EVALUASI PENYULUHAN MENGGUNAKAN METODE “T STUDENT T TEST†DI DESA KIRINGAN KABUPATEN BOYOLALI
EVALUASI PENYULUHAN MENGGUNAKAN METODE "T STUDENT T TEST" DI DESA KIRINGAN KABUPATEN BOYOLALI Salah satu permasalahan yang dihadapi petani jagung di Desa Kiringan adalah daya tumbuh benih jagung dan sistem tanam jagung. Daya tumbuh benih ketika persemaian kadang tidak sama. Selain itu sering terjadi daya tumbuh jagung yang kurang maksimal. Maslah tersebut disampaikan petani ketika rembug tani di Desa Kiringan. Demikian disampaikan Bapak Minarjo selaku ketua kelompok Sari Tani. Pada kesempatan lain Aris Fajar selaku penyuluh pendamping memberikan Salah satu solusi yaitu dengan penerapan PGPR untuk merangsang pertumbuhan benih dan pertubuhan jagung. PGPR diperlukan dan sangat penting sekali. Namun banyak petani di Desa kiringan yang belum mengatahui tentang PGPR. Untuk itulah dilakukan penyuluhan berupa kursus tani tingkat desa pada program pendampingan sentra jagung di Desa Kiringan. pelaksanaan kursus tani dilaksanakan Rabu 9 Agutus 2015pukul 09.00-13.00 wib bertempat rumah Bapak Arif (Kelompok Sari Tani) Dukuh Pandeyan, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali. Selanjutnya di jelaskan oleh Bapak Aris bahwa Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi cara. Penyuluhan dilakukan untuk mengenalkan PGPR kepada petani sehingga pengetahuan dan sikap tentang PGPR meningkat. Pada penyuluhan tersebut dilakukan evaluasi penyuluhan untuk mengetahui dampak dan pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap petani. Metode evaluasi menggunakan teknik T student T Test. Dengan pengolahan data menggunakan SPSS Teknik T student T test dapat mengukur apakah penyuluhan berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan dan sikap petani terhadap penyuluhan PGPR.Penyuluhan diikuti oleh dua kelompok tani yaitu Kelompok Sari tani dan Kelompok Tani Rejeki Desa Kiringan. Kedua kelompok tersebut diberikan penyuluhan yang sama yaitu tentang PGPR setelah itu diberikan kuesioner pertanyaan tertutup. Jawaban benar diberikan nilai 1 sedangkan jawaban yang salah diberikan nilai 0. Jawaban kedua kelompok di kelompokkan selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan program SPSS. Metode evaluasi menggunakan teknik T Setudent T test merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel pada skala interval dan rasio. Pengujian menggunakan T student T test bertujuan untuk membandingkan apakah rata-rata kedua sampel kelompok berbeda secara signifikan. Hal ini sekaligus untuk menguji apakah dapat dilakukan generalisasi terhadap sampel tersebut. T student T test mensyaratkan dua kelompok sampel untuk diambil data. Kelompok yang diuji pada penyuluhan ini adalah Kelompok Sari Tani dan Kelompok Tani Rejeki Desa Kiringan. Jumlah peserta yang dievaluasi dilakukan dengan Metode Sampling secara random sampling (Zulganef, 2008). Pada evaluasi ini diambil 8 peserta dari kelompok Sari Tani dan kelompok Tani Rejeki sebagai sampel evaluasi. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan T hitung pada pengolahan SPSS dengan T Tabel pada taraf signifikasi 5% atau ?-0,05. Apabila T hitung Hasil evaluasi penyuluhan diperoleh data sebagai berikut; Nilai T Hitung 0,667sedangkan nilai T table 2,262. Hal ini berarti T Hitung