Untuk dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik, tanaman jagung harus tercukupi dengan unsur hara yang dibutuhkan, oleh karena itu maka kita perlu mengetahui gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan hara tertentu, sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tersebut, baik dengan menambah pupuk organik maupun an organik. Tanaman jagung membutuhkan paling kurang 13 unsur hara yang diserap melalui tanah. Hara N, P, dan K diperlukan dalam jumlah lebih banyak dan sering kekurangan, sehingga disebut hara primer. Hara Ca, Mg, dan S diperlukan dalam jumlah sedang dan disebut hara sekunder. Hara primer dan sekunder lazim disebut hara makro. Hara Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit, disebut hara mikro. Unsur C, H, dan O diperoleh dari air dan udara. Kadar hara kritis dalam tanaman perlu diketahui sebagai dasar pemberian pupuk. Tanaman akan tanggap terhadap pupuk jika kadar hara berada di bawah titik kritis. Pupuk yang diberikan pada tanaman jagung di Indonesia umumnya mengandung hara makro N, P, K, dan S, tetapi belum mengandung hara mikro, karena belum ada sentra-sentra pengembangan jagung yang berindikasi kekurangan hara mikro. Gejala kekurangan unsur hara pada tanaman jagung dapat dilihat pada organ vegetative (daun) dan organ produksi ( tongkol). Kekurangan Unsur Nitrogen (N).Tanah di daerah tropis basah seperti di Indonesia pada umumnya kekurangan unsur N. Gejala dari kekurangan unsur N tersebut adalah tanaman tumbuh lambat dan kerdil, daun menyempit dan pendek. Apabila kekurangan unsur N tersebut dimulai pada awal pertumbuhan, maka seluruh permukaan daun berwarna hijau akan kekuningan. Kekurangan unsur N yang terjadi sejak tanaman berumur 25-30 hari setelah tanam (HST), dengan gejala daun akan menguning yang dimulai dari pinggir ke tulang daun dan akan membentuk huruf V yang dimulai pada daun tua yang terletak pada bagian bawah. Pada tingkat kekurangan unsur N yang parah maka warna daun akan berubah menjadi kecoklatan dan akhirnya tanaman mati. Kekurangan N ini juga akan berpengaruh terhadap hasil, yaitu akan menyebabkan tongkol kecil dan ujung tongkol tidak berbiji. Batas kritis kekurangan unsur N adalah 0,10% dan kadar N daun pada saat silking 1,4%. Kekurangan unsur N pada tanaman jagung dapat diketahui dengan mengukur tingkat kehijauan daun menggunakan Bagan Warna Dan (BWD). Kekurangan Unsur Fosfor (P).Kekurangan unsur P pada tanaman jagung dapat menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu tanaman pendek, pada awal pertumbuhan pinggir daun berwarna ungu kemerahan, mulai dari ujung hingga ke pangkal daun. Gejala lain yang terlihat yaitu daun bagian bawah mengecil, perakaran tidak berkembang dengan baik, yaitu pendek dan tidak menyebar. Kesuburan polen juga menurun sehingga mengganggu persarian dan pembentukan biji , sehingga pembentukan biji tidak sempurna, tongkol kecil dan sering bengkok.Kekurangan unsur hara P ini pada umumnya terjadi pada tanah masam dengan pH 7,5. Batas kritis kekurangan hara P dalam tanah adalah 20 ppm dan kadar P daun pada saat silking 0,16%.Kekurangan Unsur Kalium (K).Tanaman jagung yang kekurangan hara K akan menunjukkan gejala berupa daun berbintik kuning cokelat, atau terjadi khlorosis. Pada daun bagian bawah, daun berwarna kuning membentuk huruf V terbalik. Bagian pinggir daun biasanya berwarna cokelat seperti terbakar, tapi tulang daun tetap hijau. Pada tanaman jagung yang kekurangan K parah, maka daun akan berubah menjadi cokelat dan akhirnya gugur. Tanaman yang kekurangan K juga akan mudah rebah dan mudah terinfeksi fungi yang ada di tanah. Gejala lain tanaman kekurangan kalium (K) yaitu ujung tongkol tidak berbiji penuh, bijinya jarang dan tidak sempurna. Kekurangan Unsur Sulfur (S)Gejala yang timbul pada tanaman jagung yang kekurangan unsur S mirip dengan gejala kekurangan N, tetapi kekurangan unsur S diikuti oleh khlorosis pada daun muda. Pangkal daun berwarna kuning dan bergaris-garis. Gejala tersebut nampak pada daun yang terletak dekat dengan pucuk. Tanaman jagung yang kekurangan unsur S akan terhambat pertumbuhannya dan klobot akan mengecil. Kekurangan unsur S pada tanaman jagung sering dijumpai pada tanah yang kandungan bahan organiknya kurang dari 2,5%, tekstur pasir, atau pada tanah kalkarik. Batas kritis kekurangan hara S dalam tanah adalah 6 ppm, dan kadar S daun pada saat silking 0,12%. Kebutuhan pupuk S untuk tanaman jagung pada tanah yang kekurangan S berkisar antara 10-20 kg S/ha. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber:1. Petunjuk Lapang Hama, Penyakit, Hara pada Jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pngembangan Tanaman Pangan. 2008. 2. Syafruddin, Faesal dan M. Akil. Pengelolaan Hara pada Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.3. https://jagunghibrida.wordpress.com/2013/05/20/gejala-kekurangan-unsur-hara-tanaman-jagung/ ?