Lembuak - Gapoktan Tunggal Kayun, merupakan Gapoktan yang berada di Desa Lembuak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sebagai penerima BLM – PUAP Tahun 2011 lalu, Gapoktan Tunggal Kayun memulai jenis usaha di bidang simpan pinjam serta penyedia saprotan seperti pupuk, benih dan obat-obatan sejak tahun 2012 hingga saat ini. Sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus dalam menjalankan tugas kepada anggota, Gapoktan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 yang bertempat di rumah ketua Gapoktan Tunggal Kayun yang beralamat di Jl. Tegal Banyu, Dusun Telaga Ngembeng Dasan, Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Bentuk pertanggungjawaban pengurus dituangkan dalam sebuah laporan serta untuk mengevaluasi dan menilai kinerja selama satu tahun kerja. Gapoktan ini diketuai oleh Saparmiadi, Sekretaris: Ramite dan Bendahara: Nurate. Gapoktan Tunggal Kayun terdiri dari 4 Poktan, dengan jumlah anggota 110 orang. Adapun kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Tunggal Kayun yaitu 1) Mertha Sari, 2) :Lembu Sari III, 3) Poktan Lembu Sari IV , dan 4) Poktan Mertha Sari (Kangkung). Rapat dihadiri oleh perwakilan Koordinator Penyuluh BPTP Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bapak Ir. H. Sahram, MM., Koordinator Penyuluh Kecamatan Narmada mewakili UPTD Pertanian Kecamatan Narmada, Bapak Milham, A.Md, dan PPL Desa Lembuak sebagai Pembina Gapoktan Tunggal Kayun, Pengurus Gapoktan Tunggal Kayun serta anggota kelompok tani. Pada kesempatan ini, Ketua Gapoktan membacakan Laporan Keuangan Neraca Saldo Periode Januari – Desember 2019, yang tertuang dalam laporan pertanggungjawaban Gapoktan Tunggal Kayun Tahun Buku 2019. Sementara itu Milham, A.Md mengucapkan selamat kepada Gapoktan Tunggal Kayun yang menggelar RAT Tahun 2019 hari ini. “RAT adalah hukumnya wajib bagi Gapoktan, dan saya memberi apresiasi kepada Gapoktan ini karena rutin melaksanakan RAT setiap tahunnya” papar Milham, A.Md. Senada dengan Milham, A.Md, Koordinator Penyuluh BPTP, Ir. H. Sahram, MM. juga memberi apresiasi atas kegiatan Gapoktan Tunggal Kayun selama ini. “Mungkin kelengkapan pengurus bisa dilengkapi lagi dan jenis usaha Gapoktan ke depan bisa ditambah lagi agar makin maju serta menarik minat pemuda tani untuk turut bergabung,” harap Sahram. Sedangkan Saparmiadi mengaku bangga sebagai Ketua Gapoktan dengan RAT Gapoktan Tungal Kayun yang berjalan cukup hidup dan interaksi anggota yang banyak memberi saran dan masukan. Beliau juga berharap agar penambahan modal dari anggota agar makin berkembang. “Selain itu ke depannya Gapoktan harus mampu mencukupi kebutuhan anggota sehingga unit usaha harus ditambah, tidak hanya pengadaan saprotan untuk tanaman pangan namun bisa melalui usaha peternakan seperti ayam atau sapi biar lebih dirasakan manfaat adanya Gapoktan ini,” pintanya. Dalam memacu semangat dan meningkatkan kebersamaan antara anggota yang ada di Gapoktan Tunggal Kayun, pada akhir acara dilaksanakan pembagian SHU pada anggota yang hadir. Semoga Gapoktan Tunggal Kayun ke depannya bisa lebih maju dalam mengelola kegiatan usahanya demi kemajuan dan kesejahteraan petani. (Agnes Lado, SP. - PPL Desa Lembuak)