Farmer Field Day (FFD) Padi Sawah Budidaya Padi Ramah Lingkungan adalah kegiatan temu lapang sebagai forum belajar dan evaluasi petani, penyuluh, dan peneliti di lokasi Laboratorium Lapang (LL) untuk saling berbagi pengalaman, menguji teknologi baru, dan membandingkan hasilnya agar petani bisa langsung melihat manfaatnya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Farm Field Day dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran lapangan dan penyebarluasan hasil penerapan teknologi pertanian kepada petani dan pemangku kepentingan lainnya. Farm Field Day (FFD) dilaksanakan sebagai sarana diseminasi hasil Kursus Tani dan Laboratorium Lapang.
Tujuan dan Manfaat FFD:
• Meningkatkan Pengetahuan & Keterampilan Petani: Belajar langsung (learning by doing) tentang teknologi baru.
• Meningkatkan Produktivitas & Efisiensi: Menghasilkan padi lebih banyak dengan biaya lebih rendah.
• Meningkatkan Pendapatan Petani: Dengan efisiensi dan hasil tinggi, pendapatan meningkat.
• Membangun Komunitas: Melaksanakan kursus tani sebagai forum tukar-menukar pengalaman dan jejaring antar petani.
Evaluasi dan Umpan Balik:
1. Ubinan (Pengukuran Hasil): Mengukur langsung produktivitas demplot.
Ubinan padi sawah adalah metode survei atau sampling untuk memperkirakan potensi hasil panen padi per hektar dengan mengambil sampel di area kecil (biasanya 2,5 x 2,5 meter) dari sawah, lalu mengukurnya dan menimbang hasilnya untuk mendapatkan data produktivitas yang akurat guna perencanaan pertanian. Proses ini melibatkan penentuan titik sampel secara acak bisa menggunakan aplikasi Survei Ubinan dari BPS atau menggunakan panduan buku ubinan, melakukan pemotongan padi di area titik ubinan, perontokkan gabah, penimbangan gabah, dan perhitungan matematis untuk ekstrapolasi ke luas lahan yang lebih besar (1 hektar).
Cara menghitung ubinan:
Luas ubinan 2,5 m x 2,5 m = 6,25 m2
1 Ha = 10.000 m2 => 10.000 m2 /6,25 m2 = 1.600 m2
Contoh hasil penimbangan ubinan 4,8 Kg. 1.600 m2 x 6,4 Kg = 10.240 Kg/Ha.
2. Diskusi dan Identifikasi Masalah: Forum petani, penyuluh, dan pihak terkait membahas kendala dan solusi.
v Hasil pada Teknologi Budidaya Padi Ramah Lingkungan (membahas hasil dari ubinan) yaitu produktivitas yang baik (bahkan bisa lebih tinggi dari konvensional), tanah lebih sehat, tanaman lebih kuat, beras lebih aman dikonsumsi (residu kimia rendah), serta lingkungan lebih lestari karena minim penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis, dengan fokus pada bahan organik, hayati, dan pengelolaan terpadu.
v Kendala di lapangan pada lahan LL (membahas tentang kendala apa saja mulai dai awal tanam sampai panen) contoh petani tidak terbiasa menggunakan kapur, kurangnya ketersediaan air, adanya serangan hama burung, dan hama penggerek batang.
v Solusi (mendiskusikan solusi yang dilakukan selama kegiatan Budidaya Padi Ramah Lingkungan berlangsung): untuk pengendalian kurangnya ketersediaan air dengan melakukan pompanisasi, pengendalian burung dengan manual, dan pengendalian hama penggerek batang dengan pengairan berselang dan pengendalian secara PHT.
v Kesimpulan (menyimpulkan hasil Budidaya Padi Ramah Lingkungan dan apakah hasil uji teknologi tersebut berhasil tidaknya): Kegiatan Budidaya Padi Ramah Lingkungan yang telah dilaksankan meningkatkan produktivitas dan penghasilan petani sehingga Budidaya Padi Ramah Lingkungan direkomendasikan untuk diterapkan di Wilayah tersebut.