Loading...

EVALUASI PENINGKATAN MUTU INTENSIFIKASI KEDELAI

EVALUASI PENINGKATAN MUTU INTENSIFIKASI KEDELAI
Kedelai sebagai tanaman pangan ketiga setelah padi dan jagung, serta merupakan bahan industri olahan, maka wajar setiap tahun mengimport kedelai dalam jumlah yang sangat tinggi.Upaya peningkatan produktivitas kedelai dalam rangka mencapai swasembada pangan telah dicanangkan oleh pemerintah. Bahkan di tahun 2017 nanti diharapkan telah mencapai swasembada. Sejalan dengan program tersebut Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung secara rutine setiap tahun melaksanakan pembinaan kepada kelompok tani tentang pelaksanaan peningkatan mutu intensifikasi untuk mencapai peningkatan produktivitas tanaman kedelai.Disamping sebagai tanaman multiguna kedelai juga sebagai tanaman konservasi dimana kontribusi untuk kesuburan tanah sangat tinggi, baik dari daun maupun sisa bakteri rhizobium. Di Kabupaten Badung wilayah Kecamatan yang masih berpotensi untuk mengembangkan budidaya tanaman kedelai yang dievaluasi adalah Kecamatan Petang, Abiansemal, Mengwi dan Kuta Utara. Kelompok Tani (Subak) Cemagi Let yang mewakili Kecamatan Mengwi dalam kegiatan lomba peningkatan mutu intensifikasi kedelai pada hari Jumat, 29 Mei 2015 dilaksanakan evaluasi oleh tim penilai dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung yang dipimpin oleh ketua tim penilai Ir. I Wayan Witra bersama anggota tim. Dari hasil evaluasi yang mencakup tentang aspek teknis, sosial dan ekonomi ternyata kelompok tani (Subak) Cemagi Let dari hasil ubinan didapatkan produktivitas sebesar 2,240 ton/ha biji kering panen untuk varietas Grobogan yang potensi hasilnya mencapai 2 sampai 3,5 ton/ha dengan umur pendek yaitu 75 sampai 79 hari. Menurut hasil pengamatan tim penilai tentang data-data komponen hasil sebagai indikator yang perlu diperhatikan untuk mencapai terjadinya peningkatan produktivitas adalah Persiapan tanam dengan saluran draenase keliling,cara tanam teratur agar populasi tanaman optimum, pemupukan, penyiangan, pemberian air pada fase keluar bunga, polong serta saat pengisian polong, penanganan OPT serta penangan panen dan pasca panen. Dari hasil evaluasi ini diharapkan agar kelompok tani menerapkan inovasi teknologi yang disampaikan oleh penyuluh sebagai pendamping kelompok tani dalam mengelola lahan usaha taninya, sehingga mampu meningkatkan penghasilan dalam mencapai kesejahteraan petani beserta keluarganya.Simbaryadnya (PP.Madya Distanbunhut Badung).