Loading...

FORUM KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN dalam rangka Kegiatan Bantuan Operasional BPP Tanjung Selor

FORUM KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN dalam rangka Kegiatan Bantuan Operasional BPP Tanjung Selor
Hasil Forum Komunikasi Penyuluhan dapat disampaikan antara lain; Peran strategis Balai Penyuluhan Pertanian untuk Kedaulatan Pangan melalui program Pajale, Babe dan Siwab di Kecamatan Tanjung Selor memerlukan keterlibatan para Penyuluh Pertanian sampai ditingkat desa atau kelurahan dalam mendorong peran aktif palaku utama dan pelaku usaha dalam pembangunan pertanian. Transformasi dari pertanian tradisional menjadi modern yang mampu memanfaatkan sumberdaya alam dan manusia secara optimal, mampu melakukan penyesuaian diri dengan pola dan kemampuan berinteraksi terhadap agroekosistem diwilayah tersebut. sesuai tujuan tersebut BPP Tanjung Selor melaksanakan forum kominikasi penyuluhan kecamatan. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian kabupaten Bulungan drh. Ahcmad Yani melalui Kabid. Penyuluhan H. Satrio, SP, mengatakan untuk menuju pintu sukses KTNA, Gapoktan, Pelaku Utama dan Pelaku usaha di bidang pertanian, perkebunan, peternakan bersama para Penyuluh dan Poktan perlu membangun 3 Aspek dasar yaitu; Aspek Pengetahuan, Aspek Ketrampilan dan Aspek Sikap , ketiga aspek tersebut harus dimiliki dan terus ditingkatkan baik melalui pertemuan, pelatihan dan forum-forum kamunikasi penyuluhan seperti ini, tempat silaturahmi, tukar pengalaman atara pelaku utama, pelaku usaha dan pemeintah di akhir sambutanya. Dalam kegiatan Forum Komunikasi Penyuluhan koordinator BPP Tanjung Selor memaparkan agenda kegiatan “ Peran Stategis Balai Penyuluhan Pertanian untuk Kedaulatan Pangan di kecamatan melalui pola pendekat Program Upsus Pajale, Babe dan Siwab. ” Hal ini dapat dicapai perlu melibatkan dan menghidupkan peran penyuluh sampai tingkat desa dan kelurahan, Negara harus hadir dengan pelayanan yang optimal dengan diperkuatnya BPP, kebutuhan penduduk tanjung selor semakin meningkat dan keterbatasan pelaku utama meningkatkan produksi pangan. Lurah dan Kepala desa peserta forum ini menyambut baik kegiatan ini untuk menyampaikan program yang dilaksanakan melaui dana ADD/DD, dan menjaring aspirasi dari petani dalam pembangunan di kelurahan atau desa di sektor pertanian dalam arti luas dengan menyarankan semua usulan kelompok tani, terutama usulan Pos Pelayanan Penyuluhan Desa ( POSLUHDES ), harus dibuat proposal dan di ketahui oleh PPL wilayah binaan. Mohon dinas pertanian dan dinas PPMD membuat deregulasi besaran agaran disektor pertanian besaran anggaranya sama dengan sektorkesehatan. Poktan/Gapoktan dan KTNA kabupaten dan Provinsi yang diwakili oleh Bapak Ali Sumardi dan Aseh mohon kepada pemerintah untuk selalu meningakatkan SDM Pelaku utama dan Pelaku usaha di sektor pertanian dengan diikutkan Pelatihan atau kegiatan lainya. Kebutuhan sarana dan usaha tani seperti contoh Pengadaan mesin giling kapasitas besar yang mutunya bagus di kecamatan tanjung selor belum ada dan Pamong Tani di usulkan masuk dalam Struktur Organisasi desa. Hasil Forum Komunikasi Penyuluhan dapat disampaikan antara lain; Kelurahan tanjung selor timur ikut mendorong dikembangkannya komoditas bawang merah, komoditas Rambutan dan Nanas, KRPL pemanfaatan lahan oleh pekarangan Kegiatan ibu-ibu PKK kelurahan dan karang taruna / petani mellinial. Kepala desa Jelarai selor akan melanjutka program pemerintah sebelumnya yaitu pengembangan tanaman lada dan akan mengembangkan budidaya ikanair tawar di poktan sungai seling, sungai masang dan sungai besai, bantuan alsintan ( Cultivator ) dengan syarat kelompok tani membuat usulan/proposal pengajuan yang di ketahui PPL ke desa. Sekretaris desa Gunung Sari mewakili kepala desa telah melaksanakan pengalokasian Dana Desa untuk budidaya tanaman cabe sebanyak 60 orang masyarakatnya, memohon kepada pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Dinas Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PPMD ) Kabubaten membuat deregulasi beasran pengunaan dana desa minimal sama atau lebih yang dikucurkan di sektor kesehatan. Dalam pengolahan lahannya masyarakat berhati-hati diusahakan tanpa membakar dan mengaktifkan peran Masyarakat Peduli Api ( MPA ). Dalam forum Komunikasi Penyuluhan berikutnya dihadirkan Perwakilan dari Perusahan bidang Corporate Social Responsibility (CSR). KTNA Kabupaten telah mengusulkan cetak sawah 200 Ha. Lokasi sungai seling desa Jelarai Selor sekarang tahap pemetaan dan CP/CL, mengharapkan dikecamatan tanjung selor ada Mesin Giling Kapasitas Besar dan mutu bagus, seleksi peserta penas 50 % pemuda tani, mohon Peningkatan SDM Pelaku utamaa dan Pelaku usaha terus ditingkatkan melaui pelatihan atau yang lain untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi dan Jagung. KTNA Kecamatan mengharapkan pelaku utama dan Pelaku Usaha dalam berusahatani melakukan kemitraan dengan bapak angakat atau pemilik modal/Bank untuk kepastian harga dan persaingan produksi. KTNA Provinsi mengusulkan adanya Pamong Tani desa di struktur organisasi desa untuk memfasilitasi petani dalam melaksanakan program Kedaulatan Pangan yang dilaksanakan kepala desa atau lurah, Pembangunan Pertanian membutuhkan pelaku utama dan pelaku usaha yang mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikapnya, peningkatan manfaatkan segala potensi yang dimiliki, baik potensi sumber daya alam, agroekosistem dan memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki menjadi nilai tambah ekonomi, social dan budaya. Berhasil tidaknya pelaksanaan penyelenggaraan penyuluh pertanian sangat ditentukan pelaksanaan fungsi dan tugas mereka dengan koordinasi berbagai pihak. Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan juga harus dapat menjadi motor penggerak bagi pelaku utama, pelaku usaha dan masyarakat serta sanggup menjadi motivator, informator, promotor dan komunikator serta mampu mengimplementasikan semua program-program pembangunan daerah. (Penulis : Purwati, A.Md)