Loading...

FOKUS GROUP DISCUSSION Pendampingan Mahasiswa program Pajale di Purworejo 2015

FOKUS GROUP DISCUSSION Pendampingan Mahasiswa program Pajale di Purworejo 2015
Pendampingan mahasiswa di kegiatan Upsus Pajale di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah untuk tahun 2015 yang sudah berjalan kurang lebih enam bulan lebih akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2015 dan akan segera ditarik lagi ke kampus masing masing yaitu di STPP Magelang untuk jurusan peternakan serta STTP Yogjakarta untuk jurusan pertanian.Diakhir kegiatan para mahasiswa menerima kegiatan Bimtek tentang pajale selam dua hari dan diteruskan dengan Focus Group Discussion pada hari ketiga. Tepatnya pada hari Rabu tgl 16 Desember 2015 bertempat di aula Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo dilaksanakan FGD yang dihadiri 80 peserta terdiri dari mahasiswa,penyuluh pertanian,babinsa ,kelompok tani serta supervisor.Dalam sambutanya Ketua STTP Magelang Drs.Gunawan Yulianto MP.Msi bahwa saat sekarang sedang giat-giatnya melakukan berbagai kegiatan untuk menuju swasembada pangan,sedang untuk 2016 ada tambahan komoditas lagi yaitu bawang merah,cabe,daging dan tebu, untuk cabe dan bawang merah sangat mempengaruhi inflasi. Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kelutan dan Perikanan Kab.Purworejo Ir.Dri Sumarno menyampaiakan dalam pembukaannya bahwa kita sekarang dalam kegamangan,berpikir apakah dimasa mendatang kita ini bisa makan apa tidak ,hal ini terbukti dengan kita sekarang ribut akan peningkatan produktivitas ,hal ini dikarenakan adanya alih fungsi lahan serta pertambahan penduduk yang masih tinggi.Upsus pajale merupakan program Kementrian pertanian yang tujuan akhir adalah peningkatan produktivitas serta produksi padi jagung dan kedele,sehingga pada tahun 2017 diharapkan tidak akan ada lagi import beras. Dukungan sumber daya manusia terhadap upsus pajale diantaranya oleh penyuluh, babinsa, mahasiswa,penyuluh swadaya.para mahasiswa ditempatkan di bebrapa BPK dan didekatkan dengan kelompok tani sehingga mahasiswa dapat melakukan pendampingan dengan baik. Wakil dari mahasiswa Lalu Wawan Wirasastrawan dari STTP Magelang menyampaikan banyak yang dilakukan oleh para mahasiswa selama pendampingan terhadap kelompok tani diantaranya adalah :penyuluhan terhadap petani serta kelompok tani, pengawalan RJIT,pengawalan pupuk,bantuan benih sampai ke tingkat kelompok,pengawalan alsin sampai ke tingkat kelompok serta melakukan uji teknologi.Dalam uji teknologi oleh mahasiswa hasilnya cukup baik pada musim kemarau bisa menghasilkan produktivitas 8,62 ton/ha.Dari babinsa dalam penyampaiannya yang diwakili oleh Kapten Suryanto Komandan Koramil 0708 Banyuurip,menjelaskan bahawa petani merupakan pahlawan, tentara kalau tidak ada yang bisa dimakan maka tentara tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Oleh karena TNI juga sadar untuk berjuang bergandeng tangan bersama sama dengan petani untuk meningkatakn produktivitas. Petani bersama penyuluh pertanian serta TNI siap untuk membuat demplot tentang pajale sebagai contoh terhadap petani akan teknologi yang ada.Disampaikan juga oleh Danramil Banyuurip bahwa ada permasalahan mendasar tentang tenaga kerja;yaitu Tenaga kerja pertanian sudah tua tua umurnya dan masih muda umurnya.Bagi yang sudah tua maka petani sudah tidak kuat lagi untuk bekerja keras, sedangkan yang masih muda mereka belum begitu paham akan teknologi karena yang generasi muda terjun di pertanian dikarenakan tidak adanya pekerjaan lain.Akhir dari kegiatan FGD tersebut dapat ditarik kesimpulan ,bahwa TNI,Penyuluh,Mahasiswa sanggup bersama sama mendukung suksesnya program pajale.Sumberdaya manusia berkaitan dengan teknologi untuk memperbaiki PSK merupakan tanggung jawab kita bersama.Demplot merupakan metode dan media untuk melakukan percontohan sebagai penyuluhan.Tanam jajar legowo masih rendah masih 40 persen ini merupakan pekerjaan kita bersama sama.Guna peningkatan IP lahan yang kosong tidak harus ditanami kedele, dan petani banyak yang akan beralih menanam kacang hijau karena memang lebih menguntungkan. Semoga pendampingan oleh TNI,mahasiswa bersama penyuluh dapat sukses tercapai pada tujuan yaitu peningkatan produksi.Oleh :Turoso,STP.Penyuluh Pertanian MadyaDPPKP Kab.Purworejo