Loading...

Evaluasi Penyuluhan Tanaman Refugia di Kelompok Tani Rawa Makmur Desa Rantau Karau Hilir

Evaluasi Penyuluhan Tanaman Refugia di Kelompok Tani Rawa Makmur Desa Rantau Karau Hilir
Kegiatan pertemuan kelompok tani dan evaluasi penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 di kelompok tani Rawa Makmur Desa Rantau Karau Hilir Kecamatan Sungai Pandan. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan penyuluhan sekaligus melaksanakan evaluasi penyuluhan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman petani tentang pokok bahasan pada pertemuan ini. Topik yang diangkat pada kegiatan ini adalah tentang “ Tanaman Refugia “. Media penyuluhan yang sampaikan ke kelompok tani pada pertemuan ini adalah dengan Folder dan kartu kilat. Pendampingan kelompok tani dalam penyuluhan tidak cukup hanya lewat kunjungan dan penyampaian materi secara lisan, tetapi juga diperlukan dukungan materi tercetak yang akan berguna sebagai dokumentasi bagi petani. Folder dibuat sebagai salah satu media penyuluhan yang disajikan secara lembaran kertas yang dilipat-lipat secara teratur dan umumnya terdiri atas 3 lipatan. Folder ini tidak hanya berisi tentang uraian singkat sistematis tentang refugia, namun juga ditambah dengan ilustrasi gambar sederhana yang berwarna. Sedangkan kartu kilat dibuat khusus yang berisikan informasi tentang berbagai jenis bunga yang mudah ditemukan lengkap dengan gambar dan keterangannya, serta mempermudah petani melihat jenis bunga yang dimaksud, karena kadang-kadang petani tidak mengenal nama bunga yang disebutkan namun ternyata pernah melihat jenis bunga tersebut. Selain itu juga dilaksanakan pretest dan postest untuk mengetahui tingkat pemahaman petani tentang tanaman refugia. Pada pertemuan ini, beberapa informasi yang disampaikan kepada petani diantaranya adalah tentang hama yang selama ini dianggap musuh bagi para petani karena merusak tanaman pertanian hingga menurunkan produktivitas lahan. Beragam cara dilakukan untuk membasmi hama. Petani lebih banyak memilih cara instan menggunakan pestisida atau insektisida. Dengan racun tersebut, pertumbuhan hama diharapkan bisa terkendali. Tetapi kenyataannya tidak demikian, meski banyak hama yang terbunuh, hama baru bermunculan. Refugia bisa merupakan tanaman bunga-bunga yang ada di galangan atau pinggir sawah. Tanaman hias itulah yang akan menarik serangga, lalu menjadi tempat hidup dan berlindung musuh alami hama tanaman padi. Dengan adanya tanaman hias di pinggir sawah, musuh alami tersebut lebih sehat dan daya hidupnya lebih lama. Saat menyerang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) pun lebih gesit dibanding tidak ada refugia, karena musuh alami hanya mengkonsumsi pakan dari pinggir sawah. Musuh alami tersebut menjadi sahabat petani dalam menyerang hama penyakit. Petani dapat menanam tumbuhan bunga (Refugia) di sekitar lahan pertanian untuk menarik serangga parasitoid dan predator. Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia contohnya adalah tanaman bunga matahari, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (zinnia). Ketiga tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan dan mempunyai warna yang diminati musuh alami. Tanaman kacang panjang juga ternyata sangat cocok digunakan untuk usaha konservasi musuh alami. Tanaman kacang panjang ini bisa diambil manfaat secara langsung (kacang dan lembayung) dan secara tidak langsung (sebagai refugia). Kelebihan bunga kertas, selalu mekar dan bunganya beraneka warna sehingga banyak dikunjungi serangga dari berbagai jenis kupu-kupu, semut, kumbang, laba-laba dan lebah. Kelebihan lain tanaman ini mudah ditanam (cepat tumbuh), bibit mudah diperoleh, regenerasi tanaman tergolong cepat dan kontinyu. Petani juga perlu memperhatikan beberapa hal dalam menanam tanaman refugia diantaranya adalah jangan terlalu dekat dengan komoditas utama agar tidak berebut unsur hara dan air. Selain itu, penyemprotan hanya saat populasi hama sudah tinggi. Diharapkan agar serangga menguntungkan yang sudah ada di lahan tidak ikut terbunuh saat penyemprotan. Pemanfaatan tanaman refugia sebagai mikrohabitat serangga hama dan musuh --musuh alami dapat diterapkan di lahan persawahan maupun lahan sayuran untuk mengendalikan hama secara almiah. Penanaman refugia diharapkan akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama sehingga keuntungan petani dapat meningkat dan lingkungan terjaga secara berimbang. Selain menjaga keseimbangan lingkungan juga dapat menyejukkan mata manakala lahan pertanian yang subur dengan dikelilingi tanaman bunga yang mekar. (Farida Adriani, SP)