Loading...

FERMENTASI REBUNG BAMBU MENJADI LEMEA WARISAN NENEK MOYANG SUKU REJANG

FERMENTASI REBUNG BAMBU MENJADI  LEMEA WARISAN NENEK MOYANG SUKU REJANG
Lebong memiliki makanan tradisional yang diolah dengan cara fermentasi. Salah satu makanan fermentasi khas Lebong yaitu lemea. Lemea merupakan makanan fermentasi khas Suku Rejeng. Kabupaten Lebong tersebar di Provinsi Bengkulu. Lemea yaitu fermentasi dari rebung yang dicampur dengan ikan. Fermentasi alami campuran rebung dengan ikan membutuhkan waktu paling Lama tiga hari sebelum diolah kembali. Mendengar kata Lemea atau Lema, tentunya tidak seluruh orang akan langsung mengetahui apa yang disebutkan. Tetapi akan sangat berbeda jika kata Lemea didengar oleh masyarakat atau keturunan suku Rejang, karena Lemea merupakan makanan khas suku Rejang dan akan langsung terbayang aroma Lemea yang sedikit menyengat. Tetapi selalu membuat rindu untuk menikmatinya. Semakin berkembangnya jaman, kendati Lemea merupakan makanan tradisional, saat ini para pengrajin atau penjual Lemea juga melakukan perubahan dalam pengepakannya. Jika dulu hanya dibungkus plastik biasa, sekarang penjualan Lemea mulai mengarah pada kemasan yang lebih praktis. Seperti yang dilakukan para penjual Lemea di seputaran Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong. Jika melintasi kawasan tersebut, para pemburu “Lemea” akan sangat gampang menemui penjual yang berjejer dipinggir dijalan yang sudah didalam kemasan toples. Salah satu Pembuat lemea Kelompok wanita Tani Kecamatan Bingin kuning menyampaikan, bahwa penjualan dalam kemasan yang sudah dilakoni memang mendapatkan apresiasi dari sejumlah masyarakat yang kebetulan lewat atau memang sengaja datang mencari Lemea. “Lemea kemasan toples ini harganya bervariasi, ukuran besar Rp.20000 Sedang Rp.15000, Kecil Rp.10000 dan ada juga yang dibungkus plastik hanya Rp.5000. Alhamdulillah, omset untuk sehari minimal Rp.300000,” ungkap Ketua Kelompok Wanita Tani Jumat siang (29/11/2019). Di paparkan oleh Ketua Kelompok Wanita Tani Kecamatan Bingin Kunin, pembeli Lemea kepada mereka, memang kebanyakan mereka dari luar Kabupaten Lebong. Baik itu dari Rejang Lebong, Kepahiang, Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara. “Ketika mereka lewat biasanya tidak ada yang membeli hanya satu toples, karena sebagian juga ada yang sengaja membeli untuk dibawah keluar provinsi,” ucapnya. Adapun cara pembuatannya pertama-tama rebung dicincang ukuran kecil. Setelah itu dicampur dengan ikan Putih dari Sungai dan diaduk-aduk. Campuran rebun dan ikan lalu didiamkan selama tiga hari dalam wadah tertutup. Hasil fermentasi diolah kembali dengan cara dimasak dengan campuran santan dan bumbu. Ada juga yang memasak lemea dengan campuran ikan segar baik laut atau pun tawar. Lemea memiliki citarasa asam yang khas. Selain itu, bumbu lemea dibuat pedas sehingga disebut lemea memiliki rasa asam-pedas. Kalau kamu ke Bengkulu, makanan satu ini wajib dicoba. Disusun Oleh: Reti Puspita. SP. M.Si (Penyuluh Pertanian BP3 Tes)