Loading...

FORMULASI RANSUM PAKAN SAPI DENGAN METODE COBA – COBA (TRIAL AND ERROR METHOD)

FORMULASI RANSUM PAKAN SAPI DENGAN METODE COBA – COBA  (TRIAL AND ERROR METHOD)
FORMULASI RANSUM PAKAN SAPI DENGAN METODE COBA – COBA (TRIAL AND ERROR METHOD)Oleh Yeni Karlina, S.SiBPP Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Seperti halnya makhluk hidup yang lain, ternak sapi juga membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya dan untuk berproduksi. Kebutuhan ternak akan makanan atau nutrisi diberikan dalam bentuk pakan. Bila seekor ternak diberi pakan untuk kepentingan pertumbuhan, penggemukan atau produksi susu atau untuk kepentingan lain, maka sebagian pakan tersebut akan digunakan utk menunjang proses dalam tubuh yang harus dilaksanakan walaupun ada atau tidak ada pembentukan jaringan baru atau produksi.Dalam pemberian pakan ternak, harus mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak baik dalam segi jenis, kuantitas maupun kualitasnya. Oleh sebab itu perlu adanya pengetahuan formulasi ransum oleh peternak dalam hal ini peternak sapi, sehingga peternak dapat memperoleh hasil produksi ternak sesuai yang diharapkan. Sebagai pengetahuan dasar, peternak harus mengetahui kandungan nutrisi dari setiap bahan pakan yang akan digunakan, serta mengetahui kebutuhan nutrisi ternak sapi. Ada beberapa metode untuk penyusunan ransum ternak yaitu :a. Metode Coba –Coba (Trial and Error Method)b. Metode Bujur Sangkar (Square Method)c. Exact Methodd. Simultaneous Methode. Linear Programming MethodAkan tetapi pada saat ini hanya akan dibahas metode formulasi pakan sapi menggunakan Metode Coba-Coba (Trial and Error Method). Metode Coba-Coba (Trial and Error Method)• Metode ini dilakukan dengan cara mencoba-coba dan memerlukan pengalaman melalui latihan-latihan.• Pada umumnya metode ini digunakan untuk membuat formulasi konsentrat sesuai dengan kualitas yang diinginkan.• Pakan yang akan digunakan dalam metode formulasi ini harus terdiri dari lebih dari dua jenis. •Contoh Seekor sapi perah dara memerlukan suatu formula konsentrat dengan kandungan : Sumber energi yang dibutuhkan sebesar 64%TDN protein kasar yang dibutuhkan 16% Prot Bahan pakan yang tersedia dan komposisinya sebagai berikut: * Dedak Padi : BK (% )89,2 ; TDN (%) 70,3; PK (%) 15,4 * Bungkil Kelapa BK (% ) 91,9; TDN (%)78,9; PK (%) 20,5 * Bungkil. Kacang Tanah BK (% ) 90,9; TDN (%) 80,4; PK (%) 39,1 * Tepung Gaplek BK (% ) 86,1; TDN (%) 88,1; PK (%) 2,6 • Mineral yang akan diberikan terdiri dari : 1% garam dapur, 0,5% kapur dan 0,5% tepung tulang. Formulasikanlah konsentrat yang diinginkan tersebut! Coba dahulu menyusun formulasinya, kemudian periksalah hasilnya apakah sudah sesuai dengan kualitas yang diinginkan? Upayakan menggunakan pakan yang harganya relatif murah. Misalnya dicoba dahulu dengan menggunakan angka-angka sbb:- Dedak padi : 63 kg atau 63%- Bungkil Kelapa : 21 kg atau 21%- Bungkil Kacang Tanah : 9,0 kg atau 9,0%- Tepung Gaplek : 5,0 kg atau 5,0%- Mineral : 2% atau 2 kg (sudah ditentukan) Periksalah kandungan energinya!- Dedak padi : 63 x 0,892 x 0,703 = 39,506 kg- Bungkil kelapa : 21 x 0,919 x 0,789 = 15,227 kg- Bungkil Kacang tanah : 9 x 0,909 x 0,804 = 6,578 kg- Tepung gaplek : 5 x 0,861 x 0,881 = 3,793 kg- Mineral : 2 x 0 = 0 kg Jumlah = 65,104 kg Persentase = 65,1 % Periksalah kandungan Proteinnya!- Dedak padi : 63 x 0,892 x 0,154 kg =8,654 kg- Bungkil kelapa : 21 x 0,919 x 0,205 kg =3,956 kg- Bungkil Kacang tanah : 9 x 0,909 x 0,39 kg = 3,199 kg- Tepung gaplek : 5 x 0,861 x 0,026 kg = 0,112 kg- Mineral : 2 x 0 = 0 kg Jumlah =15,921kg Persentase = 15,9% Kandungan energi dan protein kasar setelah dilakukan pemeriksaan atau perhitungan sudah sesuai dengan yang diinginkan (tidak perlu tepat sekali).Dengan demikian formula konsentrat yang diinginkan adalah sbb:- Dedak padi : 63 kg atau %- Bungkil kelapa : 21 kg atau %- Bungkil Kacang tanah : 9 kg atau %- Tepung gaplek : 5 kg atau %- Mineral : 2 kg atau % Jumlah : 100 kg atau % Untuk memudahkan formulasi ransum ternak ruminansia dengan penggunaan metode coba-coba, perlu diperhatikan hal-hal berikut:* Tetapkan dahulu bahan pokok ransum yang akan diformulasikan. Bahan Pokok ransum ini adalah pakan yang paling banyak akan digunakan dalam formula ransum. Pemilihan bahan pokok pada umumnya berdasarkan beberapa hal berikut:* Tersedia atau dapat diadakan dalam jumlah banyak pada daerah tempat ransum akan diformulasikan dan harga relatif murah* Tidak banyak mengandung zat anti-nutrisi atau toksin yang membahayakan kesehatan ternak ruminansia* Disukai ternak ruminansia dan tidak mudah berubah rasa atau rusak * Apabila terdapat kesulitan dalam membuat formulasi ransum yang sesuai dengan kandungan energi dan protein yang diinginkan, utamakanlah pencapaian kandungan energi yang diinginkan. * Apabila kandungan protein ransum yang diformulasikan ternyata tidak bisa mencapai keinginan karena keterbatasan jenis pakan yang tersedia, maka kekurangan protein itu dapat dipenuhi dengan pemberian urea dalam batas-batas tertentu. Sumber :1. Tuswati, S.E,. 2017. Bahan Ajar Nutrisi Ternak Ruminansia. Fakultas Peternakan Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Purwokerto.2. Permana, I.G. 2017. Formulasi Ransum Ruminansia. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. http://dairyfeed.ipb.ac.id/file/Formulasi%2520Ransum%2520-%Ruminansia%25202.pdf. Diakses tanggal 8 Oktober 2018