Loading...

ENAM VARIETAS UNGGUL UBIKAYU UNTUK BAHAN BAKU INDUSTRI

ENAM VARIETAS UNGGUL UBIKAYU UNTUK BAHAN BAKU INDUSTRI
Ubikayu (Manihot esculenta) atau dikenal juga dengan sebutan singkong, merupakan salah satu sumber pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas tanaman penghasil sumber bahan pangan karbohidrat. Selain sebagai bahan pangan, ubikayu juga merupakan bahan baku berbagai industri. Ubikayu merupakan salah satu sumber pangan yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri, mulai dari industri bahan pangan, hingga industri bahan bakar berbasis ethanol. Sebagai bahan baku industri makanan, umumnya ubikayu diproses menjadi produk antara dalam bentuk tepung dan pati. Untuk memenuhi kebutuhan industri, umumnya jenis atau varietas yang diusahakan dipilih yang memiliki peluang hasil yang tinggi, kadar kering dan patinya tinggi. Sebagai bahan baku industri, varietas yang memiliki kadar asam sianida (HCN) agak tinggi tidak menjadi masalah, karena sebagian zat tersebut akan hilang dalam proses pengolahan. Sebagai bahan baku bioetanol, selain kandungan kadar padi, kadar gula total menjadi sangat penting sebagai penentu kesesuaian sebagai bahan baku etanol.Untuk memberikan pilihan varietas yang sesuai dengan kebutuhan petani, Kementerian Pertanian telah melepas enam (6) varietas unggul ubikayu yang sesuai untuk dijadikan bahan baku industri. Keenam varietas tersebut adalah: Adira 2, Adira 4, UJ-3, UJ-5, Malang 4 dan Malang 6. Berikut informasi mengenai ciri-ciri dan sifat enam varietas ubikayu yang sesuai untuk bahan baku industri. Adira 2 Varietas Adira 2 dilepas Kementerian Pertanian pada tahun 1978. Varietas ini dapat dipanen pada umur 8-12 bulan setelah tanam. Varietas Adira 2 dapat menghasilkan 22 ton umbi untuk setiap hektarnya. Varietas ini memiliki kadar pati yang cukup tinggi, yaitu mencapai 41% dari bobot, dengan kadar asam sianida tinggi, yaitu 124 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas Adira 2 memiliki rasa pahit, sesuai untuk bahan baku industri. Tanaman Ubikayu varietas ini cukup tahan terhadap serangan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), serta memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit layu Pseudomonas solanacearum. Adira 4 Varietas Adira 4 dilepas Kementerian Pertanian pada tahun 1978. Varietas ini dapat dipanen pada umur 10 bulan setelah tanam. Varietas Adira 4 dapat menghasilkan 35 ton umbi untuk setiap hektarnya. Varietas ini memiliki kadar pati yang cukup, yaitu mencapai 20-22% dari bobot, dengan kadar asam sianida sekitar 68 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas Adira 4 memiliki rasa pahit, sesuai untuk bahan baku industri. Tanaman Ubikayu varietas ini cukup tahan terhadap serangan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), serta memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit layu Pseudomonas solanacearum dan Xantomonas manihotis. UJ-3 Varietas UJ-3 dilepas Kementerian Pertanian pada tahun 2000. Varietas ini dapat dipanen pada umur 8-10 bulan setelah tanam. Varietas UJ-3 dapat menghasilkan 20-35 ton umbi untuk setiap hektarnya. Varietas ini memiliki kadar pati yang cukup, yaitu mencapai 20-27% dari bobot, dengan kadar asam sianida sekitar diatas 100 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas UJ-3 memiliki rasa pahit, sesuai untuk bahan baku industri. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap bakteri hawar daun (Cassava Bacterial Blight). UJ-5 Varietas UJ-5 dilepas Kementerian Pertanian pada tahun 2000. Varietas ini dapat dipanen pada umur 9-10 bulan setelah tanam. Varietas UJ-3 dapat menghasilkan 25-38 ton umbi untuk setiap hektarnya. Varietas ini memiliki kadar pati yang cukup, yaitu 25-38% dari bobot, dengan kadar asam sianida sekitar diatas 100 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas UJ-5 memiliki rasa pahit, sesuai untuk bahan baku industri. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap bakteri hawar daun (Cassava Bacterial Blight). Malang 4 Varietas Malang 4 dilepas Kementerian Pertanian pada tahun 2001. Varietas ini dapat dipanen pada umur 9 bulan setelah tanam. Varietas Malang 4 dapat menghasilkan 39,7 ton umbi untuk setiap hektarnya. Varietas ini memiliki kadar pati yang cukup, yaitu mencapai 25-32% dari bobot, dengan kadar asam sianida sekitar diatas 100 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas Malang 4 memiliki rasa pahit, sesuai untuk bahan baku industri. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap tungau merah (Tetranicus sp.) dan dapat tumbuh pada lahan yang kurang subur. Malang 6Varietas Malang 6 dilepas Kementerian Pertanian pada tahun 2001. Varietas ini dapat dipanen pada umur 9 bulan setelah tanam. Varietas Malang 6 dapat menghasilkan 36,4 ton umbi untuk setiap hektarnya. Varietas ini memiliki kadar pati yang cukup, yaitu mencapai 25-32% dari bobot, dengan kadar asam sianida sekitar diatas 100 miligram per kilogram.Umbi ubikayu varietas Malang 6 memiliki rasa pahit, sesuai untuk bahan baku industri. Tanaman Ubikayu varietas ini agak tahan terhadap tungau merah (Tetranicus sp.) dan dapat tumbuh pada lahan yang kurang subur. Sumber: Sumber: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. 2013. Varietas Unggul Ubikayu Untuk Bahan Pangan dan Bahan Industri. Tersedia di: http://pangan.litbang.deptan.go.id/test.php?folder=files&filename=6VUBUbikayuuntukPangandanindustri&ext=pdfPenulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianEmail: ume_humaedah@yahoo.com