Suatu studi selain memerlukan data kuantitatif yang berlingkup makro, pada umumnya juga memerlukan informasi kualitatif-mikro. Data kualitatif dan mikro diperlukan untuk "memberikan ruh" pada data kuantitatif yang bersifat makro. Focus Group Discussion (FGD) merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang pada umumnya dilakukan dalam penelitian kualitatif, dengan tujuan untuk menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Focus Group Discussion (FGD) juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti/pengkaji terhadap fokus masalah yang sedang diteliti/dikaji. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. Untuk kelancaran pelaksanaan FGD, peneliti/pengkaji sebelumnya perlu menyusun pokok-pokok daftar pertanyaan untuk mengarahkan hasil diskusi. Peran pengkaji (moderator)FGD dimungkinkan dilakukan oleh tenaga yang biasa-biasa saja, yang dapat berperan sebagai moderator yang baik. Seseorang dengan kepekaan yang memadai lebih efektif sebagai moderator daripada orang yang semata-mata profesional. Untuk itu, seorang peneliti/pengkaji (moderator) memerlukan keterampilan subtantif yang diperlukan untuk memahami permasalahan yang didiskusikan, serta keterampilan proses untuk mengatur proses diskusi dengan memfokuskan diskusi pada persoalan yang hendak dikaji; termasuk keterampilan untuk memulai diskusi, melakukan blocking dan distribusi pembicaraan, melakukan reframing jika diskusi tak kunjung selesai, refocusing, menegosiasikan waktu, dan menutup diskusi dengan baik. Agar terfokus, peneliti/pengkaji (moderator) perlu mengarahkan diskusi pada variabel kunci, dan dituntut untuk melakukan improvisasi yang sesuai dengan keadaan atau konteks yang dihadapi di lapangan. Selain itu, dalam FGD peneliti/pengkaji hanya bertindak sebagai moderator yang tidak memihak dan pasif, dalam arti tidak terlalu banyak bertanya, tetapi lebih banyak mendengarkan. Daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan lebih mengindikasikan informasi apa saja yang diharapkan dapat terkumpul, bukan untuk digunakan secara harfiah dan kaku. Sedapat mungkin pengkaji (moderator) mengumpulkan informasi tambahan dari petugas/informan dari dinas/instansi terkait.Kelompok FGDPemilihan peserta untuk kelompok FGD dipersiapkan secara cermat karena akan menentukan kelancaran proses FGD dan kredibilitas hasilnya secara keseluruhan. Peneliti/pengkaji (moderator) perlu melakukan konsultasi awal, dalam memilih asisten pengkaji yang sebaiknya berasal dari petugas/ tokoh masyarakat setempat. Jumlah peserta tidak terlalu banyak, sehingga seluruh peserta memiliki waktu yang cukup untuk mengutarakan pendapat atau perasaan. Lama diskusi disarankan berkisar antara 1,5 – 2 jam.LaporanLaporan FGD mencangkup konteks, proses dan temuan-temuan keseluruhan. Bagian utama laporan berisi temuan-temuan yang diperoleh dari keseluruhan studi termasuk juga dari hasil pengamatan lapangan, wawancara mendalam, wawancara informal-spontan, atau sumber informasi lainnya. Dalam penyajian temuan, pengkaji diharapkan dapat membedakan mana yang merupakan fakta, mana yang merupakan opini subyektif pengkaji. Diperlukan kemampuan untuk memverifikasi suatu informasi. Pengkaji tidak boleh mempercayai begitu saja suatu informasi, tanpa melakukan pengecekan minimal dari dua informan lainnya. (Diana P/Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber informasi: Suhaimi Uzair. 1999. Panduan bagi Peneliti Studi Kualitatif Studi Dampak Sosial Krisis Moneter. Jakarta: Kerjasama BPS-ADB