Loading...

GAIRAH BUDIDAYA KOLAM IKAN AIR TAWAR DENGAN SISTEM MINA PADI SEMAKIN BESAR

GAIRAH BUDIDAYA KOLAM IKAN AIR TAWAR DENGAN SISTEM MINA PADI SEMAKIN BESAR
Lebih dari 70 persen produksi ikan air tawar diserap oleh pasar dalam negeri.Pulau Jawa menjadi penyerap terbesar mengingat jumlah penduduknya yang padat. Apabila dilihat dari potensinya, kebutuhan untuk pulau Jawa saja masih akan terus berkembang. Mengingat konsumsi per kapita ikan di Jawa masih di bawah konsumsi per kapita di luar Jawa. Usaha budidaya kolam ikan air tawar semakin hari semakin menggiurkan karena kuatnya serapan pasar tersebut. Menurut laporanBadan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun 2018 produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap, karena produksi perikanan tangkap akan mengalami penurunan akibat overfishing. Ikan di laut semakin sulit didapatkan.Bahkan bila tidak ada perubahan model produksi, para peneliti meramalkan pada tahun 2048 tak ada lagi ikan untuk ditangkap. Bisa jadi suatu saat sangat sulit menemukan kuliner seafood dipojok-pojok kota, Oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi budidaya ikan air tawar sebagai subtitusi ikan laut. Sehingga kita bisa memberikan ruang kepada biota laut untuk berkembang biak. Minapadi adalah usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air di lahan yang ditanami padi untuk budidaya ikan.Selain mendapatkan padi dengan kualitas organik, minapadi membuat petani memanen hasil ganda, yakni padi dan ikan. Dikuranginya sebagian lahan untuk ikan itu tidak mengurangi produktivitas, malah meningkat. Padinya bisa panen sampai 10 ton per hektar, ikannya antara 1,2 sampai 1 ton hasil panen minapadi di Sukoharjo ?menunjukkan produktivitas padi naik dari rata-rata 7 ton per hektar per musim tanam, menjadi 9-10 ton per hektar per musim tanam. minapadi bisa diaplikasikan di semua lahan sawah yang memiliki sistem irigasi teknis baik. Hal itu untuk memastikan lahan tetap tergenang air di sepanjang tahun. Keberadaan ikan di lahan sawah yang ditanami padi, membuat padi itu tumbuh secara alami tanpa pemberian pupuk kimia apa pun. Hasilnya adalah padi organik berkualitas premium. "Hasil padinya menunjukkan padi-padi yang organik yang premium, karena di situ tidak mengandung pestisida, tidak mengandung residu, bahan-bahan kimia," Keberadaan ikan-ikan budidaya memberi sumbangsih besar sebagai pemberi pupuk organik juga pemakan hama yang mungkin merusak tanaman padi. "Mereka makan hewan-hewan, hama-hama yang ada, seperti wereng dimakan, terus juga jentik-jentik nyamuk, apa saja dimakan, seperti zooplankton, nekton dimakani oleh ikannya sendiri Tidak adanya penggunaan pupuk kimia, secara otomatis memangkas biaya perawatan yang diperlukan untuk pembelian pupuk. Adapun biaya pemeliharaan ikan tidak memerlukan biaya yang tinggi.Selain ikan dibiarkan memakan binatang-binatang kecil yang ada di lahan minapadi, sesekali mereka diberi pakan pelet yang dapat dibuat secara mandiri. "Pakan mandiri menggunakan bahan-bahan lokal, seperti bungkil kelapa sawit, tepung ikan lokal, tepung keong, dedaunan, kacang-kacangan, semua kekuatannya baham baku lokal dan dibuat oleh masyarakat, Hal ini diharapkan dapat menekan ongkos pemeliharaan ikan oleh petani di lahan minapadi. Semua jenis ikan dapat dimanfaatkan untuk sistem minapadi ini, tidak ada jenis-jenis ikan khusus."Prinsipnya, semua jenis ikan bisa, kemarin yang diujicobakan nila merah. Gurameh, termasuk udang galah, ikan hias, koki itu juga bisa Jenis ikannya disesuaikan dengan masa panen (sekitar 4 bulan), karena kebetulan ikan-ikan ini kan juga berumurnya pendek-pendek ya, untuk ukuran konsumsi Dengan begitu, saat masa panen tiba, petani dapat memanen hasil berlipat, yakni padi sekaligus ikan dalam waktu yang bersamaan. Hal itu tentu berpengaruh kepada jumlah penghasilan yang mereka dapatkan.Tak heran, petani yang sebelumnya menjalankan program percontohan minapadi ini mengaku tertarik untuk melanjutkan sistem tanam yang baru mereka kenal ini. Hal itu tidak lain karena hasil yang mereka dapatkan dari minapadi lebih banyak secara kuantitas dan lebih baik secara kualitas. Adapun kendala yang dihadapi dalam penerapan minapadi adalah adanya hama pemakan ikan. Kendalanya biasanya ada hama, khususnya yang makan ikan, contohnya wergul (biawak). Makannya di situ kan dipagari memakai pagar jaring-jaring itu. Di samping juga untuk keamanan. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar merupakan pasar potensial untuk produk perikanan. Apalagi fakta saat ini menunjukkan konsumsi ikan perkapita Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan dengan konsumsi penduduk negara berkembang lainnya. Oleh Agus Mulyantoro Sumber Pustaka : Kompas.com dengan judul "Sistem Minapadi Dinilai Terbukti Tingkatkan Hasil Panen Petani", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/20/193132926/sistem-minapadi-dinilai-terbukti-tingkatkan-hasil-panen-petani?page=all. Penulis : Luthfia Ayu Azanella