Loading...

FIELD TRIP PESTISIDA ALAMI

FIELD TRIP PESTISIDA ALAMI
P4S inovatif yang dikelola oleh Bapak Rumaidi berlokasi di Dukuh Kebanyon Desa Kesamiran Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal menjadi lokasi Field Trip peserta Pelatihan Pestisida Alami Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang pada hari ini Sabtu, Tanggal 4 April 2015. Lokasi Desa bernuansa pertanian bak permadani diselimuti padang hijau tanaman padi diselingi sedikit sayuran kacang panjang, timun dan cabe mendukung nuansa pertanian ramah lingkungan yang digeluti pada umumnya warga desa setempat. Rombongan field trip Dinas pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang yang dipimpin oleh PPL Sudiyanto, SP selaku panitia Pelatihan Pestisida Alami diterima oleh penyuluh senior BP4K Kabupaten Tegal Sudarto, SP beserta kepala BP3K Kecamatan Tarub dan PPL wilayah binaan setempat dan juga oleh pengelola P4S Inovatif Rumaidi. Rombongan datang sekitar jam 10.00 WIB langsung menuju lokasi kegiatan pengolahan pupuk organik yang kebetulan saat itu ada kegiatan pengemasan, laboratorium pestisida hayati dan nabati kemudian melihat budidaya padi dan sayuran menggunakan pestisida alami. Rombongan merasa terkagum melihat hamparan tanaman padi dilokasi sekitar P4S Inovatif, tanaman nampak sehat mulai berisi bulirnya yang sulit menemukan penyakit kresek, beluk dan wereng. Pada lahan tumpang sari tampak tumbuh subur sayuran kacang panjang, mentimun dan cabe rawet yang sehat dan buahnya lebat, sungguh sangat menyenangkan. Setelah puas melihat hamparan sawah diteruskan dengan acara penerimaan diruang pertamuan P4S inovatif.Sudarto, SP mewakili BP4K Kabupaten Tegal menyampaikan" P4S inovatif merupakan P4S terbaik yang dimiliki Kabupaten Tegal menfokuskan pada pertanian organik dan menjadi ajang studi dari berbagai kalangan praktisi pertanian baik di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya maupun juga dari luar jawa". Lebih lanjut disampaikan bahwa berkat kegigihannnya pada beberapa tahun lalu mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yodhoyono sebagai P4S terbaik nasional. Selanjutnya Rumaidi selaku P4S Inovatif menyampaikan " saya sejak kepemimpinan Presiden RI Megawati Soekarno Putri tepatnya tahun 2003 tidak lagi menggunakan pestisida kimia dan Alhamdulilllah di pedukuhan Kebanyon sejak saat itu belum ada kejadian gagal panen sampai sekarang" jelasnya sambil tersenyum. Sementara itu dalam sambutan balasannya Sudianto, SP menyampaikan maksud dan tujuan melakukan field trip" kami ingin (1)mengetahui secara nyata .pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada pada lingkungan pedesaan (2) menambah wawasan mengenai kegiatan pertanian ramah lingkungan (3) memberikan motovasi dan menyakinkan pada peserta field trip agar menerapkan pertanian ramah lingkungan.Melihat data dinding pada ruang pertemuan P4S inovatif tertera jadwal kegiatan pelatihan dan pertemuan rutin serta hasil produksi pertanian diwilayah dukuh Kebanyon. Memperhatikan data produksi padi terlihat data musim okmar dan asep mulai tahun 2004 dengan hasil rata-rata sampai saat ini tidak kurang dari 8 ton per ha, sungguh sangat luar biasa. Melalui budidaya dengan sedikit input kimia ternyata hasilnya sangat bagus dan bilamana konsep pertanian rendah asupan kimia ini dapat diterapkan diseluruh Jawa Tengah bahkan Indonesia kata-kata impor dan kelanggkaan beras akan terhapus bahkan Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan akan cepat terwujud dan tidak perlu menungggu sampai waktu 3 tahun, cukup 1 tahun saja tinggal sejauhmana kemauan menerapkan.Waktu menjukkan pukul 13.30 saatnya kami harus berpamitan mohon diri. Semua hal pestisida alami dan budidaya pertanian ramah lingkungan sudah diperdengarkan dan diperlihatkan tinggal saatnya berbenah, menyadari dan memperbaiki pola budaya dan budidaya yang selama ini dilakukan. Sudarno mewakili peserta pelatihan memberikan kesan pesan" kami selama ini kurang yakin terhadap pertanian organik, tapi setelah kami melihat sendiri dihamparan yang luas sulit menemukan hama penyakit wereng, penggerek batang dan walangsangit kami semakin yakin bahwa sudah saatnya kami memperbaiki perilaku kami selama ini" tandasnya.Pestidia alami dengan memanfaatkan musuh alami dan pestisida nabati dalam budidaya pertanian akan menghasilkan produk pertanian yang sehat tanpa residu kimia. Selama ini sudah terpateri dan mendarah daging persepsi tanpa obat kimia pertanian tidak akan menghasilkan ditambah promo dan provokator yang gencar mengampanyekan kehebatan berbagai produk pestisida kimia, maka ketergantungan terhadap obat kimia semakin berurat berakar. Akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia yang tidak bijaksana akan merusak ekosistem dan membunuh semua musuh alami dan akibatnya banyak bermunculan hama dan penyakit tanaman. Sudah saatnya berfikir keberlangusungan pertanian yang akan kita wariskan pada generasi mendatang, kita akan wariskan pertanian yang sakit atau sehat. Dan tentunya pertanian sehat yang akan kita wariskan pada generasi mendatang, untuk itu harus dimulai dari sekarang, dari kita sendiri dan dari apa yang dapat dilakukan.Penulis : Nurul Ashar ( PP Madya pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang).