Reaksi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman pada umumnya sekitar pH 6,5. Jasad renik dalam tanah hidup subur pada pH tanah netral sampai sedikit asam. Tanah di Indonesia umumnya asam (ber-pH rendah). Kondisi tanah asam tersebut perlu dinetralkan dengan pemberian kapur pertanian (dolomit) atau kapur bangunan yang telah mati (tidak panas). Faktor Biologis (Hayati)Tanah pertanian yang baik dan produktif adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik dan jasad hidup (mikro dan makro organisme). Bahan organik mati akan dihancurkan oleh organisme hidup menjadi bahan organik yang halus dan dapat diserap oleh akar tanaman. Contoh bahan organik yang telah mati daun dan telah rontok, jerami, sekam, batang pisang, batang jagung, ampas tebu, molase, humus, bangkai binatang, pupuk kandang, kotoran binatang, limbah binatang, dan air septic tank. Adapun jasad hidup dalam tanah, misalnya bakteri, cendawan, ganggang, protozoa, amoeba, semut, rayap, uret, dan cacing. Tanah yang ditanami tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) pada umumnya menjadi subur karena pada akar tanaman Leguminosae terdapat bintil yang penuh dengan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium tersebut dapat menambat Nitrogen dari udara menjadi protein. Bintil akar yang aktif kelihatan berwarna kemerahan (pink) karena adanya pigmen haemoglobin pada bakteri Rhizobium. Cara agar tanah mengandung (ada) bakteri Rhizobium ?. Ada dua cara yaitu:1. Ditaburi tanah yang banyak bintil akarnya karena pernah ditanami Leguminosae;2. Ditaburi biji yang telah dicampur dengan bakteri Rhizobium murni. Bakteri tersebut telah banyak dijual di toko pertanian dengan nama Legin, singkatan dari Leguminosae inokulum. Bakteri bintil akar ini dapat hidup bertahun-tahun dalam tanah walaupun tidak ada tanaman Leguminosae.Agar dapat menambat Nitrogen cukup banyak, bakteri Rhizobium memerlukan kapur, fosfat, kalium, dan molibdin. Bila tanah dipupuk dengan pupuk N, pertumbuhan tanaman akan baik, tetapi daya bakteri Rhizobium menambat Nitrogen dari udara berkurang. Faktor IklimIklim merupakan keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah dalam jangka waktu yang lama, lebih kurang 30 tahun. Adapun cuaca adalah keadaan udara yang berhubungan dengan sinar matahari, temperatur, hujan, kelembaban udara, awan, dan kecepatan angin pada suatu tempat tertentu dalam jangka waktu terbatas. Cuaca setiap waktu dapat berubah. Faktor iklim merupakan faktor yang penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman.1. Sinar Matahari Sinar matahari diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis. Fotosintesis merupakan perubahan air dan karbondioksida menjadi zat gula (glukosa) dan oksigen dengan bantuan sinar matahari serta berlangsung di zat hijau daun (klorofil). Glukosa dipergunakan untuk pertumbuhan tanaman, sedangkan oksigen dilepaskan ke udara. Tanpa sinar matahari, tanaman akan menjadi lemah, pucat, kerdil, dan akhirnya mati. Benih yang baru tumbuh bila kekurangan sinar matahari akan tumbuh memanjang, kurus, dan pucat. Kebutuhan intensitas sinar matahari untuk setiap tanaman berlainan. Ada tanaman yang memerlukan banyak sinar matahari, misalnya tanaman sayur yang menghasilkan bunga atau buah. Ada pula tanaman yang memerlukan cukup dan sedikit sinar matahari, contohnya tanaman sayur yang menghasilkan daun. 2. Suhu (Temperatur) Setiap tanaman menghendaki suhu yang berbeda-beda untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang optimum. Misalnya kacang panjang, ubi kayu, dan jagung akan tumbuh baik di daerah bersuhu tinggi (panas), sedangkan kentang, wortel, buncis, kubis, dan sawi akan tumbuh baik di daerah dengan suhu rendah (dingin). Bila ditanam di daerah dengan suhu yang tidak ideal, produksi tanaman biasanya kurang optimal. Misalnya tanaman wortel yang ditanam di daerah panas akan menghasilkan umbi yang kecil-kecil. 3. Hujan kebutuhan air untuk setiap tanaman berbeda-beda. Ada tanaman yang memerlukan banyak, cukup, atau sedikit air. Misalnya kangkung air, genjer, dan selada air memerlukan air yang banyak dan mengalir. Tanaman tomat, terung, cabai, buncis, dan kubis memerlukan air yang banyak dan mengalir. Tanaman tomat, terung, cabai, buncis, dan kubis memerlukan air yang cukup, tidak tergenang, sedangkan tanaman kangkung darat, katu, dan ubi kayu hanya memerlukan sedikit air. 4. Kelembaban Untuk menunjang pertumbuhan, setiap tanaman memerlukan kelembaban yang berbeda-beda. Namun umumnya tanaman sayur memerlukan kelembaban sekitar 80%. Bila kelembaban lebih dari 80%, tanaman akan mudah terserang penyakit. 5. Angin Angin dapat menunjang atau merusak berlangsungnya budidaya tanaman. Angin dapat membantu penyerbukan tanaman sehingga kelestarian tanaman terus ada. Keuntungan lainnya, bila banyak angin pada musim hujan, kelembaban akan berkurang sehingga penyakitpun berkurang. Kerugiannya, antara lain dapat membantu penyebaran hama dan penyakit, adanya angin yang banyak pada musim kemarau dapat mempercepat penguapan sehingga tanaman mengalami kekeringan. Dengan melihat kondisi seperti itu, biasanya lahan untuk budidaya dipilih yang tidak terlalu banyak angin. Apabila terpaksa menanam di daerah banyak angin, upaya yang dapat dilakukan untuk menguranginya dengan menanam pohon pelindung. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan