Loading...

FUMIGASIKAN SI PENGERAT SUNGAI ULIN

FUMIGASIKAN SI PENGERAT SUNGAI ULIN
by. Refi KUnmariana, A.Md Tanaman padi seluas 1 Ha di salah satu anggota Poktan Karya Bersama terserang hama tikus seluas 0.5 ha. Hal ini dikarenakan tanaman padi tersebut tidak di tanam serentak dengan tanaman padi di sekitarnya sehingga memicu hama pengerat menyerang tanaman padi tersebut. Maka, hal pertama yang dianjurkan oleh Refi Kunmariana, Amd selaku Penyuluh Pertanian Sungai Ulin adalah sanitasi atau pembersihan lingkungan. Selanjutnya adalah penanaman padi dengan varietas yang tahan hama tikus. Untuk tanaman padi sekitarnya yang belum terserang tikus mereka dapat melakukan fumigasi/ pengemposan yaitu merupakan salah satu metode pengendalian tikus sawah yang dilakukan pada lubang aktif tikus sawah. Fumigasi merupakan salah satu teknik untuk membunuh tikus sawah yang efektif, karena dapat membunuh tikus sawah beserta anak-anaknya di dalam lubang/sarangnya. Bahan fumigan yang sering digunakan oleh petani sampai saat ini adalah asap belerang dan karbit. Penggunaan emposan asap belerang merupakan cara pengendalian tikus yang efektif, mudah diaplikasikan, dan biayanya cukup murah. Teknik tersebut merupakan teknik untuk membunuh tikus sawah di dalam sarang dan dapat dilakukan kapan saja atau pada berbagai periode pertanaman padi. Tepatnya kejadian fumigasi/ pengemposan dengan Alpostran + tiram 58ps pada bulan Juni 2017 lalu yang dihadiri oleh POPT Subandi, Mantri Tani, Babinsa, anggota kelompok tani dan PPL setempat mampu mengurangi serangan hama tikus tersebut. Sehingga saat ini bisa dilihat bulir padi mulai menguning tanpa si Pengerat. Editing. Saida Fithria