Loading...

Fermentasi Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak

Fermentasi Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak
Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Jerami sisa hasil panen dalam 1 kali musim tanam bisa mencapai 4-5 ton. Bayangkan kalau di suatu daerah memiliki luas 50 ha sawah dan 2x musim tanam, maka ada jerami sekitar 400-500 ton jerami yang terbuang sia-sia apabila tidak dimanfaatkan. Kendala utama dari pemanfaatan jerami padi sebagai salah satu bahan pakan ternak adalah kandungan serat kasar tinggi dan protein serta kecernaan yang rendah. Penggunaan jerami secara langsung atau sebagai pakan tunggal tidak dapat memenuhi pasokan nutrisi yang dibutuhkan ternak. Adanya faktor pembatas pada jerami padi dengan nilai gizi yang rendah yaitu rendahnya kandungan protein kasar, tingginya serat kasar, lignin, silika. Untuk itu, jerami padi perlu ditingkatkan nilai nutrisinya dengan melakukan pengolahan, baik fisik, kimia, maupun biologis. Agar limbah pertanian berupa jerami padi dapat digunakan secara luas pada ternak ruminansia dalam mengatasi kendala-kendala penyediaan bahan pakan ternak alternatif pada musim kemarau dan pemanfaatan limbah yang berlimpah maka perlu dilakukan suatu upaya peningkatan daya guna dari limbah tersebut melalui suatu teknologi pakan yang tepat guna. Salah satu teknologi pakan tepat guna yang dilakukan dalam penggolahan bahan pakan ternak adalah melalui fermentasi. Fermentasi adalah segala macam proses metabolik dengan bantuan enzim dari mikroba (jasad renik) untuk melakukan oksidasi, reduksi, hidrolisa dan reaksi kimia lainnya sehingga terjadi perubahan kimia pada suatu substrat organik dengan menghasilkan produk tertentu dan menyebabkan terjadinya perubahan sifat bahan tersebut. Fermentasi jerami adalah pengolahan jerami dengan cara menambahkan mikroba tertentu yang berkerja secara an aerob. Mikroba tersebut sering di sebut sebagai probiotik atau probion. Mikroba tersebut berguna untuk mempercepat proses pemecahan jerami padi sehingga mudah di cerna oleh ternak. Bahan-bahan yang digunakan untuk adalah : 1. Jerami padi segar 100 kg2. Probion probiotik (misal MA11) sebanyak 80 ml.3. Tetes tebu 100 ml, 4. Gula pasir 50 gram , dan 5. Dedak/bekatul 2 kg6. Air 1 liter, 7. Alat yang digunakan1. Plastik/terpal2. Ember3. Sprayer Proses pembuatan dibagi dua tahap, yaitu tahap fermentatif dan pengeringan serta penyimpanan. Pada tahap pertama, jerami padi yang baru dipanen dari sawah dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan, dan diharapkan masih mempunyai kandungan air 60%. Jerami padi segar yang akan dibuat menjadi jerami padi fermentasi ditimbun dengan ketebalan kurang lebih 10 cm kemudian di semprot dengan Probiotik, dan dilakukan sampai bahan baku habis, kemudian ditutup. Kemudian didiamkan selama 1-3 minggu agar proses fermentatif dapat berlangsung dengan baik. Hasil fermentasi jerami yang baik ditandai dengan ciri-ciri baunya agak harum, warnanya kuning agak kecoklatan, teksturnya lemas (tidak kaku) tidak busuk dan tidak berjamur. Tahap kedua adalah proses pengeringan dan penyimpanan jerami padi fermentasi. Pengeringan dilakukan dibawah sinar matahari dan dianginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat yang terlindung. Setelah proses pengeringan ini, maka jerami padi fermentasi dapat diberikan pada ternak sebagai pakan pengganti rumput segar. Pemberian pakan ternak sebaiknya tidak langsung diberikan dalam jumlah banyak tetapi dilatih di berikan sedikit demi sedikit sampai mau makan dengan lahap.Dengan demikian fermentasi jerami sebagai pakan ternak memiliki keunggulan antara lain mendapatkan kualitas pakan dengan nutrisi atau nilai gizi yang lebih baik, memiliki sifat organoleptis (bau harum, asam) serta tahan lama di simpan sebagai persediaan pakan di saat musim kemarau. Ditulis oleh : Warsih, SPSumber : http://sumbar.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-tek/970-fermentasi-jerami-untuk-pakan-sapi