Loading...

FERMENTASI KAKAO DALAM KOTAK

FERMENTASI KAKAO DALAM KOTAK
Dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat miskin perlu dilakukan perbaikan sistem usahatani dengan peningkatan produktifitas dan keuntungan bagi petani kakao. Penanganan biji kakao setelah panen dianjurkan untuk di fermentasi sebelum dikeringkan dan dijual. Penanganan seperti ini dianjurkan agar aroma kakao menjadi keluar dan dapat dilakukan berbagai pengolahan. Sedangkan kakao yang tidak difermentasi hanya bisa diambil minyaknya saja, sedangkan ampasnya tidak bisa diolah karena aromanya tidak keluar. Umumnya kakao fermentasi dikirim ke berbagai negara terutama Eropa dengan harga yang lebih baik, sedangkan yang tidak fermentasi umumnya dikirim ke Amerika dengan harga yang lebih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut maka direncanakan melakukan usaha fermentasi biji kakao sebelum dikeringkan dan dijual. Sementara kendala yang ada di desa adalah keterbatasan peralatan penunjang produksivitas kakao khususnya kotak fermentasi.Fermentasi dimaksudkan untuk memudahkan melepas zat lendir dari permukaan kulit biji dan menghasilkan biji dengan mutu dan aroma yang baik, selain itu menghasilkan biji yang tahan terhadap hama dan jamur, selama penyimpanan dan menghasilkan biji dengan warna yang cerah dan bersih. Wadah/alat fermentasi yang dibutuhkan yaitu Kotak fermentasi terbuat dari lembaran papan.Ada beberapa cara fermentasi biji kakao yaitu biji kakao dimasukkan dalam kotak terbuat dari lembaran papan dengan tipe model kotak, kapasitas 45 – 55 kg, dengan dimensi Panjang 55 cm, lebar 45 cm dan tinggi 50 cm. Bahan terbuat dari Kayu Kelas II tahan air. Di sisi kotak dibuat lubang sebesar 1 cm dengan jarak antar lubang 10 cm, tebal papan 30 mm. Konstruksinya tidak menggunakan paku namun pakai pen. Sisi depan diberi sistem buka tutup atau sorong ke atas, dan sisi atas tanpa tutup kayu karena nantinya ditutup karung goni. Fermentasi menggunakan kotak ini memerlukan waktu sampai 6 hari, dimana pada hari ke 3 dilakukan pembalikan biji dan pada hari ke 6 biji-biji dikeluarkan untuk siap dijemur. Perendaman dan Pencucian.Tujuan perendaman dan pencucian adalah menghentikan proses fermentasi dan memperbaiki kenampakan biji. Sebelum pencucian dilakukan perendaman ± 3 jam untuk meningkatkan jumlah biji bulat dengan kenampakan menarik dan warna coklat cerah. Pencucian dapat dilakukan secara manual (dengan tangan) atau menggunakan mesin pencuci. Pencucian yang terlalu bersih sehingga selaput lendirnya hilang sama sekali, selain menyebabkan kehilangan berat juga membuat kulit biji menjadi rapuh dan mudah terkelupas. Umunya biji kakao yang dicuci adalah jenis edel sedangkan jenis bulk tergantung pada permintaan pasar.PengeringanPelaksanaan pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur, memakai mesin pengering atau kombinasi keduanya. Pada proses pengeringan terjadi sedikit fermentasi lanjutan dan kandungan air menurun dari 55- 60 % menjadi 6-7 %, selain itu terjadi pula perubahan-perubahan kimia untuk menyempurnakan pembentukan aroma dan warna yang baik.Suhu pengeringan sebaiknya antara 55-66 ºc dan waktu yang dibutuhkan bila memakai mesin pengering antara 20-25 jam, sedang bila dijemur waktu yang dibutuhkan ± 7 hari apabila cuaca baik,tetapi apabila banyak hujan penjemuran ± 4 minggu. Bila biji kurang kering pada kandungan air diatas 8% biji mudah ditumbuhi jamur.Sortasi BijiSortasi Biji Kakao Kering dimaksudkan untuk memisahkan antara biji baik dan cacat berupa biji pecah, kotoran atau benda asing lainya seperti batu, kulit dan daun-daunan. Sortasi dilakukan setelah 1-2 hari dikeringkan agar kadar air seimbang, sehingga biji tidak terlalu rapuh dan tidak mudah rusak, sortasi dilakukan dengan menggunakan ayakan yang dapat memisahkan biji kakao dengan kotoran-kotoran.Pengemasan dan Penyimpanan BijiBiji kakao dikemas dengan baik didalam wadah bersih dan kuat, biasanya menggunakan karung goni dan tidak dianjurkan menggunakan karung plastik.• Biji kakao tidak disimpan dalam satu tempat dengan produk pertanian lainnya yang berbau keras, karena biji kakao dapat menyerap bau-bauan tersebut.• Biji kakao jangan disimpan di atas para-para dapur karena dapat mengakibatkan biji kakao berbau asap.• Biji kakao disimpan dalam ruangan, dengan kelembaban tidak melebihi 75 % ventilasi cukup dan bersih.• Antara lantai dan wadah biji kakao diberi jarak ± 8 Cm dan jarak dari dinding ± 60 Cm, biji kakao dapat disimpan ± 3 bulan. Sumber: Petunjuk Pelaksanaan Program READ, Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP, 2013. (Shalimar Andaya nia)