FORUM PENYULUH SE-KABUPATEN BANGKA BARAT TAHUN 2016 Pada hari Rabu dan Kamis tanggal 20 – 21 April 2016 yang lalu, bertempat di Taman Pelangi Cafe & Restaurant, Muntok, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bangka Barat menggelar Kegiatan Forum Penyuluh Se-Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya semenjak BKP3 Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2014 yang dimaksudkan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahim di antara para penyuluh yang ada di Kabupaten Bangka Barat, baik penyuluh pertanian, penyuluh perikanan maupun penyuluh kehutanan, serta meningkatkan motivasi, wawasan dan kreativitas para penyuluh. Tema yang diangkat dalam Kegiatan Forum Penyuluh Se-Kabupaten Tahun 2016 adalah "Revitalisasi Penyuluhan Menghadapi Tantangan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Menuju Bangka Barat Hebat". Pemilihan tema ini didasarkan pada keinginan untuk memberikan pencerahan dan pendalaman tentang pentingnya peranan para penyuluh pada umumnya dan penyuluh pertanian pada khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan sebagaimana yang digaungkan dalam program pembangunan unggulan Pemerintah Indonesia. Peserta Kegiatan Forum Penyuluh Se-Kabupaten pada Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bangka Barat ini adalah seluruh penyuluh yang ada di Kabupaten Bangka Barat, baik penyuluh pertanian, penyuluh perikanan, penyuluh kehutanan maupun calon penyuluh, serta Kepala/Koordinator Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK). Penyuluh-penyuluh tersebut berasal dari instansi Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan; Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan; Dinas Kelautan dan Perikanan; serta Dinas Kehutanan, dengan beragam status kepegawaian baik PNS, Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian, Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Perikanan, maupun Penyuluh Honor Daerah. Total peserta sebanyak 90 (sembilan puluh) orang. Kegiatan Forum Penyuluh Se-Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016 dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan mewakili Bupati Bangka Barat yang berhalangan hadir. Selain itu, acara pembukaan juga diisi dengan pengumuman pemenang Lomba Teladan/Berprestasi Tingkat Kabupaten Tahun 2015 sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat kepada para penyuluh, lembaga penyuluhan, pelaku utama dan lembaga tani. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan. Bagi juara pertama untuk setiap kategori diikutkan pada lomba yang sama di tingkat provinsi untuk tahun 2016 ini. Pada hari pertama, Kegiatan Forum Penyuluh Se-Kabupaten ini berisi temu teknis penyuluh tingkat kabupaten dengan para pemangku kepentingan seperti Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh P2K) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, dan lain-lain. Tujuan pertemuan ini adalah dalam rangka mengkoordinasikan, memadukan dan menyelaraskan berbagai sumberdaya dan program serta kegiatan penyuluhan yang ada di instansi terkait. Metode yang digunakan dalam acara temu teknis adalah pemaparan oleh narasumber dan dilanjutkan dengan diskusi panel. Adapun narasumber pada acara ini antara lain: 1. Dr. Mirdayati, S.H., M.Si., selaku Kepala Bagian Tata Usaha Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.2. Dr. Suharyanto, SP., M.P., selaku Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.3. Drs. Ridwan, M.Si., selaku Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat.4. Edi Usman, S.P., selaku Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat. Pada hari kedua, kegiatan Forum Penyuluh Se-Kabupaten diisi dengan lomba antar Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) yang terdiri dari dua kategori lomba yaitu Lomba Dinamika Kelompok dan Lomba Cerdas Cermat. Setiap lomba ini diikuti oleh 6 (enam) BPK yang ada di Kabupaten Bangka Barat yakni BPK Muntok, BPK Simpang Teritip, BPK Jebus, BPK Parittiga, BPK Kelapa dan BPK Tempilang. Lomba ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta. Lomba Dinamika Kelompok dipandu oleh motivator independen (M. Hendri, ST) dan koordinator penyuluh Kabupaten Bangka Barat (Rahmi Sugiarti, SP). Lomba ini diawali dengan adu yel-yel antar BPK serta dilanjutkan dengan permainan tim untuk mengasah kekompakan dan kreativitas para penyuluh. Bertindak sebagai dewan juri yaitu Sekretaris BKP3 (Riduan Zahri, S.Sos.), Kepala Bidang Penyuluhan (Syahrizal Martiady, SE), dan Kepala Subbidang Konsumsi dan Keamanan Pangan (Bambang Yusdianto, S.TP). Keluar sebagai juara pertama pada lomba ini adalah BPK Simpang Teritip, disusul oleh BPK Muntok sebagai juara kedua dan BPK Jebus sebagai juara ketiga. Seiring dengan selesainya Lomba Dinamika Kelompok yang diselenggarakan outdoor, tiba-tiba hujan deras mengguyur tempat pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, Lomba Cerdas Cermat yang semula juga dijadwalkan untuk dilaksanakan outdoor terpaksa dilaksanakan indoor. Namun demikian hal ini tidak menyurutkan semangat panitia maupun peserta. Lomba kedua yakni Lomba Cerdas Cermat dibagi menjadi dua babak yaitu babak reguler dan babak rebutan. Juara pertama pada lomba ini adalah BPK Jebus, juara kedua yakni BPK Parittiga dan juara ketiga yakni BPK Tempilang. Menjelang berakhirnya Lomba Cerdas Cermat, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (M. Saeful Pudri, SP) memberikan beberapa pertanyaan bonus yang sukses dijawab oleh tim BPK Kelapa hingga mereka berhak atas hadiah bingkisan menarik dari Panitia. Secara umum, Kegiatan Forum Penyuluh Se-Kabupaten Tahun 2016 ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari para penyuluh meskipun mengalami beberapa kendala teknis maupun non-teknis. Diharapkan ke depannya kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan lebih semarak lagi. (Penulis: Dian Kartika Sari, S.TP / Penyuluh Pertanian Pertama)