Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Kondisi alam tersebut memberikan peluang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian maupun yang berkaitan dengan pertanian. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian menunjukkan bahwa pertanian memiliki peranan dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.Pembangunan pertanian di Indonesia masih terkendala oleh banyak faktor yang menyebabkan sulitnya para petani untuk berkembang. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas pertanian dapat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh petugas penyuluh dari UPT PP/Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di daerah. Seperti yang dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) bahwa penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan yang selanjutnya disebut penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Mengingat pertanian merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan umumnya juga merupakan tulang punggung ekonomi sebagian besar daerah di Indonesia, maka masing-masing daerah harus memperhatikan urusan pertanian seperti meningkatkan kualitas penyuluh pertanian.Dari uraian diatas, jelaslah bahwa untuk mensukseskan pembangunan dibidang pertanian tidak terlepas dari peran seorang penyuluh sebagai fasilitator yang dapat memberikan kontribusi bagi para petani dalam hal menyelesaikan permasalahan dibidang pertanian. Dengan demikian, tujuan program penyuluhan adalah untuk mengubah petani yang kemudian dapat membuat keputusan untuk mengubah usaha taninya. Perubahan inilah yang menjadi tujuan terpenting pendidikan penyuluhan. Penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal bagi petani beserta keluarganya yang meliputi kegiatan dalam alih pengetahuan dan ketrampilan dari penyuluh lapangan kepada petani yang berlangsung melalui proses belajar mengajar.Dengan demikian, maka dapat diketahui pula bahwa penyuluh memiliki peran yang sangat besar dalam proses alih teknologi, khususnya untuk meningkatkan produksi tani. Menyadari akan hal itu maka semakin inten penyuluh melakukan kunjungan ke kelompok tani/petani maka peluang peningkatan produktivitas di Desa Darmasari Kecamatan Sikur akan semakin besar untuk tercapai. Kunjungan penyuluh ke kelompok tani/petani tentu saja dalam rangka memberikan informasi-informasi yang dapat mendukung kemajuan pertanian khususnya dalam upaya peningkatan produktivitas.Produktivitas menurut Paul Mali dikutip oleh Sedarmayanti (2002:57) adalah Bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. L Greenberg (dalam Sinungan, 2008:12) mengatakan bahwa produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tertentu. Ukuran produktivitas berkaitan dengan tenaga kerja yang dapat dihitung dengan membagi jumlah yang dihasilkan dengan waktu yang digunakan.Berdasarkan penjelasan mengenai produktivitas diatas, maka dapat disimpulkan bahwa produktivitas adalah memaksimalkan segala sumber daya yang ada untuk mendapatkan hasil/output yang optimal.Peningkatkan produktivitas pertanian tergantung pada ketersediaan dan penggunaan sumber daya yang ada dengan optimal, dan kualitas yang dihasilkan akan sangat mempengaruhi produktivitas selanjutnya. Sinungan (2008:54) mengatakan bahwa penunjang produktivitas terkait dengan proses produksi sebagai system yang kompleks, dan diterapkan dimasyarakat sebagai bagian yang saling berkaitan seperti lingkungan kerja, modal, organisasi dan yang terpenting adalah koordinasi yang terpadu. Dari uraian tersebut terlihat jelas peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktifitas dengan melakukan proses pembelajaran kepada pelaku utama yaitu petani, agar mampu mengaplikasikan teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan, dan sebagai penghubung antar pemerintah dan petani. Jika terjadi permasalah dilahan tempat menanam kedelai, petani biasanya akan berkonsultasi dengan penyuluh. Hasilnya akan disampaikan dan didiskusikan dengan pemerintah daerah, selanjutnya ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk mengeluarkan kebijakan.Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam kegiatan penyuluhan perlu dilakukan kegiatan evaluasi penyuluhan pertanian yang merupakan suatu langkah dalam kegiatan penyuluhan pertanian agar program-program yang telah dilaksanakan tidak melenceng dari tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan dari pelaksanaan pemantau dan evaluasi adalah memperbaiki sistem kerja dari penyuluh sehingga menjadi lebih baik dan terarah. Berdasarkan hasil pemantau dan evaluasi penyuluhan pertanian tersebut akan digunakan untuk perbaikan dalam pelaksanaan penyuluhan program yang tepat sasaran, sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Selain itu terdapat program hasil penyuluhan, yang indikatornya tergantung banyak sedikitnya diskusi yang terjadi atau keaktifan petani dalam penyuluhan.Dapat disimpulkan bahwa pengevaluasian dan pemantau yang merupakan salah satu strategi dari penyuluh pertanian lapangan dalam mewujudkan kelompok tani berwawasan yang dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap perubahan pertanian di Kecamatan Sikur khususnya Desa Darmasari. Karena pengevaluasian dan pemantau yang dilakukan dapat memberi perbaikan kelompok-kelompok tani yang terus berbenah. Serta hasil dari evaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan biasanya digunakan untuk membantu pengambilan keputusan/penentu kebijakan dalam mengatasi permasalahan, dan tindakan penyesuaian/perbaikan atas pelaksanaan kegiatan. Penyuluh pertanian dituntut menyampaikan pesan yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu hidup. Pesan yang disampaikan kepada petani dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum dan kelestarian lingkungan. Materi penyuluhan dibuat tidak hanya sekedar peningkatan produksi namun menyesuaikan dengan isu global yang lain, seperti upaya menyiapkan petani dalam mengatasi persoalan iklim global. Petani perlu dikenalkan dengan sarana produksi yang memiliki adaptasi tinggi terhadap goncangan iklim karena akan berpengaruh kepada rawan pangan dan pengurangan produktifitas padi. Selain itu materi penyuluhan perlu berorientasi pada teknik bertani yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik dalam meningkatkan produktifitas padi dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Keberhasilan penyuluhan pertanian dapat dilihat dengan indikator banyaknya petani, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian yang mampu mengelola dan menggerakkan usahanya secara mandiri, ketahanan pangan yang tangguh, tumbuhnya usaha pertanian skala rumah tangga sampai menengah berbasis komoditi unggulan di desa. Selanjutnya usaha tersebut diharapkan dapat berkembang mencapai skala ekonomis. Semua itu berkorelasi pada keberhasilan perbaikan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, lebih dari itu akan bermuara pada peningkatan pendapatan daerah.