Loading...

GAPOKAN PAJAR DI UFUK TIMUR

GAPOKAN PAJAR DI UFUK TIMUR
Setelah beberapa bulan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pajar Desa Haur Gading pakum tidak/terlaksana kegiatan pertemuan rutin bulanannya, kini mereka tergugah kembali untuk melanjutkan kegiatan tersebut, aktivitas tersebut didorong oleh kesadaran para anggota gapoktan mengingat banyaknya permasalahan dibidang pertanian yang dihadapi mereka baik disektor tanaman pangan, peternakan maupun perkebunan dan masalah tersebut dirasakan perlu segera dipecahkan. Melalui pertemuan/rapat gapoktan tersebut para anggotanya menyampaikan berbagai hal yang mengganjal kegiatan usahanya dibidang pertanian baik permasalahan tehnis, permasalahan social maupun permasalahan ekonomis. KemarIn sore (Jum`at) tanggal 13 Desember 2019 Gapoktan Pajar bersama para anggotanya telah melaksanakan pertemuan untuk menggali dan menyampaikan permasalahan yang belum terpecahkan selama ini. Setelah acara diskusi dan penyampaian masalah dibuka beberapa anggota menyampaikan keluhan permasalahan dan harapan. Beberapa permasalahan yang disampaikan anggota dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah : 1).tanaman kacang tanah yang tidak ada isi dalam polong walaupun umurnya sudah layak untuk dipanen, 2).kurangnya mesin rontok padi, dari empat kelompok tani digapoktan pajar baru ada satu buah mesin perontok dengan luas lahan sawah sekitar 200ha, 3).banyak petani yang ingin peremajaan karet karena umur tanaman relatif sudah kurang produktif, 4).beberapa anggota yang ingin bantuan bibit ternak kambing karena potensi lahan cukup mendukung, 5).permintaan pemasangan sumur bor/pompa dilahan sawah agar dapat mendukung keberhasilan usaha tani dimusim kemarau disamping ketersediaan air untuk mengatasi kebakaran. Semua permasalahan yang disampaikan anggota gapoktan tersebut ada yang dapat langsung diberikan solusinya, ada pula yang belum terselesaikan. Permasalahan yang belum dapat solusi akan ditampung sementara untuk selanjutnya dibawa kefihak yang berkompetin (fihak terkait). Pertemuan Gapoktan Pajar dihadiri oleh Penyuluh setempat, dari Balai Penyuluhan Kecamatan Batara serta Pembakal Desa Haur Gading. Dalam pertemuan tersebut penyuluh setempat (Ida Surya Ramadani) juga menyampaikan beberapa informasi penting terkait menyongsong tahun 2020 dimana dalam penebusan pupuk bersubsidi petani akan menggunakan kartu Elektronik (E Petani), untuk itu petani perlu pembekalan guna mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaannya, katanya. Pada kesempatan tersebut pembakal Desa Haur Gading sekaligus Penanggung jawab pembangunan desa yang diwakili oleh Sekretaris desa Muhammad Elmi, juga menginformasikan bahwa sekitar 60% dana desa tahun 2019 diarahkan untuk pembangunan pertanian baik fisik maupun non fisik, ini membuktikan bahwa pemerintah sangat perhatian terhadap kemajuan dibidang pertanian, katanya. Sebagai Pembina ditingkat kecamtan, Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Batara yang diwakili oleh PP Supervisor/Programer (H. Hairul Safii. S.Pt) memberikan arahan bahwa kelembagaan petani yang ada disetiap desa khususnya Gapoktan keberadaannya sangat strategis karena apapun yang diinginkan oleh kelompok tani baik permohonan bantuan dari bawah atau turunnya program dari atas harus didahului/diikuti dengan proposal dari kelompok tani dan harus mendapat rekomendasi dari gapoktan, tanpa rekomendasi dari gapoktan maka proposal dianggap tidak kredibel (diragukan). Kami berharap setelah pertemuan hari ini gapoktan Pajar tidak staknasi lagi terus berbenah diri dan berlanjut pertemuannya setiap bulan,katanya. Kita do`akan …..semoga Gapoktan Pajar segera menyinari para angotanya sesuai dengan nama gapoktannya. Amin 3x. Penulis : H. Hairul Safii. S.Pt, PP PSupervisor/Progamer BPP Batara.