Tim verifikasi lomba Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) Berprestasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi terhadap Gapoktan berprestasi di Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo pada hari Minggu, 29 April 2018. Ada 3 Gapoktan berprestasi yang dilakukan verifikasi, salah satu diantaranya adalah Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Verifikasi ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi terhadap profil yang telah dikirim ke Tim Verifikasi Tingkat Provinsi sebagai bahan penentuan peringkat, dimana nantinya yang mendapatkan peringkat satu tingkat provinsi akan diajukan ke penilaian tingkat nasional. Berikut ini adalah sekilas tentang profil Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo sebagaimana yang telah disampaikan ke Tim Verifikasi Tingkat Provinsi. Gapoktan Sido Maju berkedudukan di Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo yang berdiri pada tanggal 8 Juni 2008. Gapoktan "Sido Maju" sampai saat ini memiliki anggota sejumlah 167 orang yang berasal dari 4 kelompok tani yaitu : Tani Mukti, Sri Agung, Mardi Tani dan Sido Muncul yang selanjutnya diberi nama Gapoktan "Sido Maju ". Gapoktan Sido Maju telah berstatus badan hukum dengan No: AHU-0023881.AH.01.07.TAHUN 2016.Tujuan berdirinya Gapoktan "Sido Maju" adalah menumbuhkembangkan usaha agribisnis untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di desa Joresan, meningkatkan kinerja program-program pertanian yang telah ada sebelumya, utamanya dalam memberikan akses permodalan untuk mendukung usaha agribisnis perdesaan, memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk perkembangan kegiatan usaha agribisnis dan meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan. Gapoktan "Sido Maju" berada di Desa Joresan yang merupakan salah satu desa diwilayah Kecamatan Mlarak yang merupakan dataran rendah dengan jarak tempuh ke ibukota Kabupaten kira-kira 15 Km dengan luas wilayah 153,20 Ha, yang terbagi dalam fungsi lahan sebagai berikut: 1. Lahan sawah seluas 112,30 Ha.Lahan sawah desa Joresan merupakan sawah irigasi teknis seluas 35 Ha dan sawah irigasi setengah teknis seluas 77,3 Ha. Komoditi tanam padi pada Musim Tanam I (Musim Penghujan/MP), Musim Tanam II (Musim kering/MK I) komoditi padi dan hortikultura (melon, bawang merah) dan Musim Tanam III (Musim Kering II) komoditi jagung, kedelai dan hortikultura (melon, bawang merah dan cabe keriting).Luas tanam untuk tanaman pangan di di Desa Joresan adalah tanaman padi 226,60 Ha (2 kali musim tanam) dengan produktivitas 7,7 Ton/Ha, luas tanam jagung 106,30 (satu kali musim tanam) dengan produktivitas 8,4 Ton/Ha dan luas panen kedelai 2 Ha ( 1 kali musim tanam) dengan produktivitas 2,96 Ton/Ha. Sedangan untuk tanaman hortikultura yaitu luas tanam melon 2 Ha (2 kali musim tanam) dengan produktifitas 35 Ton/Ha dan bawang merah luas tanam 3 Ha (2 kali musim tanam) dengan produktifitas 14 Ton/Ha.2. Lahan Tegal seluas 8 Ha.Pemanfaatan lahan tegal dengan komoditi tanaman ketela pohon, umbian-umbian, pohon jati, dan tumpangsari pohon jati dengan empon-empon. 3. Lahan pekarangan seluas 32,90 Ha.Lahan pekarangan dengan komoditi hortikultura yaitu sawo, belimbing, jeruk dan pepaya, sedangkan untuk tanaman tumpangsari yaitu jeruk dengan kedelai, jeruk dengan cabe dan kacang tanah dengan cabe. Dengan melihat potensi sumber daya lokal yang ada di desa Joresan, maka Gapoktan "Sido Maju" melakukan upaya-upaya untuk memajukan pertanian di desa Joresan, meningkatkan pendapatan petani dan ketahanan pangan yang berkelanjutan yang sesuai dengan visi Gapoktan "Sido Maju" yaitu bersatu untuk maju dan sejahtera menuju petani yang gemah ripah lohjinawi. Gapoktan "Sido Maju" merupakan satu kesatuan dari kelompok tani yang tidak dapat dipisahkan, agar berjalan secara berkesinambungan maka Gapoktan "Sido Maju" menerapkan unit-unit usaha yang sesuai dengan fungsi Gapoktan, yaitu : 1. Unit Usaha TaniGapoktan "Sido Maju" mulai tahun 2016 sampai saat ini telah mengelola atau menggarap sawah seluas 0,15 Ha. Lahan sawah tersebut sebagai lahan percontohan untuk menerapkan teknologi dan inovasi pertanian, sehingga anggota merasa yakin dengan hasil yang diperoleh bisa diterapkan di lahannya masing-masing. Unit usaha tani di bagi 2 yaitu :a. Kegiatan BudidayaAgar dalam berbudidaya tanaman pangan dan hortikultura bagi petani ataupun anggota Gapoktan "Sido Maju", bisa mendapatkan hasil yang berkualitas dan mampu menghasilkan pertanian yang optimal, maka Gapoktan "Sido Maju" yang didampingi PPL dan Dinas terkait memberikan pendampingan ataupun penyuluhan mengenai :1) Pemilihan Bibit UnggulLangkah awal memanfaatkan lahan pertanian yaitu pemilhan bibit unggul yang berkualitas baik, bersertifikat, berlabel dan tahan terhadap hama penyakit. Penyesuaian bibit dengan musim tanam agar mendapatkan hasil melimpah dimasa panen. 2) Pengolahan Tanah yang baikKondisi lahan atau tanah yang baik adalah tanah yang menyediakan berbagai macam unsur hara lengkap yang diperlukan tanaman. Pemberian pupuk organik dan kapur pertanian sebelum tanam sangat dianjurkan untuk menetralkan kondisi tanah. Tanah yang gembur karena pengolahan memiliki ronga-rongga udara yang cukup menyimpan air dan udara sehingga mikroorganisme tanah sangat terbantu dalam proses dekomposisi mineral dan zat organik tanah. 3) Pemupukan yang TepatPemupukan bertujuan mengganti unsur hara yang hilang dari tanah karena proses pemanenan. Pemupukan harus dilakukan secara berimbang dalam kurun waktu yang tepat. Pemakaian pupuk kimia harus tepat dosis dan tidak berlebihan. Penggunaan pupuk organik atau hayati sangat dianjurkan untuk memperbaiki kandungan oraganik dalam tanah. Alat bantu untuk menentukan jumlah dan jenis pupuk yang dibutuhkan yaitu Bagan Warna Daun dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).4) Pengendalian Hama PenyakitPengendalian hama penyakit menerapakan pengendalian hama penyakit secara terpadu yang bisa dilakukan secara mekanis yaitu menangkap hama secara langsung. Bisa dilakukan apabila populasi hama tidak terlalu banyak. Pengendalian secara sanitasi lingkungan yaitu lingkungan yang baik mengurangi kemungkinan hama yang menyerang. Gapoktan "Sido Maju" sudah memulai gerakan menanam tanaman Refugia di sekitar lahan percotohan Gapoktan yang diikuti di sepajang jalan tepi sawah anggota Gapoktan.Langkah terakir pengendalian hama penyakit secara kimiawi, cara ini menggunakan pestisida harus tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat cara atau aplikasi.5) Pengairan atau Irigasi yang baikProgram irigasi sebagai usaha dalam penyediaaan dan pengaturan air khususnya pada musim tanam kemarau. Agar kebutuhan air bagi tanaman tercukupi maka diareal lahan desa Joresan dibuat sumur dangkal ataupun sumur dalam.6) Pasca PanenKegiatan pasca panen yang biasa dilakukan Gapoktan "Sido Maju" yaitu pengeringan, penyimpanan dan pengemasan hal tersebut untuk mengantisipasi hasil pertanian yang cepat rusak. Selain itu juga dapat digunakan untuk menyesuaikan dengan standar pasar yang berimplikasi pada harga. 7) Pemasaran Hasil PeratanianGapoktan "Sido Maju" membeli padi siap giling dari petani atau anggotanya yang kemudian disimpan dan akan dijual lagi ke bakul atau tengkulak jika harga lebih tinggi dari pembelian.b. Pengembangan Usaha TaniUntuk menunjang dan mensukseskan swasembada pangan yang berkelanjutan, maka Gapoktan "Sido Maju" bersama PPL dan Dinas terkait memberikan pemahaman dan pembinaan kepada petani atau anggota Gapoktan melalui :1) Pertemuan rutin di kelompok taniGapoktan "Sido Maju" memberikan penyuluhan cara berbudidya tanaman padi, jagung, kedelai secara tepat yang meliputi pemilihan bibitt unggul, pengolahan lahan yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama penyakit secara terpadu, sistem pengairan yang baik dan penanganan pasca panen sehingga diperoleh peningkatan produksi hasil panen.2) Sistem Tanam Jajar Legowo Budidya tanam padi menggunaka sistem tanam jajar legowo sudah diterapkan oleh petani desa Joresan dan setiap musim tanam arealnya bertambah, sampai saat ini sudah mencapai 15 Ha. Tujuan utama dari tanam padi dengan sistem jajar legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan seolah-olah tanaman lebih banyak dipinggir. Tipe jajar legowo yang telah diterapkan yaitu tipe 2:1 dan 4:1.3) Pemanfaatan lahan pekarangan dengan tumpangsari yaitu tanaman jeruk tumpangsari dengan kedelai, tanaman belimbing tumpangsari dengan kacang tanah, tanaman jeruk tumpangsari dengan cabe dan tanaman kacang tanah tumpang sari dengan cabe. Tanaman buah sawo merupakan produk unggulan di desa Joresan, hampir setiap pekarangan rumah memiliki tanaman sawo.4) Perluasan areal tanam. Budidaya tanaman jagung bertambah diareal sawah, seiring dengan harga kedelai saat panen rendah maka petani desa Joresan beralih ke budidaya tanaman jagung pada musim tanam III (Musim Kering/MK II). Hampir 90% areal persawahan di desa Joresan bercocok tanam jagung, tanaman kedelai 5% dan tanaman hortikultura 5%.5) Pemanfaatan penggunaan alsintanSeiring dengan modernisasi alat-alat pertanian maka Gapoktan "Sido Maju" telah mendapatkan Rice Transplanter. Pemanfaatan mesin tanam padi (Rice Transplanter) 1 unit yang dimiliki Gapoktan "Sido Maju" dimana setiap musim tanam padi luas areal tanam bertambah dan sampai saat ini sudah mencapai 6 Ha. Dalam pengolahan lahan sawah juga menggunakan hand tractor yang dimiliki Gapoktan "Sido Maju". Alat tanam jagung dan power threser serbaguna juga digunakan untuk penanganan saat panen padi, jagung ataupun kedelai. 2. Unit Usaha PengolahanGapoktan "Sido Maju" memberikan pinjaman modal kepada para anggota untuk kegiatan budidaya (on farm) yaitu tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Selain itu juga untuk kegiatan non budidaya (off farm) yaitu industri rumah tangga pertanian dan pemasaran hasil pertanian skala mikro (bakulan). Untuk industri rumah tangga pertanian membuat aneka olahan makanan ringan yang di sebut stik dengan bahan dasar dari buah dan sayuran yaitu stik belimbing, stik tomat, stik jeruk, stik wortel, stik bayam dan stik telo ungu. Deversifikasi pangan olahan berbahan umbi-umbian yaitu mbote (talas) diolah manjadi keripik mbote (talas) dan singkong diolah menjadi ranggingan telo. Pembuatan sambel pecel dimana bahan bakunya dari kacang tanah. Pengolahan telur itik menjadi telur asin yang mempunayi nilai gizi tinggi terutama bagi anak-anak. 3. Unit Usaha Sarana dan Prasarana Produksi (Saprodi).Demi kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, Gapoktan "Sido Maju" memfasiltasi kelompok tani dalam penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi. Penyewaan alsintan kepada petani atau anggota Gapoktan yang berupa Power trheser (mesin erek) serbaguna 1 unit bisa untuk padi, jagung dan kedelai, Hand tractor 1 unit untuk olah lahan atau sawah, Alat tanam jagung 1 unit, membantu petani dalam tanam jagung dan Rice Transplanter atau mesin tanam padi 1 unit, dimana petani desa Joresan sangat merespon adanya mesin tanam padi. Dalam satu musim tanam padi bisa mencapai 6 Ha lahan yang ditanami padi menggunakan mesin tanam. 4. Unit Usaha PemasaranDalam menunjang unit pengolahan, Gapoktan "Sido Maju" membantu dalam pengemasan pruduk industri rumah tangga sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Gapoktan "Sido Maju" membeli gabah/padi kering giling dari anggota dengan tujuan tunda jual, pada saat harga turun padi tersebut disimpan dan saat harga tinggi padi akan dijual ke bakul atau tengkulak. Gapoktan "Sido Maju" juga sudah menjalin kemitraan secara tertulis dengan bakul atau tengkulak. Gapoktan "Sido Maju" mendapatkan stimulan gabah/padi senilai Rp 33.000.000,- dari Dinas Katahanan Pangan Kabupaten Ponorogo pada tahun 2016 yang bertujuan untuk mewujudkan perbaikan pendapatan dan daya saing dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota Gapoktan "Sido Maju". Sampai saat ini sudah dana tersebut berkembang menjadi Rp 34.230.000,-. Gapoktan "Sido Maju" belum mempunyai gudang lumbung pangan untuk menyimpang pembelian padi dari anggota, sampai saat ini masih ditaruh di salah satu rumah pengurus Gapoktan. 5. Unit Usaha Keuangan MikroSeiring dengan adanya program pemerintahan dalam meningkatkan pemberdayaan usaha tani di pedesaan maka pada tahun 2009 Gapoktan "Sido Maju" mendapatkan bantuan dana hibah bersyarat yaitu Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sejumlah Rp. 100.000.000,- dengan tujuan agar di kembangkan di kalangan petani di desa Joresan. Berdasarkan hasil musyawarah anggota akhirnya disepakati sebagai modal pinjaman untuk membantu kebutuhan para petani dalam berbudidya (on farm) dan non budidaya (off farm) serta pembibitan tanaman buah.Sistem pemberiaan modal Gapoktan "Sido Maju" yaitu memberikan pinjaman ke anggota dengan jangka waktu pinjaman 4 bulan dengan memberikan jasa pinjaman sebesar 1,5% perbulan. Jasa pinjaman dibayar di akhir saat pelunasan pinjaman dan pinjaman pokok dibayar langsung dalam waktu 4 bulan. Anggota peminjam memberian biaya admnistrasi 0,5 % setiap 1 kali pinjaman.Selain dana bantuan PUAP, dana pendampingan atau dana dari anggota sebesar Rp 15.000.000,-. Setiap anggota kelompok tani yang menjadi anggota Gapoktan "Sido Maju" wajib membayar simpanan pokok sebesar Rp 50.0000,- dan simpanan wajib setiap bulan sebesar Rp 1.000,-. Sampai saat ini kekayaan Gapoktan yang berupa uang senilai Rp 286.959.083,- dan berupa barang senilai Rp 91.737.500,- jadi total kekayaan Gapoktan "Sido Maju" senilai Rp 378.696.583,-. Adapun mata pencaharian masyarakat desa Joresan sebagian besar adalah petani, selain sebagai petani juga beternak. Adapun ternak yang dibudidayakan adalah ternak sapi, kambing atau domba, ternak ayam dan ternak itik. Rencana kedepan Gapoktan "Sido Maju" membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah peternakan dan sebagai pembeli hasil pertanian yaitu padi dan jagung, saat ini telah dilakukan adalah membeli padi siap giling. Adapun kendala yang dihadapi saat ini adalah Gapoktan belum memiliki gudang lumbung pangan dan alat transportasi sebagi sarana pengangkutan dalam membeli padi kering dari petani. Menurut H. Iskani Ketua Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, profil singkat diatas sesuai dengan kondisi nyata/riil yang ada dan dimiliki oleh Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo saat ini. Verifikasi Kategori Gapoktan Berprestasi Tingkat Provinsi di Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak juga dihadiri dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Balai Penyuluhan dan Pertanian Kecamatan Mlarak, Muspika Kecamatan Mlarak, Pemerintahan Desa Joresan Kecamatan Mlarak dan instansi terkait lainnya. Pada waktu itu dalam sambutannya, dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Ponorogo menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Tim Verifikasi Tingkat Provinsi yang telah berkenan melakukan verifikasi kepada Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dengan harapan Gapoktan "Sido Maju" ini nantinya memperoleh peringkat pertama tingkat provinsi sehingga bisa mewakili Provinsi Jawa Timur maju ke penilaian tingkat nasional dan membawa nama baik Kabupaten Ponorogo. Harapan ini tentunya juga menjadi harapan Gapoktan "Sido Maju" dan semua yang menghadiri verifikasi pada waktu itu. Harapan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Gapoktan "Sido Maju" dan semua yang menghadiri verifikasi tersebut oleh Ketua Tim Verifikasi Tingkat Provinsi dijawab dalam sambutannya bahwa tim penilai akan tetap melaksanakan penilaian sesuai kriteria/petunjuk teknis yang sudah ada secara obyektif dan semoga harapan dari semuanya bisa terwujud, terus berbenah dan jangan lupa berdo'a. Tidak lama kemudian, akhirnya harapan itu terwujud dengan terbitnya surat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur tanggal 09 Maei 2018 Nomor : 913/1356/110.5/2018 yang menyatakan Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo terpilih sebagai juara satu Lomba Gapoktan Berprestasi tingkat provinsi dan berhak mewakili provinsi Jawa Timur maju ke Tingkat Nasional untuk diadu dengan gapoktan berprestasi provinsi lain dimana nantinya akan dilakukan verifikasi dari Tim Verifikasi Tingkat Pusat. Tim Verifikasi Pusat inilah yang akan menentukan siapa juaranya Tingkat Nasional dan berhak menerima penghargaan dari Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara pada peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2018 mendatang. Kini Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo bersiap maju ke penilain tingkat nasional. Terus berbenah, jaga kekompakan, jangan lupa berdo'a dan semoga harapan serta mimpi untuk menerima penghargaan dari presiden di istana negara itu terwujud. Selamat dan Sukses selalu. Sumber : BPP Kecamatan Mlarak dan Gapoktan "Sido Maju" Desa Joresan Kecamatan Mlarak Penulis : SRI ASTUTI, S.TP ( Penyuluh Pertanian Pertama BPP Kecamatan Mlarak )