telah kita kenal mempunyai kandungan minyak atsiri yang dapoat mengendalaikan hama. Rasanya yang pahit juga dapat mempengaruhi kinerja pencernaan serangga hama. 1 kg daun mimba dimasukkan kedalam air 10 liter lalu dipanaskan. Pemanasan ini untuk mempercepat keluarnya minyak dari daun. Setelah mendidih lalu didinginkan hingga dingin, setelah dingin air disaring. Penggunaannya 250 cc air godogan mimba dicampur dengan 50 cc emulsi sabun untuk takaran 10 liter air.Efektif untuk kutu bersisik pada tanaman.Penguatan Emulsi Sabun dengan Daun PepayaDaun pepaya mempunyai kandungan papain yang dapat mempengaruhi alat pencernaan hama. Cara pembuatannya dengan mencampur 1kg daun pepaya dengan 10 liter air. Daun pepaya lebih baik dihancurkan dulu. Ditumbuk lebih bagus. Setelah dihaluskan masukkan kedalam air. Dapat ditambah mol untuk mempercepat proses pengeluaran zat anti hama dari pepaya. Setelah didiamkan 3 hari, sudah jadi. Penggunaannya 250 cc cemceman daun pepaya ditambah 50 cc emulsi sabun untuk air 10 liter.Konsentrasi bisa diperbesar sesuai keinginan dengan batasan jangan sampai merusak jaringan tanaman. Trimakasih selamat mencoba.