EVALUASI PENYULUHAN MENGGUNAKAN METODE “WILCOXON MATCH PAIRS TEST†DI DESA KIRINGAN KABUPATEN BOYOLALI
EVALUASI PENYULUHAN MENGGUNAKAN METODE "WILCOXON MATCH PAIRS TEST" DI DESA KIRINGAN KABUPATEN BOYOLALI Potensi pengembangan budidaya jagung di Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali adalah dengan pengintegrasian peternakan dan pertanian. Peternakan menghasilkan pupuk yang dapat menekan biaya produksi jagung. Pupuk padat dihasilkan dari kotoran ternak (sapi, kambing) sedangkan pupuk organik cair dihasilkan dari urin ternak. Selama ini urin ternak hanya dibuang saja tanpa termanfaatkan. Untuk itulah dilakukan pelatihan dengan mengambil tema pupuk organik cair dari bahan urin sapi. Selain itu banyak serangan hama tanaman jagung yang belum bisa teratasi oleh petani. Pupuk organik cair dapat di tambahkan bahan empon-empon seperti brotowali, gadung dll untuk menghasilkan POC plus yaitu sebagai pestisida. Praktek kali ini juga menghasilkan POC plus.Penyuluhan pertanian adalah proses untuk merubah pengetahuan, sikap dan prilaku petani dalam usaha budidaya baik on farm maupun of farm. Pada penyuluhan kali ini mengambil materi pembuatan pupuk organik cair plus. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demontrasi cara. Untuk itu diperlukan sebuah proses evaluasi untuk menilai apakah penyuluhan berhasil dalam melakukan perubahan pengetahuan, sikap. Sedangkan evaluasi tentang ketrampilan dilakukan dengan melihat aplikasi lapangan oleh para petani. Penilaian tentang pengetahuan dan sikap petani penting dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam melakukan penyuluhan. Salah satu teknik evaluasi penyuluhan adalah dengan menggunakan teknik Wilcoxon matched pairs test menggunakan pengolahan data SPSS. Wilcoxon matched pairs test merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji apakah penyuluhan yang dilakukan berpengaruh secara signifikan. Dengan teknik ini akan diperoleh pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap patani.Evaluasi penyuluhan ini dilakukan pada agenda kursus tani tingkat desa pada program pendampingan sentra jagung di Desa Kiringan. Materi yang disampaikan adalah pembuatan pupuk organik cair plus. Adapun pelaksanaan evaluasi dilaksanakan Kamis, 27 Agustus 2015 di Rumah Bapak Abu Yadi (kelompok Sari Tani), Dukuh Karang Boyo, Desa Kiringan. Sebagai pelatih utama adalah Bapak Aris Fajar Rokhani Selaku penyuluh pendamping. Menurut Bapak Aris Evaluasi penyuluhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup dengan pilihan ganda. Petani diberikan pertanyaan kuesioner sebelum pelatihan (Pre test) dan setelah pelatihan (post test). Selanjutnya setiap jawaban benar diberikan nilai 1 sedangkan jawaban yang salah diberikan nilai 0. Hasil jawaban petani selanjutnya di rekap dan dilakukan pengolahan data menggunakan SPSS dengan metode Wilcoxon Macth Pairs Test . Dari pengolahan data tersebut akan diperoleh nilai Z hitung. Nilai Z hitung selanjutnya dibandingkan dengan Z table dengan tingkat signifikansi 5% atau ? =0,05. Pengambilan kesimpulan adalah Apabila Z hitung Lebih lanjut di jelaskan oleh Bapak Aris selaku penyuluh pendamping bahwa pada evaluasi kali ini di peroleh T hitung pada pengolahan SPSS yaitu 15 sedangkan nilai T Tabel 6. Nilai Z hitung pengolahan SPSS adalah -2,060 diambil nilai absolut 2,060 sedangkan nilai Z table 1,96. Kesimpulan dari evaluasi diatas adalah tidak terdapat perbedaan antara hasil pre test sebelum penyuluhan dengan post test setelah penyuluhan. Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum penyuluhan dengan setelah penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap petani terkait materi pembuatan pupuk organik cair plus. Sebagai tindak lanjut dari evaluasi tersebut adalah perlu dilakukan pendalaman wawancara kenapa pengetahuan dan sikap petani terhadap penyuluhan pupuk organik cair belum berubah. Persoalan teknis atau ada pendapat kurang mendukung dari petani. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan ulang. Evaluasi bukanlah untuk mencari kelemahan dan kesalahan seseorang tetapi untuk perbaikan penyuluhan kedepannya sehingga jangan takut untuk dievaluasi. Demikian kesimpulan akhir yang disampaikan Aris Fajar Rokhani selaku penyuluh pendamping (Aris Fajar Rokhani SPt, MSi)