Rabu, 27 Juli 2016 betempat di ruang pertemuan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertanhut) Kabupaten Pemalang telah berlangsung sosialisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Telkom. Pertemuan tersebut di fasilitasi oleh Dipertanhut Kabupaten Pemalang dengan menghadirkan 60 orang pengurus gabungan kelompoktani (Gapoktan) dan Lembaga Keuangan Mikro( LKM). Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai sarana menyalurkan informasi tentang keberadaan program PKBL PT. Telkom yang membantu kegiatan UMKM perorangan, Kelompok usaha dan koperasi atau disebut mitra binaan. PT. Telkom berkomitmen mendorong mitra binaan untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya, karena tidak bisa disanggah bahwa mitra binaan membutuhkan dana untuk bisa tumbuh menjadi besar atau menigkatkan pelayanan pada anggotanya.Kepala Dipertanhut Kabupaten Pemalang Suharto, SIP, M.Si dalam sambutannnya menyampaikan " Gapoktan dengan LKMnya merupakan lembaga petani yang diharapkan mampu menjembatani petani dalam melayani kebutuhan modal sehingga petani yang rata-rata miskin akses permodalan dan asset atau agunan dengan adanya LKM maka mereka mudah memperolehnya. Oleh karena itu pertemuan sosialisasi ini diharapkan dapat diserap dan dapat ditindak lanjuti dengan mengakses permodalan ke PT. Telkom". Lebih lanjut disampaikan bahwa pemerintah mendorong agar gapoktan semakin mandiri tidak terus mengharapkan bantuan atau hibah dari pemerintah,. Malalui pertemuan ini bagi gapoktan yang sehat utamanya kemudian sudah berbadan hukum untuk mampu bermitra dengan PT. Telkom.Toni dari divisi yang menangani PKBL PT. Telkom Pekalongan menjelaskan "Telkom tidak hanya berkutat pada bisnis telekomunikasi saja. Tapi, lebih luas lagi dapat melayani pinjaman dana PKBL dengan plafon maksimal Rp 50 juta. Syaratnya, usaha berjalan minimal satu tahun sudah bisa mengajukan pinjaman. Selanjutnya dikatakan "Jangka waktu pinjaman maksimal dua tahun, masing-masing mitra hanya boleh mengajukan pinjaman maksimal dua kali. Meskipun usaha belum satu tahun berjalan, tapi kami nilai sangat potensial berkembang, maka kami akan bantu," tuturnya. Kemudian disampaikan pula bahwa tidak perlu takut meminjam, karena kebijakan baru dari Kementerian BUMN bahwa, bunga yang dikenakan bukan lagi 6 persen flat akan tetapi, 6 persen anuitas per tahun dari saldo pinjaman awal tahun. Kalau dihitung-hitung, bunganya tidak sampai 6 persen pertahun," paparnya.Persyaratan yang agak berat untuk dipenuhi bagi pengurus gapoktan dan lkm adalah masalah agunan bagi peminjam di atas 20 juta. Sedang persyaratan lain walaupun cukup menyita waktu seperti surat pernyataan tidak sedang dalam binaan perusahaan atau BUMN lain, kemudian persyaratan administrasi lainnnya mereka sanggup memenuhi. Mungkin ini baru pertama kali akan melakukan kemitraan atau mengembangkan permodalan dengan suntikan dana dari luar para pengurus gapoktan dan lkm masih banyak berfikit.Sebelum menutup sesi diskusi dari PT. Telkom menjelaskan bahwa perolehan jasa atas pemberian bantuan akan kembali ke mitra binaan dalam bentuk pembekalan, pelatihan, atau promosi serta vasilitasi lainnya untuk dapat meningkatkan usahanya maupun bantuan sarana dan sarana lainnya . Selanjutnya disampaikan pula bahwa pinjaman maksimal 20 juta rupiah tidak perlu adanya jaminan, namun pinjaman diatas 20 juta rupiah memang mensyaratkan adanya jaminan berupa BPKP kendaraan bermotor maupun sertifikat tanah. Agunan tersebut merupakan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi bagi calon mitra binaan PT. Telkom.Bagi gapoktan dan lkm yang sehat mestinya peluang memperoleh pendanaan yang murah harus menjadi pertimbangan karena peluang tersebut mampu meningkatkan kinerja dan permodalan sehingga dalam melayani para anggota dan nasabah lainnnya lebih baik. Bagi gapoktan dan lkm yang belum sehat agar berpikir ulang untuk memperoleh pendanaan tersebut, karena penambahan dan tersebut justru dapat memperburuk usanya selama ini. Prioritas utama untuk menjadi mitra binaan PT. Telkom bagi gapoktan dan lkm yang sehat sedang yang belum sehat agar berbenah dan memperbaiki kinerjanya terlebih dahulu.Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dipertahut Kab. Pemalang)