Loading...

Evaluasi Penyuluhan "Kandang Yang Ideal Untuk Itik" Di Kelompok Ternak Usaha Bersama Desa Rantau Karau Hilir Kecamatan Sungai Pandan

Evaluasi Penyuluhan "Kandang Yang Ideal Untuk Itik" Di Kelompok Ternak Usaha Bersama Desa Rantau Karau Hilir Kecamatan Sungai Pandan
Kegiatan pertemuan kelompok tani dan evaluasi penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Februari 2020 di kelompok Ternak Usaha Bersama Desa Rantau Karau Hilir Kecamatan Sungai Pandan yang dihadiri oleh 10 orang anggota kelompok ternak dan didampingi oleh Penyuluh WKPP Farida Adriani, SP. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan setiap bulannya sekaligus melaksanakan evaluasi penyuluhan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman petani tentang pokok bahasan pada pertemuan ini. Kegiatan pertemuan ini diharapkan dapat rutin terlaksana setiap bulannya. Topik yang diangkat pada kegiatan ini adalah tentang “Kandang Yang Ideal Itik “. Materi ini disampaikan atas usulan dari anggota kelompok ternak yang memelihara unggas namun lebih dominan memelihara itik Alabio. Kelompok mengetahui dalam beternak, kandang merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Kandang berkualitas akan menghasilkan ternak yang unggul. Ada beberapa hal yang menjadi pedoman dalam pembuatan kandang bebek, salah satunya yakni ukuran kandang. Kandang yang diperlukan mulai dari anakan hingga panen ada dua jenis, yakni kandang box dan kandang pembesaran. Ukuran kandang bebek 100 ekor (anakan atau kandang box) yakni 2m x 2m, sedangkan ukuran kandang bebek 200 ekor (anakan atau kandang box) yakni ( 2m x 2m) x 2 = 8m persegi. Ukuran kandang bebek pembesaran (2 minggu sampai panen) yaitu 3m x 5m untuk 100 ekor. Untuk penghitungan jumlah berikutnya, misalnya ukuran kandang bebek untuk 1000 ekor yakni 3m x 5m x 10 = 150 meter persegi. Rincian tersebut untuk ukuran kandang bebek potong atau pedaging. Ukuran kandang bebek petelur 100 ekor 4m x 14m untuk umbaran dan 3m x 4m untuk tempat tidurnya yang dilapisi jerami. Adapun lokasi yang diperlukan untuk pemeliharaan itik antara lain adalah lokasi yang cukup jauh dari suara gaduh karena itik termasuk yang peka terhadap kegaduhan yang akan mempengaruhi produksi telur, lokasi kandang juga jangan terlalu dekat dengan pemukiman karena akan menimbulkan bau kurang sedap di lingkungan pemukiman, lokasi kandang sebaiknya dipilih yang sejuk dan tidak terkena langsung sinar matahari serta angin kencang, tersedianya sumber air, dan tersedianya sumber pakan alami (sisa-sisa panenan padi dan lain-lain). Untuk bangunan Kandang Itik, arah kandang, Panjang kandang itik sebaiknya membujur dengan arah timur-barat. Posisi ini dimaksudkan untuk mencegah masuknya sinar matahari terlalu banyak, sehingga suhu di dalam kandang tidak terlalu panas, besarnya kandang memerlukan ruang gerak yang lebih besar daripada ayam karena itik lebih mudah kaget dan ketakutan. Apabila ruang geraknya sempit, itik tersebut akan saling bertabrakan atau berhimpitan. Untuk tinggi kandang untuk itik paling sedikit 2 meter. untuk menjamin terjadinya pertukaran udara yang lancar, juga untuk memudahkan peternak dalam membersihkan kandang atau memungut hasilnya di dalam kandang. Selain itu, dinding kandang dan sisi dinding kandang setinggi 60 cm dari tanah dengan tujuan untuk mencegah serasah berhamburan keluar dan menahan pantulan panas dari tanah. Pada bagian atasnya, sebaiknya terbuat dari kawat atau bilahan bambu. Hal ini agar aliran angin dapat keluar dan masuk ke dalam kandang dengan lancar, tetapi tidak terlalu kencang. Untuk cahaya, Kandang harus cukup terang. Cahaya matahari, bukan sinarnya langsung, harus dapat masuk ke dalam kandang. Hal ini diperlukan untuk merangsang kelenjar penghasil hormon pertumbuhan dan produksi telur. Alas kandang, Kandang harus secara rutin dibersihkan. Dari hasil Penyuluhan dan evaluasi kegiatan penyuluhan ini, diharapkan kelompok mengetahui dan memahami tentang kandang yang ideal untuk itik dan dapat menerapkannya pada kegiatan usaha budidaya itik. (Farida Adriani, SP)