Loading...

ENREKANG OPTIMIS JADI PEMASOK BAWANG MERAH TERDEPAN NASIONAL

ENREKANG OPTIMIS JADI PEMASOK BAWANG MERAH  TERDEPAN NASIONAL
ENREKANG OPTIMIS JADI PEMASOK BAWANG MERAH TERDEPAN NASIONAL Bupati Enrekang Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd., Rabu (12/2/2020) siang, bertempat di lahan pertanian Desa Pekalobean Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang melakukan panen raya bawang merah, dalam kegiatan yang bertema gerakan peningkatan produksi dan produksivitas. Turut hadir dalam panen raya, mewakili Dirjen, Direktur Perlindungan Hortikultura Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr.Sc didampingi jajaran Kementan RI. staf ahli kementan (Ir. H. Lutfi Halide), Bupati Enrekang Muslimin Bando menargetkan daerah yang ia pimpin itu, konsisten menjadi salah satu pemasok bawang merah terbesar secara nasional. Enrekang merupakan salah satu sentra bawang merah terbesar di Indonesia telah memberikan kontribusi 800,723 Kw tahun 2019 (data dinas pertanian kabupaten Enrekang). “Kita berada diurutan ke-4 pemasok bawang merah terbesar nasional. Di hadapan perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan DPRD Sulsel, Muslimin memaparkan potensi Enrekang untuk menjadi pemasok bawang merah terbesar di Indonesia. Namun, diakuinya memang bukan perkara sepele. Butuh sinergi dan dukungan semua pihak, terkhusus Kementan RI. Kedepan, kita ingin naik ke posisi 3 atau 2. Bahkan menjadi pemasok terbesar,” jelas Muslimin Bando. Untuk mengejar target ini, kita mengharapkan bantuan Kementan RI, dengan usulan 3000 hektar perkebunan bawang merah, intinya kita butuh bantuan yang sebanyak mungkin dari Kementan RI,” tandas MB. Enrekang juga telah mengusulkan bantuan alsintan dan 10 ribu ekor sapi untuk mewujudkan pertanian dan peternakan modern di Bumi Massenrempulu. Memasuki panen raya bulan Pebruari-April bawang merah hasil petani di Kabupaten Enrekang, tak hanya dapat memenuhi kebutuhan di sulawesi selatan. Namun komoditas tersebut juga dapat memenuhi kebutuhan luar propinsi seperti Kalimantan, Papua, Manado, Palu, Kendari bahkan sebagian Pulau Jawa. Enrekang sebenarnya pernah menjadi pemasok bawang merah nomor satu nasional pada 2017. Kala itu, daerah pegunungan ini memproduksi 400 ton bawang merah. Enrekang jadi pemasok nomor satu juga dipengaruhi merosotnya produksi daerah andalan, seperti Brebes (Jateng) dan Bima (NTB). Kegiatan diikuti sebanyak 500 peserta dari kementerian pertanian, Pemerintah Provinsi, Satuan Kerja Perangkat Daerah di wilayah Pemkab Enrekang, penyuluh pertanian dan masyarakat petani bawang merah di Desa Pekalobean. Turut hadir pada acara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel Syaharuddin Alrif, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Johra MB, Wabup Asman, serta jajaran forkopimda. Adapun pejabat Kementan yang turut hadir yakni Luthfi Halide, Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ir. Syaifuddin,MP., BPTP Sulsel Ir. Amiruddin Syam, Kasubdit Bawang dan Sayuran Umbi Ir. Dessi Rahmaniar, MSi, Kepala BPTH-OPT Ir. Uvan, MP., Kepala Balai Karantina Kota Parepare Andi Faisal SP, dan Kabid Program Balai Veteriner Maros Drh. Alfinus. (Amiruddin, SP.,M.Agr.) Penulis : Amr Verifikasi : -