Focus Memproduksi Basil (Ocimum basilicum) menjadi Kunci Sukses Pemasaran Komoditas Pertanian Perkotaan
Ternyata peluang pasar sayuran di perkotaan cukup besar, namun tentunya harus dibarengi dengan kejelian, kreatifitas, keulatan serta pendampingan oleh penyuluh pertanian yang selalu membina dilapangan. Hal ini telah dibuktikan oleh kelompok Karang Taruna RW 02 Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang telah berhasil memasarkan semua hasil tanaman sayuran ke salah satu cafe di bilangan Kemang Jakarta Selatan. Salah satu kunci keberhasilannya adalah dengan fokus memproduksi satu jenis sayuran saja yaitu Basil (Ocimum basilicum). Menurut laporan Penyuluh Pertanian Bantu (THL-TB PP) Sri Suryati disampaikan bahwa harga satu Kg Basil bisa mencapai Rp. 70.000,-. Penggunaan Basil (Ocimum basilicum) merupakan campuran salad yang menjadi toping untuk melengkapi menu Pizza yang menjadi salah satu menu andalan Cafe Toscana dan Cafe Mama Rossy. Jadi Kelompok tani ini tidak menghasilkan sayuran yang seperti pada umumnya partanian perkotaan hasilkan seperti kangkung, bayam, pakchoy dan sawi, karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan Basil (Ocimum basilicum). Permintaan sayuran Basil (Ocimum basilicum) ini ternyata masih tetap tinggi sejalan dengan banyaknya cafe dan restoran yang menyediakan menu khusus pizza yang terus berkembang di Jakarta ini khususnya di Jakarta Selatan ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa usaha pertanian perkotaan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Karang Taruna RW 02 Kelurahan Bangka ini tidak terlalu luas yaitu berkisar 100 m2 yang terletak diatas dak rumah salah satu anggota karang taruna. Namun dari luasan inilah telah mampu dihasilkan sebanyak 3 Kg Basil setiap 2 (dua) hari sekali sesuai dengan jumlah permintaan dari Cafe Mama Rosy dan Cafe Toscana. Kedepan kelompok ini akan mengembangkan kapasitas produksinya dengan mengajak seluruh generasi muda untuk bercocok tanam sayuran disekitar rumah sebagai salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Disamping itu tentunya jaringan pemasaran akan terus dikembangkan dengan melakukan kontrak bisnis dengan perusahaan sejenis yang membutuhkan jenis sayuran tertentu seperti basil yang lebih bervariasi. Untuk mewujdkan itu semua, Penyuluh Pertanian, Kepala Satuan Pelaksana Tugas tingkat Kecamatan, serta Suku Dinas KPKP Wilayah Kota Jakarta Selatan, akan terus membina, mendampingi dan membantu mencari peluang usaha baru yang nantinya akan dikembangkan oleh generasi muda yang tergabung dalam kelompok tani. Kelompok ini memang disarankan untuk membudidayakan jenis sayuran khusus yang memang banyak diminati oleh cafe dan restoran yang menyajikan menu dari luar negri. (Sri Suryati; Penyuluh Pertanian THL-TBPP Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, tahun 2020)