Target Swasembada Pangan yang dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai salah satu lumbung padi terbesar ke-2 di Kalimantan Timur semakin gencar dilaksanakan oleh Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara. Setelah pekan lalu dilaksanakan Panen Raya Terbatas atau Panen Perdana yang dilaksanakan di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, hasil Garapan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur. Tak mau ketinggalan dengan Kecamatan Babulu, Kecamatan Sepaku Melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepaku juga melaksanakan Kegiatan "Farmer Field Day" tingkat kecamatan di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Acara Farmer Field Day" di Laksanakan di Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku, di Hadiri oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kepala Seksi Penyuluhan, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepaku beserta Supervisor dan Programer BPP, Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kepala Desa Bumi Harapan beserta BPD dan Penyuluh di Lingkup Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepaku dan dihadiri oleh Petani-petani se Kecamtan Sepaku. Dalam acara Farmer Field Day tersebut dilaksanakan ubinan di Lokasi Sawah Bapak Suwandi di Desa Bumi Harapan, dengan hasil Ubinan Rata-rata 4.8 Kg Gabah Kering Panen, dengan asumsi dalam satu hektar bisa didapatkan hasil 7,78 Ton Gabah Kering Panen. Selain Kegiatan ubinan juga di isi dengan kegiatan dialog antara petani dengan Kepala Seksi Penyuluhan dan Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepaku dan Koordinator Jabatan Fungsional Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan serta Penyuluh di Lingkup Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sepaku. Kegiatan Farmer Field Day ini didukung dengan Kegiatan Dana Dekonsentrasi Penyuluhan Pertanian Tahun 2015 bersumber dari APBN Tanaman Pangan Tahun 2015 yang ada di BPP Sepaku. Dari diskusi yang dilaksanakan sebagian besar petani mengangkat topik hama Penggerek Batang yang belakangan sempat menyerang pada tanaman padi, dimana di awal tidak ada tanda-tanda serangan, ketika malai padi mulai keluar telah banyak di temukan tanda-tanda putih sebagai ciri adanya serangan hama penggerek batang, hal ini ditanggapi langsung oleh Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, bahwa perlu adanya pengamatan sejak dini dimulai dari persemaian, langkah-langkahnya dengan lebih intensnya petani melakukan pengamatan ke sawah mereka, utamanya ketika masih dalam Fase persemaian, dengan membuka helaian semaian bibit padi, jika terdapan gumpalan telur penggerek batang, dapat segera dilakukan pemusnahan langsung terhadap telur, karena pada fase ini telur lebih efektif ditanggulangi dengan cara tersebut, tanpa perlu menggunakan bahan kimia. Dalam Sambutannya Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara menyampaikan Bahwa agar target panen dan target swasembada pangan 2015 dapat tercapai dan menghindari gagal panen perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya penguatan kelembagaan, penerapan aplikasi yang tepat terhadap serangan hama dan penyakit, bagi para alumni SL-PTT yang telah mendapatkan pengetahuan tentang hama dan penyakit diharapkan dapat berbagi pengetahuan yang telah didapat dari kegiatan SL-PTT. Selanjutnya Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser utara berpesan bahwa Tahun 2017 Swasembada beras di Kalimantan Timur dan Kabupaten Penajam Paser Utara memang di titik beratkan di Kecamatan Babulu sebagai sentra Beras di Kabupaten Penajam Paser Utara, Namun 3 Kecamatan lainnya (Waru,Sepaku dan Penajam) menjadi kecamatan pendukung program swasebada pangan di Tahun 2017, yang terpenting bagi petani adalah swasembada rumah tangga, melalui pemenuhan kebutuhan pangan di dalam rumah tangga sendiri. Sebelum menutup sambutannya Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara menyampaikan harapan terhadap Petani di Kecamatan Sepaku dalam Menyongsong Pasar Bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sebentar lagi akan kita hadapi. Agar para petani mampu bersaing dengan Negara-negara penghasil beras lainnya (Thailand, Vietnam, dan Kamboja) maka Petani kita harus terus mampu meningkatkan Produksi beras baik dari segi Kuantitas maupun kualitasnya. Kemudian Harapan Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser utara Juga Para Petani agar mampu mengoptimalkan lahan sawah yang ada, selain itu lahan bukan sawah yang dapat ditanami padi Gunung. Keprihatinan beliau kepada para generasi muda yang menjadikan pekerjaan sebagai petani menjadi pekerjaan yang dikesampingkan, generasi muda saat ini sudah tidak mencintai pekerjaan sebagai petani. Dukungan melalui Penyuluh pertanian juga terus di tingkatkan dengan peningkatan pelayanan di tingat Desa melalui Pos Simpul Koordinasi atau Posluhdes.